Susi Pudjiastuti Komentari Momen Arteria Dahlan Protes Tak Dipanggil 'Yang Terhormat'

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 20 Januari 2022 | 11:30 WIB
Susi Pudjiastuti Komentari Momen Arteria Dahlan Protes Tak Dipanggil 'Yang Terhormat'
Susi Pudjiastuti. (Twitter/susipudjiastuti)

Suara.com - Politisi PDIP Arteria Dahlan banjir kecaman setelah meminta Kajati dipecat karena berbicara bahasa Sunda saat rapat bersama Jaksa Agung. Sosok Arteria Dahlan yang kontroversial itu sampai membuat Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ikut berkomentar.

Melalui akun Twitter resminya, Susi mengomentari berita soal Arteria Dahlan yang pernah protes ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu protes karena tidak dipanggil "Yang Terhormat" oleh KPK.

Susi lantas menyebut berita itu menarik. Cuitan Susi yang menyoroti aksi Arteria Dahlan meminta dipanggil "Yang Terhormat" itu langsung mendapatkan atensi yang besar dari warganet.

"Interesting (menarik). Arteria Dahlan Ternyata Pernah Protes ke KPK karena Tak Dipanggil 'Yang Terhormat'," cuit Susi sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Kamis (20/1/2022).

Sebagai informasi, Arteria Dahlan meminta dipanggil "Yang Terhomat" dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan pimpinan KPK pada 11 September 2017 silam.

Susi Pudjiastuti Komentari Momen Arteria Dahlan Protes Tak Dipanggil 'Yang Terhormat'. (Twitter/@susipudjiastuti)
Susi Pudjiastuti Komentari Momen Arteria Dahlan Protes Tak Dipanggil 'Yang Terhormat'. (Twitter/@susipudjiastuti)

Kala itu, Arteria Dahlan hadir karena ditugaskan fraksinya. Saat diberi kesempatan berbicara, ia langsung memprotes pimpinan KPK karena tidak memanggil dirinya "Yang Terhormat".

Menurutnya, ia sebagai anggota dewan seharusnya mendapatkan sebutan "Yang Terhormat" dalam rapat tersebut.

Cuitan Susi Pudjiastuti yang menilai momen itu menarik telah mendapatkan sedikitnya 500 retweet dan 1.700 tanda suka. Warganet juga menyerbu kolom komentar cuitan Susi.

Warganet langsung menuliskan beragam kecaman terhadap sosok kontroversial Arteria Dahlan. Bahkan, tidak sedikit yang membongkar beragam aksi Arteria Dahlan yang dinilai tidak memiliki akhlak.

baca juga

"Kita sudah bisa menilai bagaimana akhlaknya sejak memaki-maki orang yang lebih tua seperti Prof. Emil Salim. Sama sekali tidak ada hormat-hormatnya kepada beliau," komentar warganet.

"Anggota DPR bukan berarti kedudukan lebih tinggi dari siapapun, kalau memang merasa wakil rakyat," sentil warganet.

"Jadi pejabat apa gak ada tes IQ dan tes EQ sih bu? Masalahnya makin ke sini pada aneh semua," ungkap warganet.

"Kok bisa PDIP meloloskan orang seperti dia? Bisa jadi blunder lho di Jawa Barat. Teman saya (seorang psikolog) bilang kalau dia kemungkinan ada tanda-tanda gangguan psikologis," beber warganet.

"Maklumlah bu Susi. Kan beliau Bapak Budi Pekerti. Gila hormat. Ya harus di panggil Yang Mulia Yang Terhormat Yang Paling Pinter dan bener se-Indonesia. Langka loh orang macam dia Bu susi. Hanya orang-orang tertentu saja loh," sindir warganet.

"Kata orang Sunda kaya 'melak cangkeng dina taktak', artinya bertolak pinggang pada bahu, saking angkuhnya," jelas warganet.

"Tenggelamkan bu, lagi-lagi si bakteria dahlan ini bikin ulah. Sebagai rakyat saya malu ada wakil saya yang attitudenya seperti ini," tambah yang lain.

Arteria Dahlan Ogah Minta Maaf ke Masyarakat Sunda

Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan tegas mengaku ogah meminta maaf kepada masyarakat Sunda soal pernyataannya. Arteria berpendapat bahwa tidak ada yang salah dengan pernyataannya.

Ia bahkan mempersilahkan pihak yang ingin melaporkan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Kalau saya kan jelas, mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenaan dengan pernyataan saya silakan saja. Tapi izinkan saya juga menyatakan yang demikian, repot dong kalau anggota DPR tiba-tiba seperti ini," ujar Arteria, dikutip dari makassar.terkini.id--jaringan Suara.com, Rabu (19/1/2022).

Kader PDIP tersebut mengaku kritikannya kepada Jajaran Kejaksaan Agung untuk membuktikan bahwa mereka sosok yang kompetensi, intergritas dan kapasitan. Ia menyebut dirinya hanya meyakinkan publik bahwa tidak ada Sunda Empire di kalangan pejabat.

"Makanya saya akan marah betul di saat kita meyakinkan publik tidak ada Sunda Empire tiba-tiba ada 1-2 jaksa yang bukannya cari muka, tapi berusaha mempertontonkan kedekatannya dengan cara-cara seperti itu," bebernya.

Diketahui, Arteria Dahlan meminta kepada Jaksa Agung memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) karena berbicara bahasa Sunda saat rapat.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berharta Rp 85 Miliar, Ini Deretan Kekayaan Bupati Langkat Yang Kena OTT KPK

Berharta Rp 85 Miliar, Ini Deretan Kekayaan Bupati Langkat Yang Kena OTT KPK

News | Kamis, 20 Januari 2022 | 09:18 WIB

OTT Bupati Langkat dan Sejumlah Kolega, KPK Amankan Uang Rp 786 Juta

OTT Bupati Langkat dan Sejumlah Kolega, KPK Amankan Uang Rp 786 Juta

Riau | Kamis, 20 Januari 2022 | 09:13 WIB

Profil Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Ditangkap KPK saat Lagi Nongkrong di Kafe

Profil Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Ditangkap KPK saat Lagi Nongkrong di Kafe

News | Kamis, 20 Januari 2022 | 09:11 WIB

Mirip Kasus Korupsi Dodi Reza Alex, Bupati Langkat Tersangka Suap Proyek Infrastuktur

Mirip Kasus Korupsi Dodi Reza Alex, Bupati Langkat Tersangka Suap Proyek Infrastuktur

Sumsel | Kamis, 20 Januari 2022 | 09:09 WIB

Disebut Ikut Main Proyek dan Terima Fee, Mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri akan Dipanggil KPK

Disebut Ikut Main Proyek dan Terima Fee, Mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri akan Dipanggil KPK

Lampung | Kamis, 20 Januari 2022 | 08:28 WIB

Bupati Langkat Ditahan KPK

Bupati Langkat Ditahan KPK

Foto | Kamis, 20 Januari 2022 | 08:25 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×