Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Dedi Mulyadi: Kenapa Tak Diperbaiki Sejak Lama?

Aprilo Ade Wismoyo

Jum'at, 28 Januari 2022 | 15:07 WIB
Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Dedi Mulyadi: Kenapa Tak Diperbaiki Sejak Lama?
Dedi Mulyadi

Suara.com - Belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng tersebut dihuni oleh sejumlah orang.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tak ingin berspekulasi lebih jauh apakah kerangkeng tersebut tempat rehabilitasi narkoba atau tempat perbudakan modern para pekerja sawit.

 "Kalau saya sih tidak mau masuk ke perdebatan itu karena saya belum berkunjung ke sana, belum melihat fakta yang sebenarnya. Itu baru sekadar kata orang," ucap Kang Dedi Mulyadi.

Bagi Dedi perdebatan seperti itu sudah biasa terjadi di Indonesia. Terlebih jika orang tersebut sudah tidak lagi jabatan segala sesuatunya akan dibuka kesalahannya dan menjadi omongan di luar.

"Padahal ketika menjabat tidak ada yang ngomong bahwa di rumah bupati itu ada tempat misal rehabilitasi korban narkoba kemudian tempat itu tidak memenuhi syarat sehingga diminta untuk memperbaiki persyaratannya. Kan harusnya dulu diomonginnya, jangan sekarang," katanya.

"Di kita mah biasa, kalau orang lagi menjabat betul terus. Kalau sama orang menjabat di Indonesia mah, ‘bapak bagus’, ‘bapak betul’, seluruh keinginannya diiyakan, dipuji terus, pokoknya top. Begitu berhenti balik kanan paling kencang ngejelekin, segala diomongin," tutur Dedi.

Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]
Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]

Sehingga, kata Dedi, ia belum bisa berkomentar banyak terkait apakah kerangkeng tersebut benar rehabilitasi narkoba atau tempat orang yang dipekerjakan di kebun sawit.

"Walaupun kalimat itu otak saya belum bisa menjangkau apakah mungkin itu dilakukan," ucapnya.

Terlepas dari itu, menurutnya ada hal yang harus diubah dari negeri ini yakni otokritik terhadap kesalahan orang sebaiknya dilakukan saat masih menjabat sehingga bermanfaat. Bukan malah sebaliknya saat orang tersebut tak lagi menjabat.

baca juga

"Jadi di Indonesia itu punya kebiasaan beraninya saat berhenti jabatan, kalau lagi menjabat enggak pada berani. Misal di Langkat, bagi saya sih apakah itu tempat rehabilitasi narkoba atau itu dikatakan kerangkeng pekerja sawit, saya tidak mau mengomentari lebih jauh karena saya belum ke sana belum melihat langsung, itu semua kata berita," katanya.

Kang Dedi Mulyadi menilai terpenting dari penemuan kerangkeng tersebut adalah mengapa baru diketahui saat ini. Padahal ada banyak aparat dari berbagai unsur berada di sekeliling bahkan menjadi bagian dari Bupati Langkat saat itu.

"Terpenting bagi saya andai kata itu tempat rehabilitasi narkoba kemudian tidak memenuhi syarat kenapa tidak diperbaiki sejak lama? Kan aparat di sana banyak, kenapa bukan melakukan perbaikan. Tapi kalau pun itu untuk perbudakan kenapa kok sampai tidak diketahui sejak lama? Jadi otokritiknya adalah lakukan perbaikan sesuatu saat orangnya masih menjabat agar perbaikannya bermanfaat," ujar Dedi.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sederet Kontroversi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Belum Tuntas Soal Kerangkeng Kini Ada Orangutan

Sederet Kontroversi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Belum Tuntas Soal Kerangkeng Kini Ada Orangutan

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 09:52 WIB

Kerangkeng Puluhan Orang, Menko PMK Muhadjir Effendy Tidak Yakin Bupati Langkat Punya Tabiat Seburuk Itu

Kerangkeng Puluhan Orang, Menko PMK Muhadjir Effendy Tidak Yakin Bupati Langkat Punya Tabiat Seburuk Itu

News | Kamis, 27 Januari 2022 | 22:37 WIB

Fakta Mengejutkan Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Fakta Mengejutkan Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Bogor | Kamis, 27 Januari 2022 | 20:17 WIB

Lihat Langsung Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Komnas HAM: Semakin Terang Benderang

Lihat Langsung Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Komnas HAM: Semakin Terang Benderang

News | Kamis, 27 Januari 2022 | 19:55 WIB

Perbudakan Modern: Kejahatan Serius yang Jarang Terekspos dan Minim Perhatian dari Negara

Perbudakan Modern: Kejahatan Serius yang Jarang Terekspos dan Minim Perhatian dari Negara

Your Say | Kamis, 27 Januari 2022 | 17:33 WIB

Cari Barang Bukti, KPK Geledah Kantor Bupati Langkat

Cari Barang Bukti, KPK Geledah Kantor Bupati Langkat

Sumut | Kamis, 27 Januari 2022 | 16:57 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×