facebook

135 Siswa di Jakbar Terpapar Covid-19, Wagub DKI: Makanya Hati-hati, Omicron Penularannya Cepat

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
135 Siswa di Jakbar Terpapar Covid-19, Wagub DKI: Makanya Hati-hati, Omicron Penularannya Cepat
Ilustrasi covid-19 omicron, kriteria pasien omicron sembuh dan selesai isoman (pixabay)

Riza pun meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat berhati-hati di tengah meroketnya angka penularan Covid-19 sekarang ini. Apalagi saat ini varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron sudah semakin merebak.

Hal ini dikatakan Riza menanggapi temuan 135 siswa dan 57 guru di Jakarta Barat yang terpapar Covid-19. Rinciannya, kebanyakan yang terpapar adalah murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan jumlah 55 orang.

Kemudian, 51 lainnya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 29 peserta didik Sekolah Dasar (SD), dan ada satu murid taman kanak-kanak (TK).

"Ya makanya saya sampaikan berkali-kali kita harus hati-hati, Omicron sekalipun tidak berbahaya tapi penularannya cepat," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/2/2022).

Baca Juga: Croup Jadi Tanda Infeksi Varian Omicron pada Anak yang Tak Terduga, Orangtua Perlu Waspada

Riza pun meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Saat ini Jakarta juga sedang menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

"Jadi pastikan laksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," pungkasnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Yudi Dimyati menambahkan, selain siswa ada 57 guru dan 2 tenaga pendidik yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, ia enggan membeberkan di sekolah mana saja temuan kasus Covid-19 itu berasal.

Baca Juga: Sakit Kepala Hingga Batuk, Kenali Dengan Jelas Ciri-ciri Gejala Omicron Ini

“Guru paling banyak, di sekolah tingkat dasar (SD) ada 33 orang, tenaga pendidik 1 orang. Guru SMP 17 orang, tenaga pendidik 1, sedangkan SMA ada 6 orang,” jelas Yudi.

Komentar