Inggris Wajibkan Situs Porno Verifikasi Usia Pengguna Agar Aman dari Anak

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 13 Februari 2022 | 19:17 WIB
Inggris Wajibkan Situs Porno Verifikasi Usia Pengguna Agar Aman dari Anak
BBC

Suara.com - Situs-situs porno di Inggris akan diwajibkan untuk memverifikasi usia pengguna mereka, berdasarkan aturan terbaru tentang keamanan berinternet.

Peraturan tersebut, bagian dari draf RUU Keamanan Online, bertujuan memberikan anak-anak perlindungan yang lebih baik dari materi eksplisit.

Di masa depan, pengguna situs porno akan diminta untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kartu kredit atau mengonfirmasi usia mereka melalui layanan pihak ketiga.

Situs web yang tidak menerapkan langkah itu dapat didenda hingga 10% dari omset global mereka.

RUU Keamanan Online diharapkan dapat diserahkan ke parlemen dalam beberapa bulan ke depan dan dirancang untuk melindungi pengguna dari konten-konten berbahaya.

Organisasi-organisasi anak sudah lama meminta verifikasi usia di situs porno, atas kekhawatiran bahwa anak-anak di bawah umur terlalu mudah untuk mengakses materi yang tersedia secara gratis di dunia maya.

Kebijakan serupa pernah diusulkan namun dihapus pada 2019.

Baca juga:

Berbagai studi menunjukkan bahwa 50% anak berusia 11 hingga 13 tahun di Inggris pernah melihat pornografi.

Para pakar yang bekerja dengan anak-anak mengatakan pornografi memberi mereka pandangan yang tidak sehat tentang seks dan persetujuan (consent), menempatkan mereka dalam bahaya predator dan mungkin membuat mereka tidak melaporkan kekerasan seksual.

Saat mengumumkan rencana verifikasi usia ini, Menteri Ekonomi Digital Chris Philp berkata: "Orang tua berhak merasa aman karena anak-anaknya terlindungi dari hal-hal yang tidak sepatutnya dilihat oleh anak-anak di internet."

Selain diberi kewenangan untuk menjatuhkan denda pada situs-situs porno yang tidak mematuhi aturan, regulator komunikasi Ofcom dapat memblokir mereka sehingga tidak dapat diakses di Inggris.

Pemilik situs-situs terseut juga dapat dianggap bertanggung jawab secara pidana jika mereka tidak bekerja sama dengan Ofcom.

Sebelumnya, RUU Keamanan Online hanya mencantumkan situs porno komersial yang mengizinkan konten dari pengguna (user-generated content, UGC), namun sekarang semua situs porno komersial akan masuk cakupan RUU tersebut.

Andy Burrows, dari Perkumpulan Nasional untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak (NSPCC), menyambut penguatan RUU Keamanan Online ini, namun mengatakan tindakan itu belum cukup jauh.

"Bagus bila pemerintah mendengarkan seruan untuk memperbaiki salah satu celah dalam RUU Keamanan Online dan melindungi anak-anak dari pornografi di manapun itu berada," ujarnya.

"Yang terpenting, mereka juga sudah menanggapi kekhawatiran kami dan menutup 'celah Only Fans' yang akan memungkinkan beberapa situs paling berisiko lolos meskipun mengizinkan anak-anak untuk mengakses materi yang sangat berbahaya.

"Tetapi undang-undang ini masih belum cukup memberikan anak-anak perlindungan yang komprehensif dari kekerasan [seksual] yang dapat dicegah dan konten berbahaya, serta memerlukan penguatan yang signifikan agar sejalan dengan retorika pemerintah, dan memfokuskan pikiran [orang-orang] di puncak perusahaan teknologi pada keselamatan anak."

Usulan untuk membuat orang-orang mengonfirmasi usia mereka sebelum mengakses konten eksplisit di internet pertama kali dicantumkan dalam Undang-Undang Ekonomi Digital yang terbit pada tahun 2017, namun pemerintah tidak pernah menegakkannya.

Usulan tersebut secara resmi dihapus pada 2019, dengan para menteri berjanji bahwa "tindakan lain" akan mencapai hasil yang sama.

Ketika draf pertama RUU Keamanan Online diumumkan tahun lalu, para pegiat keamanan berinternet terkejut karena RUU tersebut tidak mengandung langkah-langkah pencegahan yang sudah lama dijanjikan ini.

Isu privasi

Perusahaan diberi keleluasaan dalam mematuhi aturan baru ini, namun Ofcom dapat merekomendasikan penggunaan teknologi verifikasi usia tertentu.

Namun, pemerintah mengatakan perusahaan tidak boleh memproses atau menyimpan data yang tidak ada hubungannya dengan pengecekan usia seseorang.

Meskipun teknologi verifikasi umur sudah digunakan secara luas di sektor-sektor seperti perjudian online, ada kekhawatiran ia berbahaya bagi privasi.

Para aktivis telah memperingatkan bahwa basis data pengguna pornografi dapat menjadi target empuk untuk diretas oleh para pemeras.

Jim Killock dari Open Rights Group, yang berkampanye untuk menjaga hak-hak dan kebebasan digital, mengatakan bahwa aturan ini akan menguntungkan perusahaan pemilik teknologi verifikasi umur sementara hanya menawarkan "sedikit manfaat bagi keselamatan anak, dan banyak kerugian bagi privasi orang."

"Tidak ada indikasi bahwa usulan kebijakan ini akan melindungi orang-orang dari pelacakan dan pemrofilan karena menonton film porno," ujarnya kepada BBC.

"Kita harus berasumsi kesalahan mendasar tentang privasi dan keamanan mungkin akan terjadi lagi."

Namun Iain Corby, direktur eksekutif Asosiasi Penyedia Verifikasi Umur, mengatakan perusahaan yang ia wakili telah mengembangkan beragam metode untuk membuktikan usia seseorang di dunia maya tanpa mengungkap identitas mereka ke situs web yang mereka kunjungi.

"Dengan menggunakan organisasi pihak ketiga yang independen serta telah diaudit dan disertifikasi untuk mematuhi standar tertinggi perlindungan dan keamanan data, orang dewasa dapat yakin bahwa privasi mereka akan terjaga sedangkan anak-anak akan terlindungi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:05 WIB

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:00 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:25 WIB

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:25 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB