- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Esmaeil Khatib akibat serangan yang diklaim Israel.
- Menteri Pertahanan Israel mengumumkan keberhasilan operasi militer menghilangkan pejabat tinggi Iran dan akan menargetkan pejabat berikutnya.
- Khatib dikenal sebagai tokoh garis keras yang mempertahankan jabatannya di bawah Presiden Pezeshkian setelah kematian Raisi.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Esmaeil Khatib dalam serangan yang diklaim dilakukan Israel.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengumumkan operasi militer yang disebut berhasil menghilangkan pejabat tinggi Iran.
Dalam unggahan di media sosial X, Pezeshkian menyebut serangan tersebut sebagai tindakan tidak ksatria.
“Teror yang tidak berperikemanusiaan terhadap rekan-rekan saya, Esmail Khatib, Ali Larijani, dan Aziz Nasirzadeh, bersama sebagian anggota keluarga dan tim mereka, membuat kami berduka,” tulisnya.
Presiden Iran juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat atas gugurnya sejumlah pejabat tinggi negara.
Pezeshkian menyebut kematian mereka tidak akan menghentikan langkah pemerintah.
![Esmaeil Khatib atau yang dikenal sebagai Seyyed Esmaeil Vaezi, lahir pada 1961 di Qaenat, Iran. [Aljazeera]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/18/36361-esmaeil-khatib.jpg)
“Saya menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota kabinet, pejabat keamanan, serta para komandan militer dan Basij. Saya yakin jalan mereka akan diteruskan dengan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Pezeshkian.
Sebelumnya, Katz menyatakan, “Saya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi wewenang kepada militer untuk menarget pejabat tinggi Iran berikutnya tanpa perlu persetujuan tambahan.”
Sumber The Jerusalem Post menyebut, hasil serangan awal masih belum sepenuhnya jelas.
“Ada optimisme serangan berhasil, tetapi tidak ada hasil definitif yang dikonfirmasi,” kata salah satu sumber.
Sumber lain menyatakan, “Upaya telah dilakukan, tetapi hasilnya masih samar.”
Khatib, yang menjabat sejak Agustus 2021 di era Presiden Ebrahim Raisi, dikenal sebagai tokoh garis keras dekat Ayatollah Ali Khamenei.
Saat Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter, Presiden Masoud Pezeshkian mempertahankan Khatib di posisi tersebut, langkah yang jarang terjadi karena biasanya presiden baru mengganti menteri dengan orang dekatnya.
“Khatib dianggap sebagai hardliner yang mampu menahan pengaruh moderat Pezeshkian,” tulis laporan Jerusalem Post.
Ini menjadi pembunuhan pejabat tinggi Iran yang signifikan sejak awal konflik, menyusul tewasnya Ali Larijani dan kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani beberapa hari sebelumnya.