facebook

Gubernur BI Yakin Ekonomi Nasional Tetap Bisa Pulih, Meski Ada Varian Omicron

Erick Tanjung | Achmad Fauzi
Gubernur BI Yakin Ekonomi Nasional Tetap Bisa Pulih, Meski Ada Varian Omicron
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Achmad Fauzi)

"Daya dukung proses pemulihan ekonomi Indonesia dari mana? Pertama dari tetap kuatnya kinerja ekspor, kedua meningkatnya konsumsi masyarakat," ujar Perry.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini perekonomian nasional tetap kuat, meski saat ini Covid-19 varian Omicron terus meningkat. Hal ini diyakininya setelah melihat indikator-indikator perekonomian pada Desember 2021.

Menurutnya, pada Desember lalu, data-data sistem pembayaran tunjukan aktivitas ekonomi terus meningkat, sehingga mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Daya dukung proses pemulihan ekonomi Indonesia dari mana? Pertama dari tetap kuatnya kinerja ekspor, kedua meningkatnya konsumsi masyarakat dengan pembukaan dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat. Berbagai indikator penjualan eceran, confident konsumen tunjukan yang sama dan kinerja korporasi besar menengah dan kecil," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/1/2022).

Perry juga melihat, penyaluran kredit pada sektor korporasi juga akan bertumbuh, karena korporasi butuh modal untuk memulihkan dan mengembangkan usahanya tahun ini.

Baca Juga: Aliran Modal Asing Terbatas Bikin Rupiah Loyo di Awal Tahun 2022

"Kemudian sisi kemampuan perbankan salurkan kredit itu dasar kami rumuskan kebijakan kebijakan," ucap dia.

Selain itu, tutur Perry, program pemerintah untuk menjaga penyebaran varian omicron juga ikut membantu kegiatan ekonomi tetap berjalan. Misalnya, tambah dia, program vaksinasi booster bisa mencegah varian omicron merebak, sehingga tidak kembali adanya pembatasan.

"Kesempatan ini secara pribadi dan lembaga mari dukung upaya pemerintah atasi omicron dan hati hati membuka sektor ekonomi tanpa timbulkan penyebaran omicron tapi dukung Pemulihan ekonomi," pungkas Perry.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar