Cara Unik Pemerintah Jerman Bujuk Warganya Mau Divaksin, Siapkan 700 Ekor Domba

Bangun Santoso

Rabu, 05 Januari 2022 | 12:17 WIB
Cara Unik Pemerintah Jerman Bujuk Warganya Mau Divaksin, Siapkan 700 Ekor Domba
Ilustrasi domba. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang juru kampanye Jerman berharap daya tarik emosional dari 700 domba yang membentuk gambar jarum suntik raksasa akan menarik hati warga yang ragu-ragu menerima vaksin COVID-19.

"Domba sangat populer di kalangan masyarakat dan membawa konotasi emosional yang positif. Jadi mungkin mereka dapat menjangkau banyak orang secara emosional ketika logika dan penalaran ilmiah tidak berhasil," kata penyelenggara kampanye vaksinasi, Hanspeter Etzold, kepada Reuters yang dikutip Antara, Rabu (5/1/2022).

Jerman memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah ketimbang sebagian besar negara lain di Eropa Barat, meskipun sejumlah warga Jerman tak yakin apakah mereka harus mendapatkan suntikan vaksin atau tidak, bukan menentang keras vaksinasi.

Etzold bekerja dengan para gembala, perusahaan, dan hewan-hewan untuk menggelar kegiatan pengembangan tim di kota Schneverdingen, Jerman utara.

"Saya telah memperhatikan betapa domba-domba itu diterima dengan antusias dan itu cukup menjangkau orang-orang jauh di lubuk hati, sesuatu yang sepertinya tidak dapat dilakukan secara rasional, dengan argumen-argumen yang rasional," katanya.

Domba-domba milik penggembala Steffen Schmidt dan istrinya itu mengikuti potongan roti yang disebar di tanah untuk membentuk formasi jarum suntik sepanjang 100 meter saat mereka diabadikan dengan pesawat nirawak (drone).

Menurut Institut Robert Koch (RKI) Jerman untuk penyakit menular, sebanyak 71,3 persen populasi Jerman telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 dan 39,3 persen telah menerima suntikan vaksin penguat (booster) pada Selasa (4/1).

Persentase itu menempatkan Jerman di antara negara-negara Eropa Barat dengan tingkat vaksinasi terendah, menurut data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa.

Pada saat yang sama, hanya sekitar 5-10 persen warga Jerman yang menentang keras vaksinasi dan sisanya ragu-ragu, menurut data RKI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Covid-19, Mata Bocah Lelaki Ini Bengkak Hingga Hampir Buta

Terinfeksi Covid-19, Mata Bocah Lelaki Ini Bengkak Hingga Hampir Buta

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 12:07 WIB

CDC Temukan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Kelahiran Prematur

CDC Temukan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Kelahiran Prematur

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 12:13 WIB

Kasus Joki Vaksinasi Covid-19 Terbongkar, Pelaku Janjikan Duit Rp 500 Ribu

Kasus Joki Vaksinasi Covid-19 Terbongkar, Pelaku Janjikan Duit Rp 500 Ribu

News | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:57 WIB

Honor Tracer Covid-19 di Labuhan Maringgai Belum Dibayar 6 Bulan, Kadis Kesehatan tak Tahu

Honor Tracer Covid-19 di Labuhan Maringgai Belum Dibayar 6 Bulan, Kadis Kesehatan tak Tahu

Lampung | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:13 WIB

Bukti Penelitian, CDC Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Bukti Penelitian, CDC Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:08 WIB

WHO Pantau Varian IHU di Prancis, Benarkah Lebih Menular?

WHO Pantau Varian IHU di Prancis, Benarkah Lebih Menular?

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:06 WIB

Pemerintah Sediakan Booster Vaksin Covid-19 Mandiri 12 Januari 2022, Berapa Harganya?

Pemerintah Sediakan Booster Vaksin Covid-19 Mandiri 12 Januari 2022, Berapa Harganya?

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 10:55 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB