Tewas Dibunuh OPM, Keluarga di Jakarta Menanti-nanti Kepulangan Jenazah Syahril: Kami Belum Tenang

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 08 Maret 2022 | 17:13 WIB
Tewas Dibunuh OPM, Keluarga di Jakarta Menanti-nanti Kepulangan Jenazah Syahril: Kami Belum Tenang
Karangan bunga ucapan duka cita terhadap karyawan Palapa Timur Telematika yang tewas dibunuh OPM. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Jenazah Syahril Nurdiansyah (22), satu dari delapan korban tewas akibat penyerangan Tentara Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Beoga, Puncak, Papua sedang dipulangkan ke Jakarta. Pihak keluarga pun berharap agar jenazah Syahril segera tiba agar bisa dimakamkan dengan segera.

Demikian hal itu disampaikan Sandi (40) kakak tertua almarhum Syahril saat dijumpai di rumah duka di kawasan Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022). Rencananya, Syahril akan dimakamkan di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Saya berharap jenazah adik saya tiba di Jakarta. Dari Jakarta ke rumah duka dulu, rumah orang tua saya. Baru kami ke pemakaman di Bojong Gede," kata Sandi.

Sandi, Kakak tertua Syahril menantikan kedatangan jenazah sang adik yang meninggal usai diserang TPNPB-OPM di Papua. [Suara.com/Yosea Arga]
Sandi, Kakak tertua Syahril menantikan kedatangan jenazah sang adik yang meninggal usai diserang TPNPB-OPM di Papua. [Suara.com/Yosea Arga]

Sandi kekinian mengaku lebih merasa lega usai mendapat kabar bahwa jenazah adiknya telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Hal itu berbeda ketika pertama kali mendapat kabar duka ihwal kematian Syahril.

"Tapi sekarang sudah ada titik terang karena sudah dievakuasi dan diurus kepulangannya. Saya lebih tenang sebelum ada evakuasi. Namanya kami umat muslim, ketika ada yang meninggal berharap secepatnya dipulangkan agar bisa dimakamkan. Kasihan sudah terlalu lama," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sawaludin (62), ayah dari Syahril. Dia berharap agar jenazah anaknya segera sampai di Jakarta agar segenap keluarga di Jakarta menjadi tenang.

"Yang penting jenazah dia (Syahril) cepat dibawa ke Jakarta biar segera dimakamkan. Biar keluarga tenang juga," papar Sawaludin.

Nisan kayu untuk pemakaman Syahril yang tewas saat penyerangan TPNB-OPM di Papua, beberapa waktu lalu. [Suara.com/Yosea Arga]
Nisan kayu untuk pemakaman Syahril yang tewas saat penyerangan TPNB-OPM di Papua, beberapa waktu lalu. [Suara.com/Yosea Arga]

Pamit ke Papua

Almarhum Syahril sudah hampir empat bulan bekerja di Papua. Sawaludin masih ingat betul peristiwa ketika sang anak meminta izin untuk berangkat ke sana.

baca juga

"Dia izin mau kerja di Papua saat itu. Tapi saya larang," sambungnya. "Jangan, di sana (Papua) bahaya, di sana kan daerah konflik," ucap Sawaludin menirukan percakapan saat itu.

Hematnya, Syahril urung berangkat ke Papua dan melanjutkan pekerjaannya sebagai kurir makanan di salah satu platform belanja. Saat itu, almarhum Syahril masih menuruti nasihat sang ayah dan tetap berada di Jakarta hampir satu bulan.

Suatu malam, sepulang bekerja dan tiba di rumah, Syahril mendekat ke arah Sawaludin. Kepada Sawaludin, Syahril kembali meminta restu agar bisa berangkat ke Papua untuk bekerja.

"Pak, tolong ambilin tas dan baju," ucap Syahril saat itu.

"Mau jalan-jalan ke mana," balas sang ayah.

Ayah Syahril, Sawaludin saat ditemui di rumahnya. Syahril jadi korban tewas penyerangan TPNB-OPM. [Suara.com/Yosea Arga]
Ayah Syahril, Sawaludin saat ditemui di rumahnya. Syahril jadi korban tewas penyerangan TPNB-OPM. [Suara.com/Yosea Arga]

"Saya mau ke Papua," beber Syahril.

"Lu pikir dua kali coba, itu kan daerah konflik. Udah kerja di sini saja," balas Sawaludin.

"Sudah dibelikan tiket," kata Syahril menutup perbincangan malam itu.

Demikian percakapan yang masih segar dalam ingatan Sawaludin. Usai peristiwa itu, Syahril langsung bergegas ke Depok, Jawa Barat untuk memberi tahu soal keberangkatannya ke Papua pada sang istri.

Beberapa hari kemudian, ponsel genggam yang ada di rumah Sawaludin berdering. Sebuah panggilan mewartakan kalau Syahril sudah berada di Papua.

"Pak, saya sudah sampai Papua. Saya sudah kerja di bagian lapangan, tapi di bawah," kata Syahril.
Sawaludin berpesan, "Ya sudah, hati-hati."

Syahril juga mengirim sejumlah foto. Pada gambar yang diterima saat itu, Sawaludin melihat alat-alat material di tempat sang anak bekerja.

Karangan bunga ucapan duka cita terhadap karyawan Palapa Timur Telematika yang tewas dibunuh OPM. (Suara.com/Arga)
Karangan bunga ucapan duka cita terhadap karyawan Palapa Timur Telematika yang tewas dibunuh OPM. (Suara.com/Arga)

Berbulan-bulan kemudian, tepat di tanggal 3 Maret 2022, sejumlah media massa melaporkan berita penyerangan di Beoga, Puncak, Papua. Delapan orang dilaporkan tewas.

Pantauan di rumah duka, karangan bunga dari Palapa Timur Telematika terpampang di pinggir jalan. Para pelayat  --sanak saudara hingga tetangga -- silih berganti berdatangan.

Sawaludin dan keluarga hingga kekinian juga masih menunggu kepulangan jenazah Syahril. Nisan berbahan dasar kayu berwarna putih dengan nama Syahril Bin Sawaludin juga sudah disiapkan oleh pihak keluarga.

Penyerangan terhadap karyawan PT PTT ini sebelumnya terjadi pada Rabu (2/3/2022) lalu. Dalam peristiwa ini delapan karyawan meninggal dunia dan satu selamat atas nama Nelson Sarira.

Delapan korban meninggal dunia itu ialah tiga karyawan PTT, yaitu Billy Garibaldi, Renal Tegasye Tentua, dan Bona Simanulang; seorang warga yang menjadi pemandu Gogon atau Bebi Tabuni; serta empat karyawan kontraktor yakni Jamaluddin, Syahril Nurdiansyah, Ibo, serta Eko Septiansyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kakak Syahril yang Jadi Korban Tewas Penyerangan TPNPB-OPM di Papua: Kami Syok Ketika Dengar Kabar Itu

Dua Kakak Syahril yang Jadi Korban Tewas Penyerangan TPNPB-OPM di Papua: Kami Syok Ketika Dengar Kabar Itu

News | Selasa, 08 Maret 2022 | 17:03 WIB

Tewas di Tangan OPM, Perjumpaan Terakhir Syahril ke Ayahnya, Mendadak Minta Disiapkan Tas dan Baju

Tewas di Tangan OPM, Perjumpaan Terakhir Syahril ke Ayahnya, Mendadak Minta Disiapkan Tas dan Baju

News | Selasa, 08 Maret 2022 | 16:17 WIB

Dibunuh Kelompok OPM, Begini Proses Evakuasi 8 Jenazah Karyawan Palapa Timur Telematika di Papua

Dibunuh Kelompok OPM, Begini Proses Evakuasi 8 Jenazah Karyawan Palapa Timur Telematika di Papua

News | Selasa, 08 Maret 2022 | 13:00 WIB

Delapan Karyawan PTT Tewas Akibat Serangan OPM di Puncak Papua, TNI-Polri Targetkan Hal Ini

Delapan Karyawan PTT Tewas Akibat Serangan OPM di Puncak Papua, TNI-Polri Targetkan Hal Ini

Sumsel | Senin, 07 Maret 2022 | 08:16 WIB

Terkini

Liga Aspal dan Mimpi Anak-anak di Tengah Kota Jakarta

Liga Aspal dan Mimpi Anak-anak di Tengah Kota Jakarta

Foto | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:00 WIB

Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing

Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:50 WIB

Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang

Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:48 WIB

Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah

Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:46 WIB

Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini

Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:40 WIB

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:34 WIB

5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu

5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:30 WIB

Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park

Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:27 WIB

Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027

Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:26 WIB

Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum

Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:25 WIB

×