Roscosmos Rusia Setop Pasok Roket untuk NASA: Biar Astronot Amerika Serikat Terbang Pakai Sapu

Reza Gunadha | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 05 Maret 2022 | 16:54 WIB
Roscosmos Rusia Setop Pasok Roket untuk NASA: Biar Astronot Amerika Serikat Terbang Pakai Sapu
Badan Antariksa Rusia, Roscosmos. [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat menerapkan banyak embargo kepada Rusia, setelah konflik Ukraina meruncing dengan Presiden Vladimir Putin menggelar operasi militer khusus.

Salah satu dampaknya adalah terhentinya pasokan mesin roket dari Rusia untuk Badan Antariksa AS atau NASA.

Dimitry Rogozin, CEO Roscosmos, saat wawancara dengan jaringan televisi Rossiya-24, menegaskan perusahannya tak lagi memasok roket untuk NASA.

"Dalam situasi ini, kami tidak dapat lagi memasok AS dengan mesin roket kami yang terbaik di dunia. Biarkan mereka terbang dengan sesuatu yang lain, seperti sapu atau apa pun," kata Rogozin, menurut kantor berita Interfax.

"Tapi setidaknya kami juga membekukan pengiriman kami," imbuhnya.

Menurut kepala Roscosmos, Rusia telah mengirimkan 122 mesin RD-180 ke AS sejak 1990-an. Sebanyak 98 di antaranya telah digunakan untuk menggerakkan kendaraan peluncuran Atlas.

Rogozin juga mengatakan kepada Rossiya-24, Rusia akan berhenti bekerja sama dengan Jerman dalam eksperimen bersama di Stasiun Luar Angkasa Internasional atas keputusan Uni Eropa UE.

Ilustrasi NASA . [REUTERS/THOM BAUR/ANTARA]
Ilustrasi NASA . [REUTERS/THOM BAUR/ANTARA]

Namun komisioner UE untuk ruang angkasa, Thierry Breton tidak menganggap penting keputusan Rusia.

Ia menyatakan, keputusan Rusia tidak akan memiliki konsekuensi bagi Galileo atau sistem navigasi satelit ESA serta Copernicus (proyek pengamatan Bumi ESA).

"Kami akan mengambil semua keputusan yang relevan dalam menanggapi keputusan ini pada waktunya, dan terus mengembangkan generasi kedua dari dua infrastruktur ruang angkasa berdaulat untuk Uni Eropa," kata Breton dalam sebuah pernyataan.

"Kami siap untuk bertindak tegas, bersama dengan negara-negara anggota, untuk melindungi infrastruktur penting ini jika terjadi agresi, dan terus mengembangkan Ariane 6 dan VegaC untuk memastikan otonomi strategis Eropa di bidang peluncur," imbuhnya.

NASA sendiri berlum memberi tanggapan terhadap pernyataan petinggi Rusia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Umumkan Gencatan Senjata di 2 Kota agar Bisa Bikin Jalur Kemanusiaan Evakuasi Warga Sipil Ukraina

Rusia Umumkan Gencatan Senjata di 2 Kota agar Bisa Bikin Jalur Kemanusiaan Evakuasi Warga Sipil Ukraina

News | Sabtu, 05 Maret 2022 | 15:27 WIB

GSBI: Setop Operasi Militer Rusia! AS - NATO Harus Berhenti Menghasut Perang di Ukraina

GSBI: Setop Operasi Militer Rusia! AS - NATO Harus Berhenti Menghasut Perang di Ukraina

News | Sabtu, 05 Maret 2022 | 14:20 WIB

Sedih! Kisah Bocah di Ukraina Harus Tinggalkan Ayahnya di Kyiv, Demi Mengungsi ke Polandia

Sedih! Kisah Bocah di Ukraina Harus Tinggalkan Ayahnya di Kyiv, Demi Mengungsi ke Polandia

Video | Sabtu, 05 Maret 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB