Array

Anies dan Prabowo Kemungkinan Berduel saat Pilpres Nanti, Siapa yang Lebih Unggul?

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Senin, 07 Maret 2022 | 12:53 WIB
Anies dan Prabowo Kemungkinan Berduel saat Pilpres Nanti, Siapa yang Lebih Unggul?
Ilustrasi pemilu (123rf)

Suara.com - Dalam skenario lembaga survei Development Technology Strategy (DTS), menempatkan dua nama yang kemungkinan bisa head to head pada Pilpres 2024.

Merlansir wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, hasil survei tersebut memperlihatkan dua nama jika pun pilpres berlangsung putaran kedua, yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menganalisa, jika dua nama head to head peluang yang bisa terjadi justru Anies dan Prabowo.

"Anies memang terlihat trennya lebih bagus ke depannya ketimbang Prabowo, kalau misalnya kalau tidak ada calon lain, head to head Anies versus Prabowo. Tetapi kans Anies lebih menjual dan lebih punya peluang memenangkan kontestasi elektoral," ujar Pangi Syarwi.

Kepala daerah yang dinominasikan oleh publik, memang lebih dinilai oleh masyarakat. Karena mereka lebih gampang melihat calon pemimpin yang kinerjanya riil dan konkret.

"Saya melihat publik lebih mudah menilai kinerja kepala daerah, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, riil dan lebih kongkret dibandingkan ketua partai dan menteri. Kerjanya lebih bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Kontestasi 2024 memang masih beberapa tahun lagi. Maka menurutnya, masih ada waktu untuk menaikkan rating dan elektoral bagi kandidat-kandidat lainnya.

Walau dia melihat ada kemungkinan penurunan jika tidka menjadi pejabat publik lagi dan tidak menjadi sorotan media.

"Perilaku pemilih masih tetap lebih melihat kinerja prestasi dan itu harus mudah diketahui publik atau masyarakat terkait apa yang mereka kerjakan, sehingga kerja kepala daerah adalah kerja elektoral," ujar Pangi.

Baca Juga: Aktivis 98 Desak Polri Tindak Kelompok yang Ingin Menunda Pemilu 2024

Keberhasilan kepala daerah, kata Pangi, adalah bonus elektoral bagi dia untuk menaikkan popularitas, akseptabilitas hingga tingkat keterpilihan atau elektabilitas calon yang berangkat dari kepala daerah tersebut.

"Jadi pilpres itu sebetulnya hanya bonus, yang dilihat publik apa yang mereka bisa lakukan, apa bukti kinerjanya, sehingga masyarakat bisa yakin untuk memilihnya," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI