facebook

Selama Hidup di Indonesia Menunggu Kepastian dari UNHCR Menuju Negara Ketiga, 17 Pengungsi Afghanistan Bunuh Diri

Chandra Iswinarno | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Selama Hidup di Indonesia Menunggu Kepastian dari UNHCR Menuju Negara Ketiga, 17 Pengungsi Afghanistan Bunuh Diri
Pencari suaka asal Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (19/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Selama berada di Indonesia, 17 pengungsi Afghanistan bunuh diri lantaran belum mendapat kepastian dari UNHCR untuk segera dikirim ke negara ketiga.

Suara.com - Amnesty Internasional Indonesia (AII) menyebut ratusan pengungsi Afghanistan yang kini hidup di Indonesia mengalami penderitaan.

Bahkan, selama berada di Indonesia ada 17 pengungsi Afghanistan bunuh diri dan ratusan lainnya melakukan percobaan bunuh diri karena lantaran belum mendapat kepastian UNHCR untuk segera dikirimkan ke negara ketiga. 

Direktur Eksekutif AII Usman Hamid menyebut, banyak dari pengungsi asal Afghanistan tersebut telah berada di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun dan belum juga dikirimkan ke negara ketiga. Bahkan, 10 perwakilan pengungsi yang bertemu dengan AII menyampaikan keluhannya, terutama akses layanan dasar yang tidak bisa mereka dapatkan.

“Mereka hidup di dalam kebingungan, dalam ketidakpastian, dalam ketiadaan layanan dasar seperti kesehatan, air bersih, atau apalagi pendidikan, tempat tinggal yang layak dan seterusnya,” kata Usman kepada wartawan di Kantor AII, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Polisi ke Imigran Afghanistan, AII Minta Kapolri Perluas Penghargaan terhadap HAM ke Pengungsi

Dari aduan yang diterima AII, sejumlah 17 pengungsi meninggal dunia karena bunuh diri, bahkan ratusan orang lainnya melakukan percobaan bunuh diri. 

“Banyak di antara mereka yang sudah sangat stres, mengalami tekanan mental luar biasa. Mengalami problem psikologi, kesehatan, mengalami gangguan jiwa. Termasuk ibu-ibu yang hamil, termasuk ada yang kehilangan anak meninggal, karena terlambat perawatan,” kata Usman. 

Kata dia, merujuk pada data UNHCR jumlah pengungsi di Indonesia sebanyak 13.188 orang, dan 7.460 orang  di antaranya merupakan pengungsi asal Afghanistan. 

“Mereka meminta Amnesty untuk membantu mereka mencarikan solusi, jalan keluar agar mereka bisa terhindar atau terlepas dari berbagai masalah-masalah serius tersebut,” ungkap Usman. 

Atas aduan itu, AII mendesak pemerintah untuk mengambil langkah yang konkret untuk memberikan kepastian masa depan para pengungsi Afghanistan. 

Baca Juga: Amnesty Minta Pemerintah Indonesia Dengarkan Penderitaan Pengungsi Afghanistan, Jangan Tutup Mata

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mendengarkan dan menangani keluhan-keluhan pengungsi. Pemerintah juga harus memastikan hak-hak pengungsi untuk penghidupan yang layak terpenuhi, termasuk di antaranya hak atas kesehatan dan pendidikan," kata Usman. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar