Suara.com - Baru-baru ini publik dihebohkan atas penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Temuan itu terungkap usai ia terjaring tindak pidana korupsi setelah dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Simak fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat berkut ini.
Awalnya temuan kerangkeng manusia Bupati Langkat itu terungkap atas laporan Migrant CARE kepada Komnas HAM. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan bukti dan saksi. Namun kekinian ada sejumlah fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin Angin yang mulai terungkap.
Berdasarkan informasi, kerankeng manusia ini berada di area rumah, tepatnya ada dibagian belakang rumah. Diketahui bagain belakang rumah Terbit, terdapat kebun sawit yang ia kelola sendiri.
Berikut fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat yang telah kini resmi dinonaktifkan, Terbit Rencana Perangin Angin.
1. Ada Indikasi Tindak Perdagangan Manusia
Indikasi ini mencuat setelah ditemukannya 40 orang di dalam kerangkeng dengan kondisi yang memperihatinkan. Mereka dipaksa kerja dan tidak diupah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini Polda Sumatera Utara masih mendalami kasus ini, untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
2. Perampasan Hak Kemerdekaan
![Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Komnas HAM mengecek kerangkeng di rumah Bupati Langkat. [dok : Polda Sumut]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/27/29671-kerangkeng-manusia.jpg)
Berdasarkan keterangan korban, siapapun yang telah masuk ke dalam tempat yang disebut-sebut sebagai ruang rehabilitasi itu akan sulit untuk keluar. Sehingga mereka hanya melakukan aktivitas di dalam ruangan dan area rumah Bupati Langkat tersebut. Selebihnya mereka tidak diperbolehkan untuk keluar area rumah.
3. Surat Pernyataan Keluarga Tidak Boleh Menjenguk
Fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat adalah adanya kesepakatan antara Terbit dengan keluarga korban. Dimana pihak keluarga tidak boleh menjenguk saudaranya yang masuk ke tempat "binaan" itu.
Kesepakatan itu berupa surat pernyataan yang di dalamnya terdapat peraturan yang harus dipatuhi. Salah satunya yaitu pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk pasien selama ia direhabilitasi. Bahkan akses komunikasi dengan keluarga pun sama sekali tidak ada.
4. Pekerja Diupahi Semangkuk Puding
![Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/24/93487-kondisi-kerangkeng-manusia-di-rumah-bupati-langkat.jpg)
Hal yang tidak manusiawi lainnya yaitu para korban dipekerjakan di ladang sawit milik Bupati Langkat nonaktif itu. Dengan tidak diberi upah sesuai dengan pekerjaan mereka. Bahkan berdasarkan pengakuan salah satu korban, setelah seharian bekerja mereka hanya mendapat upah semangkuk puding.
5. Adanya Tindakan Kekerasan hingga Korban Meninggal
Fakta terbaru lainnya menyebutkan bahwa korban kerap kali mendapat tindakan kekerasan. Hingga informasi terbaru menyebutkan bahwa ada yang meregang nyawa akibat dianiaya. Namun belum diketahui secara pasti adanya korban lain atau tidak.
Ikuti Saluran Resmi Kami
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
LPSK Temukan 17 Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Salah Satunya Penghuni Sel Tewas Tak Wajar
Video | Selasa, 01 Februari 2022 | 05:00 WIB
KPK Periksa Tiga Saksi Terkait Fee Proyek kepada Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin di Polda Sumut
News | Senin, 31 Januari 2022 | 22:08 WIB
3 Dugaan Tindak Pidana Kasus Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Non Aktif
Sulsel | Selasa, 01 Februari 2022 | 07:15 WIB
Terkini
Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta
Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB
LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas
News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong
News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB
Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar
Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan
Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB
Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim
Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB