Sebut Konflik Rusia-Ukraina Perang Antar-Negara Adidaya, Anis Matta: Selamat Datang Tatanan Dunia Baru

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 03 Maret 2022 | 12:48 WIB
Sebut Konflik Rusia-Ukraina Perang Antar-Negara Adidaya, Anis Matta: Selamat Datang Tatanan Dunia Baru
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menilai konflik antara Rusia dan Ukraina saat ini harus dipandang sebagai perang supremasi, bukan lagi sekadar proxy, yaitu perang antarnegara adidaya Rusia dengan Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini perang antarnegara adidaya, sementara Ukraina menjadi korban atau collateral damage," kata Anis dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu dalam Gelora Talk bertajuk Perang Rusia vs Ukraina, Apa Dampaknya pada Peta Geopolitik Dunia? pada hari Rabu (2/3).

Kalau negara adidaya yang berperang, menurut dia, tidak ada aturan lagi dan tidak ada yang bisa mengatur serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengalami disfungsi, termasuk Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itu, kata dia, perang tersebut akan mendekati titik ledak yang lebih besar sehingga Indonesia perlu mengantisipasinya. Masahnya, cepat atau lambat Indonesia bisa terseret dalam dampak perang tersebut.

Anis Matta mengatakan bahwa dunia saat ini akan menantikan tatanan dunia baru di tengah krisis berlarut, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perang Rusia dan Ukraina, yang akan berujung pada konflik berlarut secara global.

"Jadi, kita sekarang sedang menantikan 'tatanan dunia baru', ini yang kita khawatirkan. Ini yang akan terjadi pemenanglah yang akan menentukan aturan, ini arah dunia yang sedang terjadi," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa pembentukan tatanan dunia baru berbeda dengan tatanan dunia lama oleh pemenang Perang Dunia II.

Menurut dia, pembentukan tatanan dunia baru akan ditentukan oleh proses rasional masyarakat global karena dunia makin terintegrasi.

baca juga

"Akan tetapi, bisakah kita sampai pada tatanan dunia baru yang tidak terlalu berdarah? Ini arah yang kita inginkan," ujarnya.

Anis mengemukakan bahwa Indonesia bisa mencoba membangun satu kekuatan baru di tengah konflik global ini dengan politik bebas aktif seperti yang telah digagas para pendiri bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, dia menilai perang Rusia dan Ukraina bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk membuat satu peta jalan atau road map sejarah baru bagi dunia.

"Kita sedang menghadapi konflik berlarut yang akan melemahkan semua negara. Perang Rusia dan Ukraina seperti gong yang mengatakan, 'Selamat Tinggal Tatanan Dunia Lama dan Selamat Datang Tatanan Dunia Baru," katanya. 

Ia berharap Indonesia mengambil peran untuk menentukan tatanan dunia baru ini, yakni sebagai kekuatan besar dunia pascaruntuh negara adidaya nanti.

Diskusi yang digelar secara daring ini menghadirkan narasumber pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Cina Imron Cotan, dan mantan Dubes Indonesia untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Roman Abramovich, Pengusaha yang Sulap Chelsea Jadi Tim Besar Inggris

Profil Roman Abramovich, Pengusaha yang Sulap Chelsea Jadi Tim Besar Inggris

Bola | Kamis, 03 Maret 2022 | 10:56 WIB

Konsekuensi Mahal Invasi Ke Ukraina, 498 Tentara Rusia Tewas Dan 1.597 Luka-luka

Konsekuensi Mahal Invasi Ke Ukraina, 498 Tentara Rusia Tewas Dan 1.597 Luka-luka

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 07:47 WIB

Presidensi G20 Indonesia: Momentum Merespons Krisis Keamanan Rusia-Ukraina

Presidensi G20 Indonesia: Momentum Merespons Krisis Keamanan Rusia-Ukraina

Your Say | Kamis, 03 Maret 2022 | 07:07 WIB

Joe Biden Beri Pesan Persatuan di Tengah Perpecahan Domestik AS dan Konflik Rusia-Ukraina

Joe Biden Beri Pesan Persatuan di Tengah Perpecahan Domestik AS dan Konflik Rusia-Ukraina

Video | Kamis, 03 Maret 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×