facebook

Gara-gara Guru Terpapar Covid-19, Dua SD di Tanjung Duren Jakbar Ditutup dan PTM Disetop

Agung Sandy Lesmana
Gara-gara Guru Terpapar Covid-19, Dua SD di Tanjung Duren Jakbar Ditutup dan PTM Disetop
Ilustrasi PTM di Sekolah Dasar. Dua SD di Tanjung Duren Jakbar Ditutup Setelah Guru Terpapar Covid-19. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

"Ada dua yang ditutup. SD Tanjung Duren Selatan 01 dan 05."

Suara.com - Sebanyak dua Sekolah Dasar (SD) menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen karena guru positif COVID-19, di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Ada dua yang ditutup. SD Tanjung Duren Selatan 01 dan 05,  kalau gak salah," kata Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakarta Barat II Masduki saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Masduki belum bisa memastikan sejak kapan sekolah tersebut ditutup. Namun demikian, dia memastikan sekolah yang kedapatan murid atau gurunya terpapar COVID-19 harus ditutup selama lima hari.

"Kalau ikuti SKB (surat keputusan bersama) empat menteri ya lima hari. Selama lima hari mereka PJJ, pembelajaran jarak jauh," kata Masduki.

Baca Juga: PBB Tegaskan Vaksinasi Covid-19 Seluruh Populasi di Bumi Jadi Kunci Agar Pandemi Berakhir

Selama lima hari itu pula, sekolah akan disterilkan dengan disemprotkan disinfektan di setiap ruangan.

Proses pencarian (tracing) pun juga dilakukan guna memantau penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

39 Sekolah Ditutup

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan total 39 sekolah di DKI Jakarta yang menggelar PTM kemudian ditutup sementara karena ada temuan kasus COVID-19.

"Data sampai hari ini memang ada peningkatan sekolah tutup, totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (18/1) malam.

Baca Juga: Pingsan hingga Pusing, Ini Gejala Awal Infeksi Virus Corona Covid-19!

Dari jumlah sekolah tersebut, Riza menyebutkan, peserta didik yang terpapar COVID-19 ada 62 orang, dua orang pendidik dan tiga tenaga kependidikan.

Kebanyakan, lanjut Riza, penyebabnya untuk sementara adalah berasal dari luar sekolah. "Entah dari perjalanan ataupun dari rumah, yang terlihat dari rata-rata tingkat keterpaparan per sekolah antara satu atau dua kasus," katanya.

Menurut Riza, hanya satu sekolah yang tingkat keterpaparannya mencapai sembilan kasus, yakni SMKN 35 Jakarta.

Namun semuanya ditutup sementara lima hari karena persentasenya di bawah lima persen.

Riza menambahkan, 39 sekolah yang ditutup itu adalah sejak awal PTM pada 3 Januari 2022, namun sekitar sembilan sekolah sudah kembali dibuka.

"Dari data yang kami terima yang sudah dibuka (kembali) kurang lebih ada sembilan sekolah," katanya tanpa menjelaskan detail sekolah-sekolah yang telah kembali dibuka. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar