Rodhial mengaku tidak menyesal saat mendengar Pemerintah menimbang ulang proses belajar tatap muka.
"
"Saya tidak merasa rugi, karena biasanya kebijakan-kebijakan yang reaksioner ini tidak bertahan lama ... [saya khawatir] nanti kebijakannya akan berubah-ubah lagi."
"
"Jadi daripada diombang-ambingkan oleh ketidakpastian, kami lebih memilih jalur pendidikan yang sudah pasti."
Walau pertemuan tatap muka di sekolah-sekolah sedang kembali dievaluasi, hingga artikel ini diturunkan, Pemerintah belum menerapkan aturan baru yang memperketat pergerakan warga.
Pemerintah Indonesia juga memutuskan agar warga asing bisa kembali ke Bali, dengan penerbangan internasional perdana yang masuk berasal dari Tokyo, Jepang, Kamis kemarin.
Dalam pernyataan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan, Bali akan kembali dibuka secara bertahap bagi turis internasional mulai 4 Februari 2022 dengan syarat karantina 'bubble',
IDI: Indonesia sudah memasuki gelombang ketiga
Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Adib Khumaidi mengatakan, Indonesia sudah memasuki gelombang ketiga COVID-19.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Tangerang Aktifkan Kembali Rumah Isolasi di Tiap Kecamatan
Kesimpulan ini didapat dari antara lain angka 'positivity rate' dan angka kasus harian.
"Kita sudah masuk sebenarnya di gelombang ketiga, karena progresivitas kenaikan positivity rate yang di awal kemarin itu awalnya 16 persen, lalu seminggu naik jadi 24 persen, bahkan kemarin 33 persen positivity rate," kata Dr Adib dalam diskusi virtual, Jumat (04/02).
Ia menambahkan, selain 'positivity rate' yang naik, kasus harian juga meningkat tajam dari 11.000 sampai 17.000 dalam sehari.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak penularan COVID-19 akan terjadi pada "akhir Februari ini".
Bila puncak kasus delta di Indonesia adalah 57 ribu kasus per hari, jumlah kasus aktif Omicron saat mencapai puncak penularan bisa mencapai dua sampai tiga kali jumlah tersebut, menurut Menkes.
Apa yang sudah disiapkan Pemerintah?
Presiden Joko Widodo menegaskan Pemerintah telah memperkirakan dan mengantisipasi lonjakan kasus dengan persiapan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.