Apakah Bom Vakum dan Bagaimana Daya Perusaknya?

Siswanto, Deutsche Welle

Minggu, 06 Maret 2022 | 12:58 WIB
Apakah Bom Vakum dan Bagaimana Daya Perusaknya?
DW

Suara.com - Ukraina menuduh Rusia meledakkan bom vakum dalam serangan ke wilayahnya. Apa sebenarnya bom vakum itu. Apakah ini senjata baru, sedahsyat apa efeknya dan apa konsekuensi pengerahan senjata semacam itu?

Bom Vakum, atau juga disebut Bom Aerosol adalah senjata "thermobaric" yang memanfaatkan oksigen di sekitarnya untuk memicu ledakan bersuhu tinggi.

Berbeda dengan bom konvensional, yang bahan peledaknya biasanya merupakan campuran dari bahan bakar dan bahan pengoksidasi, dengan komposisi 25% bahan bakar dan 75 persen pengoksidasi, bom thermobaric menggunakan 100% bahan bakar.

Bom Vakum memanfaatkan oksigen di sekitarnya untuk memicu ledakan, yang lebih energetis dibanding bom konvensional dalam bobot dan volume yang sama.

Bom ini bekerja dalam dua fase. Fase pertama, bahan bakar bom, baik berupa bahan bakar berbasis karbon atau logam, menyebar berupa partikel halus di udara atau aerosol dan meledak.

Ledakannya menyedot oksigen dari udara, karena bom tidak mengandung bahan pengoksidasi.

Setelah letusan deflagasi dan gelombang ledakan, tercipta efek vakum atau hampa udara atau lebih tepat lagi fase tekanan negatif. Gelombang ledakan dari bom thermobaric bertahan lebih lama dibanding gelombang serupa dari bom konvensional.

Bagaimana daya perusak Bom Vakum?

Daya perusak bom vakum atau bom aerosol ini bagi manusia sangat mengerikan. Orang yang berada di pusat ledakan bisa langsung menguap jadi abu.

baca juga

Sementara orang yang berada di dalam radius ledakan sekitar empat kilometer juga akan tewas, baik karena gelombang ledakan yang menghancurkan organ dalam tubuh atau akibat kehabisan oksigen yang tersedot ledakan atau juga akibat radiasi panas ekstrim dari ledakan bom.

Sementara orang yang berada di luar radius ledakan, tapi relatif masih terpapar gelombang ledakan akan mengalami pecah gendang telinga, kebutaan, gegar otak berat atau juga robek paru-parunya.

Apakah ini senjata baru?

Bom Vakum tidak termasuk senjata baru. Laporan pertama pengembangan senjata thermobaric bisa dirunut ke Jerman saat perang dunia kedua. Beberapa negara sudah mengembangkan senjata thermobaric ini sejak tahun 1960-an.

Terutama dua negara adidaya saat itu, Uni Sovyet dan Amerika Serikat berlomba mengembangkannya. Akibat desainnya yang memiliki daya perusak yang cukup hebat, bom vakum atau juga disebut bom aerossol ini, dijulukibom atom negara miskin.

Tapi selain kedahsyatan dan kengerian efek perusaknya, bom vakum juga punya kelemahan.

Karena memerlukan oksigen untuk meledak hingga dijuluki peledak udara-bahan bakar, bom ini tidak efektif jika digunakan di bawah air, pada ketinggian tertentu atau pada saat cuaca buruk.

Bom ini efektif digunakan untuk menghancurkan bangunan atau infrastruktur di ruang terbuka, seperti gedung perkantoran, markas militer, gudang senjata atau juga apartemen di kawasan pemukiman.

Bom vakum juga efektif digunakan menyasar target di dalam gua, bunker perlindungan dan sejenisnya.

Apakah sebelumnya bom ini pernah digunakan?

Bom yang bisa ditembakkan dari kendaraan pelontar rudal di darat atau dari pesawat tempur ini, seperti dari pelontar rudal Rusia TOS-A1, sudah berulang kali digunakan dalam perang.

Dua negara yang tercatat memiliki bom vakum dalam jumlah signifkan dan menggunakannya dalam perang adalah Rusia dan Amerika Serikat. Rusia dituduh menggunakan bom vakum ini dalam perang di Chehnya tahun 1990-an.

Juga penguasa Suriah, dituduh menggunakan bom vakum dalam perang di Allepo tahun 2016.

Tudingan terbaru kepada Moskow, adalah penggunaan bom vakum ini dalam perang di Ukraina tahun 2022 ini.

Sementara Amerika Serikat diduga menggunakan bom vakum semacam itu tahun 1970-an dalam perang Vietnam. Setelah itu di Afganistan tahun 2002 untuk menghancurkan jaringan gua tempat persembunyian milisi Taliban dan Al Qaeda di kawasan sekitar Gardez di selatan Afganistan.

Itu sebabnya bom vakum juga disebut "bom penghancur bunker” AS juga menggunakan bom yang dijuluki"Induknya semua bom” itu pada tahun 2017 untuk menghancurkan kawasan pertahanan Islamic State di Afganistan.

Tentara Amerika ketika itu menggunakan pesawat terbang untuk membombardir kawasan kubu ISIS.

Konvensi Jenewa sebetulnya tidak secara eksplisit melarang penggunaan bom semacam itu dalam pertempuran yang menarget sasaran militer.

Namun jika digunakan menarget sasaran sipil, pelakunya bisa didakwa melakukan kejahatan perang dan diseret ke mahkamah kejahatan internasional. as/ (dari berbagai sumber)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top

Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:11 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?

PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:34 WIB

Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?

Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:55 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang

4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:30 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:21 WIB

Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek

Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

×