Korea Utara Menggenjot Pembangunan di Situs Nuklir Punggye-ri

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 09 Maret 2022 | 10:54 WIB
Korea Utara Menggenjot Pembangunan di Situs Nuklir Punggye-ri
DW

Suara.com - Citra satelit menampilkan kegiatan konstruksi di sebuah situs nuklir Korea Utara yang ditutup sejak 2018. Analis keamanan mewanti-wanti Pyongyang bisa melanjutkan ujicoba senjata nuklir berskala besar tahun ini.

Citra yang ditangkap sebuah satelit komersil pada Jumat (4/3) pekan lalu itu menunjukkan tanda-tanda meningkatnya aktivitas pembangunan di situs Punggye-ri, timur laut Korea Utara.

Analis menyimpulkan, Korut sedang membangun sebuah gedung baru dan merenovasi kompleks bangunan yang sudah ada.

"Pekerjaan konstruksi dan perbaikan mengindikasikan, Korea Utara sudah membuat keputusan terkait status situs ujicoba itu,” menurut laporan lembaga pemantau nonproliferasi nuklr, James Martin Center (CNS) di California, AS, Senin (7/3).

Korut melakukan ujicoba sejumlah sistem peluru kendali pada Januari silam, termasuk sebuah rudal hipersonik.

Pyongyang juga dicurigai sedang mempersiapkan peluncuran satelit mata-mata dalam waktu dekat.

Citra satelit itu juga mengindikasikan Korea Utara kembali menggiatkan aktivitas di instalasi nuklir terbesarnya di Yongbyon, yang ditandai dengan meningkatnya volume limbah buangan.

Fasilitas itu selama ini digunakan Korut untuk memerkaya uranium. Adapun situs Punggye-ri ditutup sejak Pyongyang memberlakukan moratorium ujicoba nuklir pada 2018.

Saat itu Korut mengklaim akan menghancurkan jejaring terowongan bawah tanah, menutup pintu masuk dan menutup semua fasilitas laboratorium dan pengembangan.

baca juga

Namun menyusul mandeknya perundingan denukllirisasi dengan AS setahun kemudian, Kim Jong Un mengatakan dirinya tidak lagi merasa terikat kepada moratorium tersebut.

Ujicoba senjata nuklir Analis di James Martin Centre menulis, pihaknya kesulitan menyimpulkan apa yang sedang dibangun oleh Korut di Punggye-ri.

"Salah satu kemungkinan adalah, Korea Utara berencana menyiagakan situs ujicoba itu untuk melanjutkan tes nuklir,” demikian laporan CNS.

Mereka meyakini dibutuhkan waktu berbulan-bulan, atau malah lebih lama, untuk bisa mengujicoba nuklir di Punggye-ri.

"Seberapa lama, bergantung pada tingkat kerusakan pada sistem terowongan, hal ini kita tidak bisa ketahui dengan pasti.”

"Bukan hal mustahi Korea Utara akan melanjutkan ujicoba nuklir d lokasi lain," lanjut laporan tersebut.

Punggye-ri adalah satu-satunya situs ujicoba nuklir di Korut. Di sana, pemerintah melakukan enam ujicoba antara 2006-2017, dengan meledakkan bom nuklir di dalam terowongan bawah tanah.

Ujicoba terakhir dikabarkan memicu gempa bumi kecil dan membuat stuktur tanah menjadi tidak stabil.

Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim pihaknya membuka pintu bagi negosiasi tanpa syarat dengan Pyongyang.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Marty Meiners, mengatakan AS berkomitmen menjaga "perdamaian dan stabilitas regional.”

Namun Kora Utara menuntut Washington dan negara barat, harus lebih dulu menghentikan "kebijakan jahat”, berupa pencabutan sanksi dan embargo, sebelum perundingan bisa dimulai. rzn/as (rtr,afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

News | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

News | Senin, 14 September 2026 | 17:26 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

News | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

News | Senin, 14 September 2026 | 17:26 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

×