6 Fakta Baru Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Korban Meninggal hingga Tak Boleh Dijenguk

Rifan Aditya

Selasa, 01 Februari 2022 | 09:16 WIB
6 Fakta Baru Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Korban Meninggal hingga Tak Boleh Dijenguk
Bupati langkat dan kerangkeng di rumahnya (Youtube/ Tiorita Rencana)

Suara.com - Baru-baru ini publik dihebohkan atas penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Temuan itu terungkap usai ia terjaring tindak pidana korupsi setelah dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Simak fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat berkut ini. 

Awalnya temuan kerangkeng manusia Bupati Langkat itu terungkap atas laporan Migrant CARE kepada Komnas HAM. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan bukti dan saksi. Namun kekinian ada sejumlah fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin Angin yang mulai terungkap.

Berdasarkan informasi, kerankeng manusia ini berada di area rumah, tepatnya ada dibagian belakang rumah.  Diketahui bagain belakang rumah Terbit, terdapat kebun sawit yang ia kelola sendiri. 

Berikut fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat yang telah kini resmi dinonaktifkan, Terbit Rencana Perangin Angin. 

1. Ada Indikasi Tindak Perdagangan Manusia

Indikasi ini mencuat setelah ditemukannya 40 orang di dalam kerangkeng dengan kondisi yang memperihatinkan. Mereka dipaksa kerja dan tidak diupah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini Polda Sumatera Utara masih mendalami kasus ini, untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. 

2. Perampasan Hak Kemerdekaan

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Komnas HAM mengecek kerangkeng di rumah Bupati Langkat. [dok : Polda Sumut]
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Komnas HAM mengecek kerangkeng di rumah Bupati Langkat. [dok : Polda Sumut]

Berdasarkan keterangan korban, siapapun yang telah masuk ke dalam tempat yang disebut-sebut sebagai ruang rehabilitasi itu akan sulit untuk keluar. Sehingga mereka hanya melakukan aktivitas di dalam ruangan dan area rumah Bupati Langkat tersebut. Selebihnya mereka tidak diperbolehkan untuk keluar area rumah. 

3. Surat Pernyataan Keluarga Tidak Boleh Menjenguk

Fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat adalah adanya kesepakatan antara Terbit dengan keluarga korban. Dimana pihak keluarga tidak boleh menjenguk saudaranya yang masuk ke tempat "binaan" itu. 

Kesepakatan itu berupa surat pernyataan yang di dalamnya terdapat peraturan yang harus dipatuhi. Salah satunya yaitu pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk pasien selama ia direhabilitasi. Bahkan akses komunikasi dengan keluarga pun sama sekali tidak ada. 

4. Pekerja Diupahi Semangkuk Puding

Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]
Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]

Hal yang tidak manusiawi lainnya yaitu para korban dipekerjakan di ladang sawit milik Bupati Langkat nonaktif itu. Dengan tidak diberi upah sesuai dengan pekerjaan mereka. Bahkan berdasarkan pengakuan salah satu korban, setelah seharian bekerja mereka hanya mendapat upah semangkuk puding. 

5. Adanya Tindakan Kekerasan hingga Korban Meninggal

Fakta terbaru lainnya menyebutkan bahwa korban kerap kali mendapat tindakan kekerasan. Hingga informasi terbaru menyebutkan bahwa  ada yang meregang nyawa akibat dianiaya. Namun belum diketahui secara pasti adanya korban lain atau tidak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPSK Temukan 17 Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Salah Satunya Penghuni Sel Tewas Tak Wajar

LPSK Temukan 17 Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Salah Satunya Penghuni Sel Tewas Tak Wajar

Video | Selasa, 01 Februari 2022 | 05:00 WIB

KPK Periksa Tiga Saksi Terkait Fee Proyek kepada Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin di Polda Sumut

KPK Periksa Tiga Saksi Terkait Fee Proyek kepada Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin di Polda Sumut

News | Senin, 31 Januari 2022 | 22:08 WIB

3 Dugaan Tindak Pidana Kasus Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Non Aktif

3 Dugaan Tindak Pidana Kasus Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Non Aktif

Sulsel | Selasa, 01 Februari 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB