Siapa Kolonel Priyanto? Dalang Pembunuhan 2 Remaja Kasus Tabrak Nagreg

Rifan Aditya

Rabu, 16 Maret 2022 | 20:13 WIB
Siapa Kolonel Priyanto? Dalang Pembunuhan 2 Remaja Kasus Tabrak Nagreg
Anggota Polisi Militer Angkatan Darat mengawasi dua orang tersangka saat rekonstruksi kecelakaan tabrak lari di Jalan Nasional III, Desa Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1/2022). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Belakangan ini, sosok Kolonel Priyanto menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas karena terkait kasus tabrakan di Nagreg yang menewaskan 2 remaja. Siapa Kolonel Priyanto sebenarnya? 

 Untuk mengenal siapa Kolonel Priyanto sebenarnya, simak penjelasan dalam artikel ini. Kolonel Inf Priyanto Kasi Intel Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone, Kodam XIII/Merdeka telah ditahan oleh Polisi Militer Denpom XIII/Merdeka karena terlibat terhadap kasus tewasnya dua orang remaja korban tabrak lari Handi Saputra dan Salsabila.

Hal ini dilakukan setelah pihak Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, serta Polisi Militer TNI melakukan penyelidikan di sejumlah tempat dan foto-foto yang beredar di media sosial terkait tewasnya dua remaja tersebut. Siapa Kolonel Priyanto yang sebenarnya? 

Latar Belakang

Kolonel Priyanto adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994, di mana tugasnya banyak dihabiskan di kecabangan Infanteri ini terlihat dari wing yang dikenakannya. Sejak 2015 hingga 2016, Kolonel Priyanto pernah menjabat Komandan Kodim (Dandim) Gunungkidul.

Setelah menjabat Dandim, ia dipromosikan menjabat Inspektur Utama Umum Inspektorat Kodam (Irutum Itdam) IV/Diponegoro. Jabatan tersebut diemban sejak April 2019. Karena itu pula, ia mendapatkan kenaikan pangkat dari Letkol ke Kolonel. Selanjutnya Kolonel Priyanto dipromosikan menjabat Kasi Intel Korem 133/Nani Wartabone. 

Jadi Dalang Pembunuhan Dua Orang Remaja

Awalnya, anggota TNI AD ini diketahui telah menabrak dua remaja Handi dan Salsabila di daerah Nagreg, Jawa Barat. Kemudian, timbul pengakuan bahwa Kolonel Priyanto juga pernah mengebom rumah seseorang tanpa ketahuan.

Pengakuan Kolonel Priyanto itu terungkap pada saat persidangan kasus tabrak lari sekaligus pembunuhan terhadap Handi dan Salsabila di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (8/3/2022) lalu. 

baca juga

Pengakuan tersebut kemudian membuat dua anak buahnya yaitu Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko bersedia saat disuruh membuang jasad Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Jawa Tengah. Adapun terungkapnya pengakuan mengenai pengeboman yang dilakukan oleh Kolonel Priyanto itu berawal pada saat Oditur Militer Kolonel Sus Wirdel Boy membacakan dakwaan mengenai kronologi pembuangan tubuh Handi dan Salsabila ke sungai.

Kolonel Wirdel Boy mengatakan bahwa sempat ada penolakan dari anggota TNI Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko untuk membuang tubuh Handi dan Salsabila ke sungai. Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas meminta kepada Kolonel Priyanto untuk membawa Handi dan Salsabila ke Puskesmas terdekat. Namun, permintaan kedua anak buahnya tersebut ditolak.

Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko mengaku tidak ingin terlibat dalam masalah. Namun, lagi-lagi Kolonel Priyanto menepisnya, dan untuk meredam penolakan dari anak buahnya itu, Kolonel Priyanto lalu mengaku kepada Kopda Andreas dan Koptu Sholeh bahwa dirinya pernah mengebom rumah milik seseorang tanpa ketahuan.

Setelah dimarahi, barulah Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menurut dan membantu Kolonel Priyanto membuang tubuh Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu. Atas perbuatannya itulah, Oditurat Militer Tinggi II Jakarta akhirnya mendakwa Kolonel Inf Priyanto bersalah dalam peristiwa tersebut.

Dengan demikian, Kolonel Wirdel Boy menyebutkan bahwa Kolonel Priyanto merupakan dalang pembunuhan kedua remaja tersebut. Sekarang terjawab sudah siapa Kolonel Priyanto. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Saleh Sarankan Bawa Korban ke Puskesmas, Kolonel Priyanto Menolak

Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Saleh Sarankan Bawa Korban ke Puskesmas, Kolonel Priyanto Menolak

Lampung | Selasa, 15 Maret 2022 | 14:44 WIB

Update Kasus Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg: Anak Buah Sebut Kolonel Priyanto Ingin Buang Korban ke Sungai

Update Kasus Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg: Anak Buah Sebut Kolonel Priyanto Ingin Buang Korban ke Sungai

Jabar | Selasa, 15 Maret 2022 | 14:31 WIB

Kolonel Priyanto yang Tabrak Sejoli di Nagreg Didakwa dengan Pasal Berlapis, Hukuman Maksimal Mati

Kolonel Priyanto yang Tabrak Sejoli di Nagreg Didakwa dengan Pasal Berlapis, Hukuman Maksimal Mati

Bogor | Selasa, 08 Maret 2022 | 15:13 WIB

Terkini

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×