Invasi Rusia ke Ukraina Dimulai, Sebenarnya Apa yang Diinginkan Putin?

SiswantoABC Suara.Com
Kamis, 24 Februari 2022 | 14:52 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina Dimulai, Sebenarnya Apa yang Diinginkan Putin?
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS)

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia telah mengizinkan operasi militer khusus di wilayah Donbass Ukraina.

Dalam sebuah pidato di TV Rusia, Putin mengatakan dia tidak berencana untuk menduduki wilayah Ukraina dan telah meminta tentara Ukraina untuk segera meletakkan senjata mereka.

Pernyataan itu dilontarkan Putin saat Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat yang kedua minggu ini.

Kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah dimulai.

Beberapa telah dilaporkan di Kyiv, Kharkiv, Kramatorsk dan bagian lain negara itu.

Dengan ketegangan antara Ukraina dan Rusia pada titik puncaknya, semua mata tertuju pada tokoh yang menjadi pusat krisis, Vladimir Putin.

Pemimpin Rusia itu tidak menunjukkan tanda-tanda mundur, walaupun ada kecaman dan sanksi internasional.

Jadi sebenarnya, apa yang dia inginkan dari situasi ini?

Meskipun Putin telah lama vokal tentang keyakinannya bahwa Ukraina berada di wilayah teritorial Rusia kuno, perang habis-habisan masih merupakan usulan yang berisiko.

Sebagian besar orang Rusia masih mendukung Kremlin dan menyalahkan Barat atas krisis saat ini, menurut Lavada, satu-satunya lembaga jajak pendapat independen.

Baca Juga: Rusia Lancarkan Operasi Militer di Ukraina, PBB Gelar Pertemuan Darurat

Namun, sebuah jajak pendapat dari tahun lalu menemukan bahwa hanya 43 persen responden percaya Rusia harus campur tangan dalam konflik di Ukraina timur.

Sebaliknya, sekitar 86 persen responden mendukung Vladimir Putin ketika dia mencaplok Krimea — wilayah Ukraina lainnya — pada tahun 2014.

"Ini bukan tentang Rusia. Ini tentang Putin … dan lingkaran kecil orang-orang di sekitarnya yang mendominasi negara ini," kata Mark Galeotti, seorang ahli urusan keamanan Rusia, kepada Vox.

"Ini adalah pandangan sekelompok orang tua yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka bukan lagi negara adidaya."

Putin tampaknya dimotivasi oleh tiga faktor utama: keyakinan yang kuat pada supremasi Rusia, ketakutan akan meningkatnya pengaruh Barat, dan ketidakmampuan untuk menolak pertaruhan berisiko tinggi dengan peluang menang yang tampaknya mustahil.

Mencegah runtuhnya kerajaan

Putin selalu terbuka tentang perasaannya tentang runtuhnya Uni Soviet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI