PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!

Aprilo Ade Wismoyo

Sabtu, 08 Maret 2025 | 03:30 WIB
PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!
Bendera PBB (UN)

Suara.com - Pakar PBB pada Kamis (6/3) memberikan peringatan mengenai keputusan Israel untuk menghentikan seluruh bantuan kemanusiaan ke Gaza, menyebut situasi ini sebagai "penggunaan kelaparan sebagai senjata."

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kabinet Perang Israel memutuskan untuk keluar dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan desakan beberapa pejabat tinggi untuk kembali membuka 'pintu neraka' di daerah kantong tersebut.

"Menghentikan pasokan penting, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi serta alat bantu untuk penyandang disabilitas, Israel kembali menjadikan bantuan sebagai alat tekanan," kata mereka.

Tentara Israel IDF (Instagram/idf)
Tentara Israel IDF (Instagram/idf)

"Mereka telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, serta melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan sesuai dengan Statuta Roma," lanjut mereka.

Pakar PBB tersebut menegaskan bahwa sebagai kekuatan pendudukan, Israel memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan makanan, pasokan medis, dan layanan bantuan lainnya.

Mereka juga menegaskan bahwa gencatan senjata tidak menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina.

Sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, pasukan Zionis Israel telah membunuh setidaknya 100 warga Palestina di Gaza, sehingga total korban tewas mencapai 48.400.

"Dengan melanjutkan pengepungan dan bombardir di Gaza, Israel telah secara sepihak mengubah ketentuan perjanjian gencatan senjata dan langkah selanjutnya," ungkap para pakar.

Mereka mendesak mediator gencatan senjata di Gaza, yaitu Mesir, Qatar, dan AS, untuk campur tangan dalam menjaga perjanjian tersebut sesuai dengan kewajiban hukum internasional.

baca juga
Mesir menyatakan siap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza setelah tercapainya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. /ANTARA/Anadolu/py
Mesir menyatakan siap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza setelah tercapainya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. /ANTARA/Anadolu/py

"Kami menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk tidak melupakan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan bertindak untuk menghentikan serangan brutal dan tanpa henti ini terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka, agar dunia tidak terjebak dalam badai pelanggaran hukum dan ketidakadilan ini," tegas mereka.

Sebelumnya, kepala keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, pada Minggu (2/3) menyerukan "pembukaan gerbang neraka" di Jalur Gaza setelah keputusan pemerintah untuk menghentikan bantuan kemanusiaan ke daerah yang terkepung tersebut.

Pemerintah Israel menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda konflik hanya beberapa jam setelah fase pertama gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KTT Arab Sepakati Masa Depan Gaza: Hamas Akan Menyerahkan Kekuasaan?

KTT Arab Sepakati Masa Depan Gaza: Hamas Akan Menyerahkan Kekuasaan?

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 17:09 WIB

Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut

Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 06:47 WIB

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:25 WIB

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 17:22 WIB

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:37 WIB

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

×