Hal itu terjadi sebab ayah dari sender pernah akan bertengkar dengan si tetangga kalau tidak dipisahkan ibunya dan ketua RT.
Warga sekitar memilih lakukan ini

Warga sekitar memilih untuk mengeluarkan si tetangga baru ini dari grup WhatsApp komplek.
Warga juga memilih untuk tidak menggubris dan menutup pagar rumah mereka dari si tetangga.
Semenjak istri dari si tetangga kabur sambil membawa sepeda motor, dia semakin menjadi-jadi.
Dia seperti orang kesetanan yang berterika-teriak di pagi hari sambil membawa golok kadang mengeluarkan kata makian.
Anak-anak si tetangga juga mulai jarang keluar rumah. Setiap siang si tetangga ini pergi entah kemana namun pulangnya terkadang malam hari.
Si tetangga tersebut hampir setiap hari membentak anak-anaknya. Semakin lama kabar dari si tetangga tidak terdengar oleh sender.
Akhirnya sewaktu keluarga sender melakukan tasyukuran karena kakaknya lolos CPNS, si tetangga datang ke rumahnya.
Walaupun keluarga sender sebenarnya tidak mengundang si tetangga itu. Tetapi si tetangga datang tak lupa memberi ucapan selamat dan ikut makan ditasyakuran rumah sender.
Selama acara berlangsung, si tetangga terlihat dicuekkan oleh bapak-bapak di sana. Dari acara tasyukuran tadi, diketahui jika si tetangga bekerja sebagai tukang ikan di pasar.
Kerjanya si tetangga ini membersihkan ikan-ikan dan digaji harian. Dilain sisi anak-anak si tetangga harus putus sekolah sehingga setiap hari hanya membersihkan rumah.
Sender yang curhat soal si tetangga merasa bingung, apakah warga sekitar harus membantu atau mendiamkan saja si tetangga seperti sebelumnya?
Pengguna Twitter memberikan pendapat mereka soal pertanyaan yang diajukan sender.
"Bantuin, nder. Mungkin itu bisa jadi turning point dia. Kelihatan si bapak masih bisa dapat hidayah dilihat dari dia masih mau kerja apa aja sejak istrinya kabur," kata seorang pengguna Twitter.
"Kalian tetangga jangan musuhin itu bapak tapi coba rangkul dan kasih bantuan. Omongkan baik-baik juga ke bapak itu untuk kontrol emosinya," imbuh yang lain.
"Bantu sebisanya saja nder, husnuzon saja dulu. Anak-anak mereka juga kena dampak dari pertengkaran orang tuanya, kasihan," ucap lainnya.
"Langsung kepikiran anak-anaknya. Apa dinas terkait kayak dinsos begitu bisa turun tangan yah?" sahut pengguna Twitter lain.
Kontributor : Haqia Alfariz Ramadhani