facebook

Cegah Varian Omicron, Kapolri Imbau Warga Daftar Ikut Vaksinasi Booster

Erick Tanjung | Muhammad Yasir
Cegah Varian Omicron, Kapolri Imbau Warga Daftar Ikut Vaksinasi Booster
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Polri)

"Silakan yang belum vaksin untuk segera vaksin, yang sudah dua kali namun sudah lewat dari enam bulan silahkan daftar ikuti vaksin booster," kata Sigit.

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster dan disiplin menjalani protokol kesehatan. Menurutnya, hal ini penting sebagai upaya untuk menekan angka kasus Covid-19 varian Omicron.

Sigit menyampaikan itu saat meninjau pelaksanaan vaksinasi serentak se-Indonesia di Lapangan Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (19/1/2022).

"Silakan yang belum vaksin untuk segera vaksin, yang sudah dua kali namun sudah lewat dari enam bulan silahkan daftar ikuti vaksin booster," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri itu mengemukakan bahwa pihaknya terus melaksanakan akselerasi percepatan vaksinasi. Mengingat, adanya varian baru Omicron memiliki dampak terhadap peningkatan laju kasus Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga: Vaksinasi Booster Lansia Dikebut, Pemkot Mulai Sasar Guru dan ASN

"Tentunya kita harus waspada karena ini terus meningkat. Jadi dalam kesempatan ini saya sampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, bagi yang belum vaksin tolong segera vaksinasi. Pemerintah dalam hal ini Pemda, TNI, Polri telah menyiapkan gerai-gerai," ujarnya.

Selain itu, Sigit juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski telah divaksin booster. Begitu pula dengan kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah, harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

"Aturan terkait prokes di sekolah ikuti ketentuan. Mana yang sudah bisa 100 persen, mana yang 50 persen disesuaikan," tuturnya.

Sementara, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan adanya varian Omicron. Namun, dia mengingatkan agar masyarakat tidak panik.

"Ciri-ciri Omicron kita akan lihat kenaikan kasus yang cepat dan tinggi. Kita sudah mulai lihat nasional naik dari 300 ke 1.400. Teman-teman harus terus waspada dan hati-hati tapi jangan panik," pungkas Budi.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi di Kalbar, Kapolri Target 24 Ribu Masyarakat Divaksin Hari Ini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar