Bisakah Ukraina Bernegosiasi dengan Rusia?

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 24 Maret 2022 | 10:21 WIB
Bisakah Ukraina Bernegosiasi dengan Rusia?
DW

Suara.com - Kyiv menginginkan gencatan senjata, tetapi kesepakatan seperti apa yang bisa dicapai dengan Moskow yang dituduh melakukan kejahatan perang?

Sangat mudah untuk melupakan cara di mana invasi ke Ukraina telah bergeser dari niat yang seharusnya untuk menetralisir sasaran militer menjadi pembantaian massal warga sipil hingga penghancuran infrastruktur sipil.

Namun, justru semakin banyak bukti kekejaman yang membantu menjelaskan komunitas internasional dalam menghadapi serangan gencar Rusia.

Dalam pemboman mengerikan yang telah dilakukan Rusia terhadap penduduk sipil Ukraina, hanya dua atau tiga laporan terpisah tentang serangan Moskow terhadap sasaran militer.

Pergeseran pandangan Barat

"Saya pikir dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) adalah penjahat perang," kata Presiden Amerika Serikat Joe Biden kepada wartawan di Gedung Putih pada pekan lalu.

Pernyataan Biden - yang muncul beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara langsung berbicara kepada Kongres AS dan menunjukkan kepada audiens rekaman pembantaian itu - tidak hanya mengubah sifat percakapan, tetapi mungkin telah menandai perubahan besar dalam cara pandang Gedung Putih.

Pada hari Senin (21/03), juru bicara Pentagon John Kirby menggandakan tuduhan itu.

"Kami tentu melihat bukti yang jelas bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dan kami membantu mengumpulkan bukti itu," ujarnya.

baca juga

Pekan lalu, pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS Ben Hodges berbicara kepada program DW ''Zona Konflik'' dan memaparkan kasus terukurnya untuk intervensi.

"Apa yang terjadi di Ukraina tidak terbatas pada Ukraina - dan maksud saya bukan rudal nyasar melewati perbatasan. Saya berbicara tentang apa yang dilakukan Putin, apa dampaknya terhadap Eropa, stabilitas dan keamanan di Eropa ... Saya pikir NATO harus mengambil pandangan yang lebih luas tentang ini."

Menurut perkiraan sang jenderal, keadaan Ukraina saat ini mirip dengan negara-negara Barat yang gagal melindungi warga sipil dalam konflik sebelumnya.

"Pasukan Eropa di bawah mandat PBB berdiri di luar kota, sementara pasukan Republika Srpska membunuh 8.000 pria dan anak laki-laki Bosnia. Saya tidak ingin kita menjadi bagian dari hal seperti itu lagi," tambahnya.

Ambang batas hukum bagi negara ketiga mana pun untuk memasuki konflik di Ukraina hampir tidak dapat dijangkau. Hanya Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang dapat mengizinkan penggunaan kekuatan.

Mengingat fakta bahwa Rusia sebagai anggota tetap DK PBB, tidak hanya memiliki hak veto, tetapi juga memimpin badan tersebut, sehingga hal itu tidak mungkin terjadi.

Kemungkinan penggunaan senjata nuklir

Apa yang telah dilakukan Rusia tidak hanya menunjukkan sejauh mana Kremlin bersedia untuk menaklukkan sebuah negara dan orang-orang yang dilihatnya sebagai mitra yang sah dari lingkup pengaruhnya sendiri, tetapi juga telah mengungkap batas kapasitas yang dimilikinya.

Laporan tentang keadaan hancurnya militer Rusia, termasuk banyaknya personel yang tewas, seluruh tank hancur, pesawat, dan rudal yang dijatuhkan oleh pasukan Ukraina, tidak mampu memenuhi misi yang dinyatakan Kremlin untuk mengambil alih Ukraina dan menggantikan pemerintahnya.

Namun, kekacauan dan kelemahan militer Rusia telah menyembunyikan ancaman yang lebih tidak menyenangkan, yakni munculnya potensi penyebaran senjata nuklir taktis.

Ketika ditanya di Kongres AS pada beberapa minggu yang lalu apakah ini mungkin, Fiona Hill, seorang ahli dan penasihat lama untuk pemerintah Amerika dalam urusan Rusia, mengatakan bahwa memang Putin akan menggunakan alat-alat yang dia miliki jika dia membutuhkannya.

Pandangan lain disampaikan Hodges kepada pembawa acara ''Zona Konflik'', Tim Sebastian.

"Saya pikir kami bereaksi berlebihan terhadap ancaman Rusia tentang perluasan perang, tentang senjata nuklir. Saya tidak percaya bahwa Kremlin akan menggunakan senjata nuklir."

Membidik tanggung jawab Putin Sementara itu, pemerintah Ukraina terus merundingkan gencatan senjata dengan pemerintah Rusia dan potensi deeskalasi.

Apa yang diharapkan dari Rusia tidak hanya gencatan senjata dan deeskalasi, tetapi pembiayaan untuk rekonstruksi negara, kompleks industri, aset dan layanan publik yang hancur.

Namun, mungkin yang lebih penting, korban warga sipil yang menjadi target Rusia —setidaknya menurut laporan awal — akan membutuhkan ganti rugi, dan itu berarti masuk dalam penyelidikan dan pengadilan atas kejahatan perang.

Inilah tepatnya yang sedang diselidiki oleh jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Karim Khan.

Seperti yang dikatakan pengacara hak asasi manusia internasional Bill Bowring kepada DW, tanggung jawab itu memang bisa berarti dakwaan terhadap Putin atas tuduhan kejahatan perang. (ha/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Kejahatan Tak Terbayangkan Terjadi di Pesisir Suriah: Saksi Mata Memohon Bantuan Internasional!

Kejahatan Tak Terbayangkan Terjadi di Pesisir Suriah: Saksi Mata Memohon Bantuan Internasional!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 02:30 WIB

PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!

PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 03:30 WIB

Kejahatan Perang? Iran Kecam Serangan Israel ke Pengungsi Lebanon

Kejahatan Perang? Iran Kecam Serangan Israel ke Pengungsi Lebanon

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 06:33 WIB

Kejahatan Perang Berlanjut? 12 Warga Palestina Tewas dalam Operasi Israel di Tepi Barat

Kejahatan Perang Berlanjut? 12 Warga Palestina Tewas dalam Operasi Israel di Tepi Barat

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 20:00 WIB

Daftar Hitam Kejahatan Perang Suriah: 4000 Nama Dibidik PBB

Daftar Hitam Kejahatan Perang Suriah: 4000 Nama Dibidik PBB

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:44 WIB

Eks Menhan Israel Akui Negaranya Lakukan Kejahatan Perang di Gaza!

Eks Menhan Israel Akui Negaranya Lakukan Kejahatan Perang di Gaza!

News | Kamis, 09 Januari 2025 | 05:57 WIB

Tentara Israel Buronan Kejahatan Perang Gaza Ditangkap di Argentina?

Tentara Israel Buronan Kejahatan Perang Gaza Ditangkap di Argentina?

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:02 WIB

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×