Perdagangan Opium di Afghanistan Meningkat Pesat Sejak Taliban Berkuasa

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 14 Desember 2021 | 12:57 WIB
Perdagangan Opium di Afghanistan Meningkat Pesat Sejak Taliban Berkuasa
DW

Suara.com - Semakin banyak rakyat Afghanistan tanam opium untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan ekstrem. Taliban tampaknya tidak akan melarang penanaman komoditi narkotika ini.

Budidaya opium sebagai tanaman obat memang punya sejarah panjang di Afghanistan. Getah yang diekstraksi dari biji poppy yang dikeringkan ini sangat berguna untuk menghasilkan opium mentah, bahan baku untuk obat bius.

Saat ini opium digunakan terutama sebagai bahan mentah untuk produksi obat-obatan yang lebih kuat seperti obat penghilang rasa sakit dan heroin. Pada musim panen tahun 2021 yang berakhir Juli lalu, diperkirakan 6.800 ton opium telah diproduksi di Afghanistan. Jumlah ini meningkat sekitar 8% dari hasil panen tahun 2020, menurut laporan Badan PBB untuk Narkoba dan Kriminalitas (UNODC) baru-baru ini.

Menurut laporan tersebut, Afghanistan menyumbang 85% dari produksi opium global, dan opiat dari Afghanistan dipakai oleh sekitar 80% pengguna di seluruh dunia.

UNODC mengestimasikan bisnis opium di Afghanistan menghasilkan antara $1,8 miliar hingga $2,7 miliar (sekitar Rp25,8 hingga Rp38,7 triliun) pada tahun 2021, atau sekitar sepersepuluh dari kegiatan ekonomi di negara itu.

Organisasi ini mengatakan berkuasanya kembali Taliban pada Agustus 2021, dan ketidakpastian ekonomi yang berlarut-larut, mendorong harga opium pada Agustus dan September mencapai rekor tertinggi baru.

"Ini memperkuat insentif untuk budidaya opium," kata laporan itu. Tidak semuanya bisa dikendalikan "Produksi opium di Afghanistan akan terus meningkat," demikian menurut seorang mantan perwira militer Afghanistan yang tidak mau disebutkan namanya.

"Menanam opium adalah sumber pendapatan yang terjamin bagi para petani dan banyak pengangguran yang kini kembali ke desa mereka dari kota-kota," kata perwira militer itu. Identitasnya tidak diungkap karena alasan keamanan.

Sebelum Taliban mengambil alih kuasa, ia tergabung dalam unit khusus tentara Afghanistan yang bertugas memerangi kejahatan terkait narkoba.

baca juga

"Kami tidak bisa mengendalikan semuanya pada saat itu," petugas itu mengakui. "Utamanya di daerah-daerah terpencil, Taliban punya pengaruh lebih besar dan melindungi petani opium.

Jika Taliban mau, mereka dapat menghambat produksi opium, mereka pernah melakukan ini sebelumnya."

Selama periode pertama pemerintahan Taliban dari tahun 1996 hingga 2001, mereka melarang produksi opium, yang mengakibatkan produksi anjlok pada tahun 2001.

Namun, setelah Taliban digulingkan dari kekuasaan pada tahun yang sama, produksi opium melonjak lagi.

Kini Taliban mengklaim ingin memerangi penanaman opium dan perdagangan narkoba di Afghanistan. Setelah mengambil alih kekuasaan pada bulan Agustus 2021, Taliban mengumumkan niat mereka untuk mengurangi produksi opium hingga nol.

Namun Taliban dikenal menggunakan perdagangan narkoba untuk membiayai operasi militan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi

Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:41 WIB

"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan

"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan

Jogja | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur

Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:30 WIB

Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar

Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju

Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:23 WIB

5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:20 WIB

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

×