Bukan Hanya Dicabut, IDI Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari Seluruh Negara

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:18 WIB
Bukan Hanya Dicabut, IDI Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari Seluruh Negara
Dua warga negara asing (WNA) berjalan untuk mengikuti proses karantina setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencabut larangan masuk ke Indonesia untuk 14 negara.

Terkait itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih meminta kepada pemerintah bukan mencabut, tetapi harusnya memperketat pintu masuk ke Indonesia.

"(Seharusnya) bukan dicabut, tapi seluruh negara darimana pun itu diperketat yang datang apakah itu WNI maupun WNA," kata Daeng dalam diskusi bertajuk Bersiap Hadapi Omicron secara virtual, Sabtu (15/1/2022).

Itu dimintanya karena melihat kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia disumbang oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Meskipun sudah ada penyebaran melalui transmisi lokal, namun PPLN lebih banyak menyumbang angka kasus Omicron.

Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus Omicron di ibu kota kini mencapai 725 orang. Sebanyak 545 kasus diantaranya berasal dari PPLN.

Sementara yang berasal dari transmisi lokal tercatat ada 180 orang atau sekitar 24,8 persennya saja.

"Ini mengisyaratkan bahwa harusnya memang dan sebaiknya kita tetap perketat itu yang dari luar, kalau tidak nanti volumenya tambah lagi meskipun sekarang sudah terjadi transmisi lokal," ujarnya.

Selain itu, Daeng menjelaskan kalau paparan dari varian Omicron itu tidak menimbulkan gejala yang begitu parah.

Meski demikian, ia menyebut kalau penyebaran kasus Omicron itu terbilang cepat dan kasus kematiannya pun tetap ada.

baca juga

Menurutnya hal tersebut bisa diantisipasi oleh pemerintah dengan menyediakan tempat pelayanan bagi masyarakat, semisal saja tempat-tempat isolasi mandiri, mengingat gejala yang timbul dari paparan varian Omicron tidak terlalu parah.

"Mungkin penyediaan pelayanan ini sedikit dimodifikasi dengan memperbesar isoman-isoman terpadu yang untuk menampung masyarakat, dikhawatirkan saat penularan besar itu kemudian terdorong dia ingin mencari pelayanan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTM Tetap Digelar Meski Ada Temuan Kasus COVID-19 di Sekolah, Dinkes DKI Terapkan Metode ACF

PTM Tetap Digelar Meski Ada Temuan Kasus COVID-19 di Sekolah, Dinkes DKI Terapkan Metode ACF

News | Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:17 WIB

CDC Peringatkan Kualitas Masker Kain Longgar Paling Rendah Tangkal Varian Omicron

CDC Peringatkan Kualitas Masker Kain Longgar Paling Rendah Tangkal Varian Omicron

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:18 WIB

Update Covid-19 Global: Inggris Alami Lonjakan Rawat Inap pada Kelompok Anak Akibat Varian Omicron

Update Covid-19 Global: Inggris Alami Lonjakan Rawat Inap pada Kelompok Anak Akibat Varian Omicron

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:33 WIB

Keringat Ekstrem Saat Malam Jadi Gejala Baru Varian Omicron

Keringat Ekstrem Saat Malam Jadi Gejala Baru Varian Omicron

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:40 WIB

Terkini

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×