3 Kontroversi Mendag Lutfi Sebelum Disemprot DPR Soal Minyak Goreng

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Jum'at, 18 Maret 2022 | 13:37 WIB
3 Kontroversi Mendag Lutfi Sebelum Disemprot DPR Soal Minyak Goreng
Mendag M Lutf (tengah) saat rapat bersama DPR bahas permasalah minyak goreng. (Suara.com/Bagasksara)

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi sudah akrab dengan kontroversi, sebelum kemudian disemprot Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait kelangkaan minyak goreng, Kamis (17/3/22).

Mendag M Lutfi sudah jadi pembicaraan warga, terutama pengguna media sosial sejak 2021 lalu. Kasus itu diawali dari tes masuk mal yang disebut bersyaratkan hasil PCR atau Antigen.

Sorotan kemudian kembali datang ketika distribusi kedelai dalam negeri bermasalah. Salah satu alasan yang jadi sorotan adalah pasokan kedelai dari luar negeri turut disedot peternak babi China.

Suara.com merangkum tiga kontroversi Mendag M Lutfi yang jadi sorotan di masyarakat. Berikut ini pembahasan singkatnya:

Tes Masuk Mal

Mendag Lutfi sempat membuat pernyataan kontroversial tentang penggunaan tes PCR atau antigen, selain persyaratan vaksin, untuk masuk mal pada 10 Agustus 2021 lalu. Tes digunakan agar meyakinkan pihak mal bahwa pengunjung dalam kondisi sehat tanpa terpapar Covid-19.

Tes ini disebut Mendag Lutfi harus dilakukan jika masyarakat ingin mendapat keleluasaan, termasuk belanja ke mal. Sementara jika tak ingin tes PCR atau antigen, Mendag M Lutfi menganjurkan agar tidak usah datang ke mal.

Pernyataan ini langsung membuat media sosial gaduh. Dua hari berselang, Mendag M Lutfi membuat klarifikasi lewat instagramnya. Ternyata, penggunaan tes PCR atau antigen ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang belum vaksin. 

Sementara bagi yang sudah vaksin, bisa mengunduh aplikasi pedulilindungi dan cukup scan barcode untuk masuk mal, tanpa tes PCR atau Antigen.

Diborong Babi China

Indonesia mengalami masalah terkait kedelai sejak bulan Februari lalu. Pasokan yang terbatas membuat harga kedelai naik. Permasalahannaya adalah cuaca buruk di Amerika Selatan, sebagai negara importir kedelai di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Yang menjadi kontroversi pada bulan lalu bukan soal El Nina di Amerika Selatan. Namun, Mendag M Lutfi menyebut babi di China juga memberi "peran" atas kurangnya pasokan kedelai ke Indonesia.

Mendag M Lutfi menyebut ada lima miliar babi di peternakan China diberi pakan kedelai. Alasan ini sempat jadi pembahasan panas di media sosial karena Kementerian Perdagangan dinilai hanya cari-cari alasan terkait kelangkaan kedelai.

Mafia Minyak Goreng

Terbaru, pernyataan Mendag M Lutfi kembali jadi sorotan. Pernyataan ini berkaitan dengan kelangkaan minyak goreng di Tanah Air. Kementerian Perdagangan disebutnya tak bisa mengontrol adanya mafia dan spekulan minyak goreng, yang melakukan penimbunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPPU Diminta Selidiki Dugaan Monopoli Kartel Bisnis Minyak Goreng di Indonesia

KPPU Diminta Selidiki Dugaan Monopoli Kartel Bisnis Minyak Goreng di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 18 Maret 2022 | 13:07 WIB

PT Wilmar Kalbar Produksi 500 Ton CPO per Hari, 70 Persennya akan Disalurkan untuk Kebutuhan Migor Masyarakat Kalbar

PT Wilmar Kalbar Produksi 500 Ton CPO per Hari, 70 Persennya akan Disalurkan untuk Kebutuhan Migor Masyarakat Kalbar

Kalbar | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:53 WIB

Pamer Diberi Aneka Jajanan dan Minyak Goreng saat Ngambek ke Pacar, Malah Dapat Saran Jenius yang Bikin Ngakak

Pamer Diberi Aneka Jajanan dan Minyak Goreng saat Ngambek ke Pacar, Malah Dapat Saran Jenius yang Bikin Ngakak

Lifestyle | Jum'at, 18 Maret 2022 | 13:05 WIB

Wakil Ketua Komisi VI Dukung Pemerintah Subsidi Minyak Goreng Curah HET Rp14.000 per Liter

Wakil Ketua Komisi VI Dukung Pemerintah Subsidi Minyak Goreng Curah HET Rp14.000 per Liter

DPR | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:42 WIB

Lebih Bela Pengusaha daripada Rakyat, DPR Kritik Telak Mendag Lutfi: Kebijakannya Cuma Macan Kertas!

Lebih Bela Pengusaha daripada Rakyat, DPR Kritik Telak Mendag Lutfi: Kebijakannya Cuma Macan Kertas!

News | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:32 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang Nasi Uduk Menjerit: Sekarang Minyak pada Muncul Giliran Murah Hilang

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang Nasi Uduk Menjerit: Sekarang Minyak pada Muncul Giliran Murah Hilang

Lampung | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:45 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB