Ungkap Kunci Hadapi Disruptif Teknologi, Lemhanas: Semua Harus Berubah ke Budaya Baru

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 16 Februari 2022 | 14:33 WIB
Ungkap Kunci Hadapi Disruptif Teknologi, Lemhanas: Semua Harus Berubah ke Budaya Baru
Bondan Tiara Sofyan (tengah). (Suara.com/Novian)

Suara.com - Tenaga Ahli Pengkaji Sosial Budaya Lemhanas RI, Prof Bondan Tiara Sofyan mengatakan kunci menghadapi disruptif teknologi yakni harus adanya perubahan yang cepat. Yakni perubahan cara kerja, platform yang baru hingga budaya baru.

"Kuncinya menghadapi disruptif teknologi pastinya adalah semuanya harus berubah, cara kerja berubah, budaya yang baru, platform yang baru dan semuanya yang serba baru, tidak ada yang jala  lain untuk mengakomodasi disruptif teknologi," ujar Bondan dalam diskusi bertajuk " Disruptive Technology Fenomena Tak Berkesudahan, Rabu (16/2/2022).

Sehingga kata Bondan tugas pemerintah, yakni memastikan seluruh Indonesia termasuk di daerah-daerah diuntungkan dengan terjadinya disruptif teknologi. Karenanya, Bondan menekankan pemerintah harus berubah dan harus kompeten sehingga bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk menghadapi disrupsi teknologi. 

"Pemerintah harus berubah, harus kompeten, karena ini is all about technology, sehingga ada hal yang harus dipelajari, harus proaktif mendengarkan perubahan yang cepat sekali dan harus mengeluarkan kebijakan yang tepat, enak diomongin tapi enggak terlalu mudah untuk dilaksanakan," paparnya.

Bondan membeberkan enam hal yang harus dilakukan pemerintah. Yang pertama, menjadikan transformasi digital prioritas. Menurutnya, hal tersebut sering disampaikan Presiden Jokowi bahwa negara yang cepat akan menjadi pemenang di tengah situasi global seperti saat ini.

"Saya pikir pak Jokowi sudah berkali-kali menyampaikan ini bahwa yang menang itu yang lebih cepat. Kita mungkin merasa cepat tapi harus lihat kanan kiri dan untuk  bisa lebih cepat kita harus melakukan transformasi digital, ini harus dilakukan untuk seluruh level pemerintah untuk seluruh ekosistem," ucap Bondan.

Transformasi digital sebagai prioritas yakni di antaranya membuat rencana kerja.

"Kita definisikan visi bersama bahwa transformasi digital ini is a must, harus, dan kita memobilisasi masyarakat termasuk di dalamnya, adalah birokrat dan membuat rencana kerja,  yang mulai dari administrasi dan seterusnya," ungkap Bondan.

Hal yang kedua, yakni menggunakan e-government sebagai jangkar perubahan di semua sektor.  

Bondan menuturkan seluruh sektor publik perlu digitalisasi dengan perubahan proses, budaya dan model layanan yang harus dengan citizen centric goverment. Yaitu pelayanan masyarakat yang bersifat one to one, bukan lagi one to many.

"Seperti biasanya kita datang ke kantor kelurahan, numpuk dokumen dan semuanya tidak dilayani secara secara personal ya, karena semuanya secara sesuai dengan prosedur," ucap dia.

Selain itu, pemerintah  juga harus melibatkan swasta dalam implementasi w-goverment agar lebih efisien dan menguatkan ekonomi serta memberikan kesempatan bagi start up (perusahaan rintisan). Selanjutnya kata Bondan, hal ketiga yakni pemeintah harus menyediakan konektivitas internet pita lebar.

Keempat, yakni membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat dan terbuka, kelima menstimulasi dunia bisnis untuk melakukan transformasi digital secara mandiri. Lanjut Bondan, keenam yaitu pemerintah juga harus membangun SDM digital. 

Yakni mendorong science, technology, engineering, and mathematics (STEM) di level pendidikan tinggi dan menengah, mendorong akses digital pada pendidikan dasar dan meningkatkan literasi digital pada masyarakat umum.

"Lalu menjaga lapangan kerja bukan denga memperlambat penggunaan teknologi yang menghilangkan lapangan pekerjaan, tetapi mempercepat teknologi yang menciptakan lapangan kerja baru, inovasi yang bersifat efisiensi menghilangkan pekerjaan, namun sebaliknya disrupsi yang menciptakan  pasar baru, menciptakan pekerjaan baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Memaksakan Ide soal Polri, Gerindra ke Gubernur Lemhannas: Jangan Banyak Eksperimen

Sebut Memaksakan Ide soal Polri, Gerindra ke Gubernur Lemhannas: Jangan Banyak Eksperimen

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 11:59 WIB

Soal Usulan Polri di Bawah Kementerian, Legislator PAN: Tidak Tepat, Perlu Kajian Mendalam

Soal Usulan Polri di Bawah Kementerian, Legislator PAN: Tidak Tepat, Perlu Kajian Mendalam

News | Senin, 03 Januari 2022 | 17:12 WIB

Gubernur Lemhanas Dikritik Anggota DPR, Soal Polisi di Bawah Dewan Keamanan Nasional

Gubernur Lemhanas Dikritik Anggota DPR, Soal Polisi di Bawah Dewan Keamanan Nasional

News | Senin, 03 Januari 2022 | 15:55 WIB

DPR Sayangkan Gubernur Lemhanas Lempar Isu Polri Di Bawah Kemendagri

DPR Sayangkan Gubernur Lemhanas Lempar Isu Polri Di Bawah Kemendagri

News | Senin, 03 Januari 2022 | 09:45 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB