facebook

Prabowo Disarankan Nyalon Gubernur Saja, Politisi Demokrat: Kali Aja Ngerasain Menang

Rifan Aditya | Ruth Meliana Dwi Indriani
Prabowo Disarankan Nyalon Gubernur Saja, Politisi Demokrat: Kali Aja Ngerasain Menang
Ilustrasi Prabowo Subianto. [Suara.com/Eko Faizin]

Politisi Demokrat ini memberikan sindiran balasan terhadap Gerindra yang menyebut Anies Baswedan lebih aman jika tidak nyapres.

Suara.com - Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih digadang-gadangkan dalam Pilpres 2024. Hal ini mendapatkan komentar dari Politikus Partai Demokrat, Taufik Rendusara.

Melalui akun Twitternya, Taufik menyarankan agar Prabowo lebih baik mencalonkan diri sebagai gubernur saja. Menurutnya, Prabowo bisa menjajal rasanya menang sebagai calon lewat pencalonan gubernur.

Cuitan Taufik itu diduga sebagai bentuk sindiran kepada Prabowo yang sudah kalah Pilpres sebanyak dua kali. Apalagi, Taufik juga menambahkan emoji tertawa dalam cuitannya tersebut.

"Gimana kalau pak Prabowo nyalon aja jadi gubernur? Kali aja bisa ngerasain menang jadi calon, iya gak sih?" cuit Taifuk Rendusara sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga: Anies Optimis Cakupan Layanan Air Minum Perpipaan Capai 100 persen Sebelum 2030

Pernyataan itu diungkapkan saat menanggapi pemberitaan terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam berita itu, Gerindra menyarankan Anies untuk nyalon sebagai gubernur lagi alih-alih calon presiden.

Prabowo Subianto Disarankan Nyalon Gubernur Saja Daripada Nyapres. (Twitter/@TRendusara)
Prabowo Subianto Disarankan Nyalon Gubernur Saja Daripada Nyapres. (Twitter/@TRendusara)

Adapun judul berita itu adalah "Minta Anies Nggak Nyapres, Gerindra: Kalau Mau Aman Nyalon Lagi Jadi Gubernur". Karena itu, Taufik memberikan sindiran balasan terhadap Gerindra dengan menyebut Prabowo lebih aman jika mencalonkan diri sebagai gubernur.

Cuitan Taufik Rendusara itu telah mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan itu sedikitnya telah mendapatkan 30 retweet dan 130 tanda suka.

Warganet juga membanjiri cuitan itu dengan beragam pendapat. Banyak warganet yang mendukung pernyataan Taufik tersebut mengenai Prabowo.

"Tidak ada kawan dan lawan abadi dalam perpolitikan, yang ada ambisi dan kepentingan kelompoknya masing-masing. Kasian sih Pak PS udah berapa kali dikhianati orang dekat sekelilingnya, tapi gak kapok-kapok. Mungkin karena ambisi jadi RI 1 yang menggebu-gebu," komentar warganet.

Baca Juga: Cegah Jakarta Tenggelam, Pemerintah DKI Jakarta Targetkan 2030 Akses Air Minum Perpipaan

"Setuju, semua ketum-ketum parpol jangan pada nyapres. Ketum partai nyalon gubernur sama bupati atau wali kota aja," saran warganet.

"Pertama gagal kedua gagal ketiga? Gak yakin gue," sindir warganet.

"Jleb banget bang," dukung warganet.

"Btw pak Prabowo sudah lah, sampeyan lebih amat sangat cocok jadi King-Maker dan pasti lebih less-confusing, leadership sampeyan masih amat sangat diperlukan untuk hal tersebut," saran lainnya.

"Tepatnya Prabowo nyalon jadi walkot dulu. Terus nyagub biar bisa ngerasakan aura kekuasaan saat nyapres. Kalau gak mah kalah mulu," tambah lainnya.

Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat di Pilpres 2024

Nama Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai figur calon presiden (capres) yang berpeluang bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Catatan tersebut disampaikan berdasar hasil rilis Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang disampaikan pada Selasa (28/12/2021).

Dalam simulasi survei semi terbuka dari 43 figur sebagai calon presiden, nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo masih bersaing di atas dengan perolehan suara imbang.

"Pak Prabowo dengan Pak Ganjar itu berimbang Pak Prabowo memperoleh 19,7 persen pak Ganjar 19,2 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas dalam paparannya secara daring, Selasa (28/12/2021).

Sementara di urutan selanjutnya, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan perolehan elektablitas 13,4 persen.

"Anies jauh di bawahnya kurang lebih lima persen di bawah Pak Ganjar yaitu 13,5 persen," ungkapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar