facebook

PTM Diawasi Ketat karena Kasus Covid-19 Meningkat, Satpol PP DKI Sebut Siswa Lepas Masker saat Jajan di Luar Sekolah

Agung Sandy Lesmana
PTM Diawasi Ketat karena Kasus Covid-19 Meningkat, Satpol PP DKI Sebut Siswa Lepas Masker saat Jajan di Luar Sekolah
Ilustrasi siswa SD saat melaksanaan PTM 100 Persen. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dia menjelaskan pengawasan dilakukan dengan patroli hingga siaga di sejumlah sekolah yang berada dekat dengan warung atau dikelilingi banyak pedagang.

Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengerahkan dua hingga lima orang personel per sekolah untuk mengawasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen dan mengantisipasi peningkatan kasus penularan COVID-19 varian Omicron.

"Pelaksanaan PTM di sekolah yang sedang berjalan, kami tempatkan anggota di sana," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin saat apel kunjungan Satpol PP Depok di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pengerahan personel di sekolah itu dilakukan mulai Selasa setelah mencermati peningkatan kasus COVID-19 selama pelaksanaan PTM 100 persen termasuk temuan varian Omicron di Jakarta.

Dia menjelaskan pengawasan dilakukan dengan patroli hingga siaga di sejumlah sekolah yang berada dekat dengan warung atau dikelilingi banyak pedagang.

Baca Juga: Kasus Omicron Terus Meningkat, Ditjen Imigrasi Tunggu Perintah Satgas Covid-19 Tutup Akses Masuk Indonesia

Pasalnya, lanjut dia, selama ini saat keluar sekolah banyak laporan pelajar yang berbelanja dan menimbulkan potensi kerumunan sehingga rentan dengan penularan Covid-19.

Pelajar berbelanja dan berkerumun karena  kantin di dalam lingkungan sekolah ditutup selama PTM.

"Ketika dia (siswa) di dalam gerbang sekolah tidak ada kantin, tapi ketika dia di luar sekolah anak-anak siswa belanja di pedagang-pedagang sehingga berkerumun kemudian melepaskan masker kemudian sambil ngobrol makan-minum," ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 39 sekolah Jakarta tutup sementara karena ditemukan kasus COVID-19 yang paling banyak ditemukan pada siswa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tercatat ada 67 kasus ditemukan di satuan pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sejak 8 Januari 2022.

Baca Juga: Ini Pertimbangan Pemprov DKI Jakarta Tidak Tunda PTM 100 Persen

Mereka terdiri dari 62 siswa, dua orang pendidik, dan tiga orang tenaga kependidikan.

"Totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali. Dari total sekian yang terpapar, peserta didik 62, pendidik dua, tenaga kependidikan tiga. Total 67 yang terpapar virus Corona," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa kemarin. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar