Update Covid-19 Global: Inggris Alami Lonjakan Rawat Inap pada Kelompok Anak Akibat Varian Omicron

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:33 WIB
Update Covid-19 Global: Inggris Alami Lonjakan Rawat Inap pada Kelompok Anak Akibat Varian Omicron
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan ada tambahan kasus baru sebanyak 3,05 juta dalam 24 jam terakhir. Dalam waktu yang sama, angka kematian bertambah 7.407 jiwa.

Data worldometers per Sabtu (15/1) pukul 07.30 WIB, akumulasi kasus Covid-19 di dunia kini telah mencapai 323,86 juta dengan kematian lebih dari 5,54 juta jiwa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kalau lonjakan kasus di dunia saat ini, salah satu disebabkan oleh varian omicron.

Inggris menjadi negara dengan jumlah kasus omicron terbanyak. Hingga Kamis (13/1), total kasus omicron di dunia telah mencapai 296,78 ribu kasus. Inggris berada di urutan pertama dengan jumlah kasus omicron per minggu tumbuh 70,62 persen, mengutip data GISAID.

Varian Omicron telah menyebar dengan cepat di Inggris dan memicu lonjakan kasus hingga rekor tertinggi, meskipun gejalanya tidak separah infeksi varian sebelumnya. Selain itu, tingkat vaksinasi yang sudah tinggi di kelompok orang dewasa ikut mengurangi potensi peningkatan rawat inap.

Anak-anak kecil dan bayi secara proporsional lebih mungkin dirawat di rumah sakit akibat varian omicron dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua, dan dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada kelompok anak-anak di Inggris.

Studi yang dirilis pada Jumat (14/1), yang dibagikan dengan penasihat pemerintah, menemukan ada peningkatan rawat inap pada anak-anak akibat infeksi Covid-19. Dalam empat minggu terakhir, rawat inap didominasi oleh bayi di bawah satu tahun.

Dari anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19, 42 persen di antaranya berusia di bawah 1 tahun. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan sekitar 30 persen pada gelombang sebelumnya.

"Faktanya, mereka datang untuk waktu yang singkat," kata penulis studi Calum Semple, Profesor Kesehatan Anak dan Pengobatan Wabah, Universitas Liverpool, dikutip dari Channel News Asia.

Russell Viner, Profesor Kesehatan Anak dan Remaja, UCL, mengatakan bahwa sebagian besar anak yang terinfeksi omicron kemungkinan alami gangguan kondisi pernapasan. Kondisi itulah yang membuat bayi harus dirawat di rumah sakit agar tidak mengalami perburukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keringat Ekstrem Saat Malam Jadi Gejala Baru Varian Omicron

Keringat Ekstrem Saat Malam Jadi Gejala Baru Varian Omicron

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:40 WIB

Menteri Luhut Sampai Minta Masukan Pakar Hadapi Lonjakan Kasus Omicron

Menteri Luhut Sampai Minta Masukan Pakar Hadapi Lonjakan Kasus Omicron

Malang | Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:25 WIB

Hong Kong Larang Penerbangan dari 150 Negara, Termasuk dari Inggris dan Amerika Serikat

Hong Kong Larang Penerbangan dari 150 Negara, Termasuk dari Inggris dan Amerika Serikat

Lifestyle | Sabtu, 15 Januari 2022 | 05:05 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB