facebook

Amnesty Minta Pemerintah Indonesia Dengarkan Penderitaan Pengungsi Afghanistan, Jangan Tutup Mata

Dwi Bowo Raharjo | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Amnesty Minta Pemerintah Indonesia Dengarkan Penderitaan Pengungsi Afghanistan, Jangan Tutup Mata
Pencari suaka asal Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (19/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

AII menerima informasi terkait penderitaan yang mereka alami.

Suara.com - Amnesty International Indonesia (AII) mendesak pemerintah mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan yang dialami oleh pengungsi Afghanistan.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, usai menerima perwakilan pengungsi Afghanistan yang sebelumnya berunjuk rasa di depan IRTI Monas Jakarta Pusat.

"Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mendengarkan dan menangani keluhan-keluhan pengungsi. Pemerintah juga harus memastikan hak-hak pengungsi untuk penghidupan yang layak terpenuhi, termasuk di antaranya hak atas kesehatan dan pendidikan," kata Usman kepada wartawan di Kantor AII, Menteng Jakarta Pusat (19/1/2022).

Dari hasil pertemuan dengan 10 perwakilan pengungsi Afghanistan, AII menerima informasi terkait penderitaan yang mereka alami. Usman menegaskan pemerintah tidak boleh menutup mata dan telinga.

Baca Juga: Larang Longmarch, Polisi ke Pengungsi Afghanistan: Kok Negera Kami yang Beri Solusi

"Ketidakpastian berkepanjangan yang dialami oleh pengungsi Afghanistan di Indonesia tidak bisa dibiarkan terus menerus. Penderitaan yang mereka alami di negara asal berlanjut dengan masalah-masalah yang mereka alami di Indonesia.” ujar Usman.

AII pun mendesak pemerintah Indonesia untuk segera berdiskusi dengan negara-negara ketiga (penerima pengungsi), agar para pengungsi Afghanistan segera mendapatkan kepastian.

"Meski Indonesia belum menandatangani Konvensi Pengungsi 1951,ini merupakan masalah kemanusiaan dan membutuhkan penanganan yang serius dan kerja sama antar negara. Karena itu pemerintah juga harus menginisiasi diskusi dengan negara-negara lain untuk membicarakan solusi jangka panjang untuk menangani nasib para pengungsi ini," ujar Usman.

Seperti diketahui, ratusan pengungsi Afganistan menggelar aksi unjuk rasa menuntut untuk segera dikirimkan ke negara ketiga. Awalnya mereka berencana menggelar longmarch dari IRTI Monas ke Kantor Amnesty Internasional Indonesia, namun tak mendapat izin dari kepolisian.

Saat aksi mereka membawa sejumlah spanduk berisikan berbagai tuntutan, di antaranya bertuliskan" We Hope Freedom Could Be Hard By Third Resettlement Countries (Kami berharap segera ditempatkan ke negara ketiga)."

Baca Juga: Pengungsi Afghanistan Kembali Berunjuk Rasa, Minta Segera Dipindahkan ke Negara Ketiga

Yasin salah satu pengunjuk rasa mengatakan aksi mereka gelar karena tak kunjung mendapatkan kepastian.

"Tuntutannya masih sama, kami kembali mencoba menyuarakan hak kami yang tidak kunjung terpenuhi," ujarnya kepada wartawan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar