facebook

Zakat ASN Jateng 2021 Tembus Rp57 Miliar untuk Program Pengentasan Kemiskinan

Fabiola Febrinastri
Zakat ASN Jateng 2021 Tembus Rp57 Miliar untuk Program Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Dok: Pemprov Jateng)

Dana tersebut digunakan untuk pengentasan kemiskinan melalui dua program.

Suara.com - Penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 tembus Rp57 miliar. Selain untuk program pengentasan kemiskinan, zakat ini juga digunakan untuk rehabilitasi pondok pesantren, masjid, dan madrasah, serta beasiswa.

Pemprov Jateng menyerahkan pengelolaan zakat kepada Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Baznas) Jateng. Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Daroji menuturkan, penghimpunan zakat ASN Pemprov Jateng semakin meningkat setiap tahunnya.

“Sumber dana dari ASN dari provinsi yang di bawah Gubernur (Ganjar Pranowo), semakin meningkat. Kesadaran ASN, alhamdulillah baik. Ini berkat bimbingan kepala daerah," katanya, Sabtu (15/1/2022)

Menurutnya, dana yang masuk ke Baznas tahun 2021 mencapai Rp57.231.379.957. Sebagian besar berasal dari zakat ASN Pemprov sebanyak Rp57.082.373.189. Dana lainnya berasal dari infaq Rp107.064.880 dan sedekah Rp 41.941.000.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Kaget Ketemu Kusno saat Napak Tilas di Sekolah Presiden Soekarno, Ini Alasanya

Dana tersebut digunakan untuk pengentasan kemiskinan melalui dua program, yakni Program Zakat Konsumtif dan Zakat Produktif.

Program Zakat Konsumtif adalah bantuan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi penerima, diantaranya bantuan fakir miskin, beasiswa pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Sedangkan Program Zakat Produktif diberikan bagi mereka yang sudah terpenuhi kebutuhan dasar, seperti modal usaha dan pelatihan pemberdayaan masyarakat.

“Sesuai petunjuk gubernur, kemiskinan ini harus dikeroyok bareng. Tentu saja diatur bagaimana dan siapa mengerjakan apa, agar tidak double atau overlap (tumpang tindih),” lanjutnya.

Secara rinci, Kiai Daroji menyebutkan sejumlah program penyaluran zakat konsumtif dan produktif selama 2021, diantaranya pembangunan rumah tidak layak huni 318 unit senilai Rp3,2 miliar, bantuan warga miskin Rp149 juta, rehabilitasi 110 masjid senilai Rp2,9 miliar, rehabilitasi 74 musola senilai Rp1,5 miliar, rehabilitasi 81 pondok pesantren senilai Rp2,1 miliar, rehabilitasi 97 madrasah dan sekolah senilai Rp 2,1 miliar, rehabilitasi 36 TPQ 36 senilai Rp 740 juta, dan beasiswa senilai Rp 8,9 miliar.

Ada juga pemberdayaan mualaf Rp250 juta, bantuan bencana alam 10 lokasi senilai Rp460 juta, pemberdayaan ekonomi produktif 1.632 orang senilai Rp 3,1 miliar, pemberdayaan imam dan muadzin 26 orang senilai Rp 26 juta, jambanisasi 50 unit senilai Rp95 juta.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Heran Sudah Nyamar Tetap Ketahuan, Publik: Njenengan Selebgram Sih

Kemudian bantuan untuk ibnu sabil 20 orang senilai Rp1,7 juta, pemberdayaan penyuluh agama Islam 422 orang senilai Rp592 juta, paket anak sekolah yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 sebanyak 1.678 orang senilai Rp228 juta, serta biaya kesehatan 984 orang senilai Rp11 miliar.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar