Serangan Rusia ke Ukraina: Kota-kota yang Hancur Kini Gali Kuburan Massal

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 16 Maret 2022 | 12:36 WIB
Serangan Rusia ke Ukraina: Kota-kota yang Hancur Kini Gali Kuburan Massal
BBC

Suara.com - Pengeboman oleh Rusia di beberapa tempat di Ukraina begitu intens sehingga kota-kota besar terpaksa langsung menguburkan puluhan korban sipil di kuburan massal tanpa prosesi semestinya.

Salah satunya di Mariupol, kota pelabuhan utama yang dihancurkan oleh serangan terus-menerus Rusia. Beberapa tempat pemakaman darurat telah digali dengan tergesa-gesa dalam dua minggu terakhir.

"Kami tidak dapat mengubur [para korban] di pemakaman umum, karena lokasinya berada di luar kota dan perimeternya dikendalikan oleh pasukan Rusia," kata wakil wali kota Mariupol, Serhiy Orlov, kepada BBC melalui telepon.

Bahkan pemakaman kota yang sudah lama ditutup kini dibuka kembali, kata Orlov.

Peringatan: Artikel ini berisi beberapa foto yang mungkin bisa memengaruhi emosi pembaca.

Pada hari Minggu (13/3), dewan kota mengatakan jumlah korban sipil telah meningkat di atas 2.100 jiwa. Serangan pasukan Rusia telah mencegah evakuasi massal dari Mariupol, meskipun ada upaya untuk membuka rute keluar yang aman.

Orlov tidak bisa memberikan jumlah total warga sipil yang tewas dan dimakamkan di kuburan massal, tetapi mengatakan 67 jenazah berada di satu lokasi. "Beberapa di antaranya kami tidak dapat mengidentifikasi, tetapi beberapa lagi memiliki dokumen."

Ribuan warga bersembunyi di ruang bawah tanah dan dalam beberapa kasus, katanya, warga mengubur anggota keluarganya secara pribadi di halaman atau kebun.


Rusia menyerang Ukraina:


Tim pembersih dan perbaikan jalan belakangan lebih sering mengumpulkan korban-korban tewas di jalanan, katanya.

"Beberapa orang tewas selama evakuasi itu. Kami tidak memiliki listrik, atau pemanas, sanitasi, air, makanan selama 11 hari," katanya.

Sekitar 600km ke barat laut Ibu Kota Kyiv, sebuah kuburan massal digali di dekat sebuah gereja di Kota Bucha, kata anggota parlemen lokal Mykhailyna Skoryk-Shkarivska. Ini berisi lebih dari 60 mayat.

Video pemakaman itu diposting di Facebook oleh seorang dokter yang bekerja di dekat Irpin, Andriy Levkivsky. Para dokter menguburkan para korban yang telah dibawa ke RS Irpin.

Skoryk-Shkarivska mengatakan kepada BBC bahwa "layanan ritual" dilakukan di rumah sakit sebelum penguburan. Tidak semua telah diidentifikasi dan "tidak ada yang tahu persis di mana kerabat mereka berada," katanya.

"Sekarang kami sedang berdiskusi dengan para sukarelawan bagaimana membuat sistem digital untuk mengidentifikasi orang dan melacak kerabat yang hilang," katanya.

Pasukan Rusia merebut rumah sakit pada hari Sabtu dan menyuruh para dokter untuk pergi, katanya, berbicara melalui telepon dari Ukraina barat. Bucha dan setengah dari Irpin sekarang berada di tangan Rusia, katanya.

Munculnya lagi kuburan massal sangat mengejutkan Ukraina. Masih banyak keluarga yang memiliki kenangan pahit Perang Dunia Kedua, ketika orang-orang Yahudi dan partisan Soviet dibunuh oleh Nazi, dan Holodomor - kelaparan yang diciptakan di Ukraina oleh perampasan gandum dan ternak oleh rezim Soviet pada 1930-an.

"Paman saya berusia 92 tahun dan bahkan dia membandingkannya dengan masa kecilnya dalam perang," kata Skoryk-Shkarivska, yang menekankan bahwa "penting bagi kita untuk mengubur kerabat secara tradisional, dengan cara Kristen, dengan berdoa".

Di bagian utara Ukraina, Kota Kharkiv, Chernihiv dan Sumy dikelilingi oleh pasukan Rusia dan penembakan tanpa henti telah menewaskan banyak warga sipil di sana juga.

Pada 6 Maret, Oleksandra Matviichuk, seorang juru kampanye kebebasan sipil, mencuit foto peti mati di parit, disertai dengan pesan:

"Jadi, warga sipil yang tewas dalam pengeboman oleh Rusia di Chernihiv dimakamkan di parit. Karena pemakaman kota utama di Yatsevo terus-menerus diserang oleh penjajah Rusia, para korban dimakamkan di hutan Yalivshchyna."

Oleksandr Lomako, sekretaris dewan kota Chernihiv, mengatakan kepada BBC bahwa para korban serangan udara dan penembakan Rusia dikuburkan di pemakaman sementara.

Dia menegaskan bahwa pemakaman utama kota itu sekarang tidak dapat diakses sejak pasukan Rusia mengepung kota tersebut di tiga sisi, yang terdekat sekitar 10 km jauhnya.

"Setelah perang, kami akan menguburkan kembali mereka yang meninggal," katanya, sambil memperkirakan korban tewas dari warga sipil kota itu akibat pengeboman oleh Rusia menjadi sekitar 200 orang.

Satu serangan udara langsung menewaskan 45 orang di Chernihiv - jumlah yang terbanyak, kata Lomako. Dia menambahkan bahwa pengeboman malam menewaskan rata-rata tujuh warga sipil.

"Pesawat-pesawat itu menjatuhkan tiga hingga empat bom di blok perumahan. Satu juga menghantam rumah sakit, tetapi masih berfungsi. Puluhan blok perumahan telah dihancurkan di pinggir kota."

Selain bukti penguburan massal, ada juga data kuburan darurat.

Seorang ibu dan anak dimakamkan di halaman blok apartemen baru mereka di Irpin, yang telah hancur lebur oleh serangan Rusia.

Sebuah foto kuburan itu disebar secara luas oleh warga Ukraina, dan sebuah cuitan oleh jurnalis Olga Rudenko menunjukkan Marina Met dan putranya Ivan saat menikmati hidup mereka di Kyiv sebelum invasi.

Bagi yang memiliki orang-orang terkasihnya menderita akibat pengepungan dan penembakan dari pasukan penyerang, pemakaman di kuburan darurat tidak diragukan lagi akan terasa seperti penghinaan yang terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Jenazah Banjir Sumatera Tanpa Identitas Dikuburkan Tanpa Tunggu Identifikasi?

Mengapa Jenazah Banjir Sumatera Tanpa Identitas Dikuburkan Tanpa Tunggu Identifikasi?

Health | Kamis, 04 Desember 2025 | 06:30 WIB

Tragedi Migran: Libya Temukan 2 Kuburan Massal, IOM Kecam Keras

Tragedi Migran: Libya Temukan 2 Kuburan Massal, IOM Kecam Keras

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 16:29 WIB

Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh: Duka tak Berujung Para Penyintas

Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh: Duka tak Berujung Para Penyintas

Liks | Kamis, 26 Desember 2024 | 19:26 WIB

Juru Kunci Ribuan Jiwa: Kisah Penjaga Makam Massal Korban Tsunami Aceh

Juru Kunci Ribuan Jiwa: Kisah Penjaga Makam Massal Korban Tsunami Aceh

Liks | Jum'at, 20 Desember 2024 | 17:29 WIB

Kekejaman Assad Dibandingkan Nazi, 100.000 Jenazah Ditemukan di Kuburan Massal Suriah

Kekejaman Assad Dibandingkan Nazi, 100.000 Jenazah Ditemukan di Kuburan Massal Suriah

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 22:25 WIB

Mengerikan! Kuburan Massal Rezim Assad Dekat Damaskus Terungkap

Mengerikan! Kuburan Massal Rezim Assad Dekat Damaskus Terungkap

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 10:46 WIB

Banjir Menerjang Spanyol, Begini Kondisi Parkiran Bawah Tanah yang Diduga jadi 'Kuburan Massal' di Pusat Perbelanjan

Banjir Menerjang Spanyol, Begini Kondisi Parkiran Bawah Tanah yang Diduga jadi 'Kuburan Massal' di Pusat Perbelanjan

News | Senin, 04 November 2024 | 16:21 WIB

12 Bulan Digempur Israel, Jalur Gaza Kini Jadi Kuburan Massal

12 Bulan Digempur Israel, Jalur Gaza Kini Jadi Kuburan Massal

News | Selasa, 08 Oktober 2024 | 14:21 WIB

Di Balik Ketenangan Pulau Dewata: Kisah Pilu dan Upaya Berdamai dengan Tragedi 1965

Di Balik Ketenangan Pulau Dewata: Kisah Pilu dan Upaya Berdamai dengan Tragedi 1965

Video | Selasa, 08 Oktober 2024 | 12:00 WIB

Lagi! 80 Jasad Ditemukan Di Lokasi Kuburan Massal Kompleks Al-Shifa Gaza

Lagi! 80 Jasad Ditemukan Di Lokasi Kuburan Massal Kompleks Al-Shifa Gaza

News | Senin, 13 Mei 2024 | 01:05 WIB

Terkini

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:05 WIB

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB