Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis

Bella Suara.Com
Minggu, 08 Maret 2026 | 17:45 WIB
Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis
Donald Trump [The White House]
Baca 10 detik
  • Associate Professor Uhamka, Emaridial Ulza, menilai pernyataan Trump tentang kekalahan Iran adalah retorika politik, bukan fakta kondisi riil.
  • Emaridial menyebut Trump sering menggunakan klaim kemenangan sebagai strategi psikologis untuk menekan lawan dalam negosiasi.
  • Indonesia berpeluang menjalankan peran diplomasi peredam ketegangan Iran-AS melalui forum internasional seperti OKI.

Suara.com - Associate Professor dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Emaridial Ulza, menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Iran lebih merupakan retorika politik daripada gambaran kondisi nyata di lapangan.

Pernyataan itu merujuk pada unggahan Trump di platform Truth Social yang menyebut Iran sebagai "The Loser of the Middle East" dan menggambarkan negara tersebut telah “menyerah” setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam unggahan itu, Trump juga menyebut Iran bukan lagi "Pengganggu Timur Tengah", melainkan "Pecundang Timur Tengah".

Menurut Emaridial, gaya komunikasi Trump kerap menonjolkan klaim kemenangan untuk menekan lawan secara psikologis.

"Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis," kata Emaridial dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia itu menilai pernyataan Trump juga mengandung kontradiksi yang menunjukkan situasi konflik di lapangan kemungkinan jauh lebih kompleks, bahkan bisa menandakan Amerika Serikat berada dalam posisi tertekan.

Ia menjelaskan bahwa dalam banyak konflik internasional, deklarasi kemenangan sepihak sering kali digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membentuk opini publik.

Emaridial menilai pola komunikasi semacam itu sudah beberapa kali muncul dalam berbagai isu internasional, termasuk saat negosiasi dagang Amerika Serikat dengan China, krisis di Korea Utara, hingga konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, klaim Trump bahwa Iran telah menyerah lebih tepat dilihat sebagai upaya membangun narasi kemenangan bagi konsumsi domestik dan komunitas internasional.

"Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik. Apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti Britania Raya atau juga Spanyol menyusul Jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi," ucap Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Hubungan Luar Negeri itu.

Baca Juga: Siapa Profesor Jiang Xueqin? Sosok yang Ramal AS Kalah Perang Lawan Iran

Ia juga menilai saat ini baik Amerika Serikat maupun Iran berada dalam posisi yang sama-sama tertekan sehingga diperlukan pihak penengah untuk meredakan ketegangan.

Dalam konteks tersebut, Emaridial menilai Indonesia memiliki peluang memainkan peran diplomasi melalui forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

"Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung, walaupun tidak secara langsung, minimal niat baik Presiden Prabowo sedikit mengurangi ketegangan dengan segala konsekuensi yang didapatkan," tutur Emaridial Ulza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI