Murid Afghanistan: Apakah Islam Ajarkan Menyakiti Perempuan Seperti Ini?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 25 Maret 2022 | 13:50 WIB
Murid Afghanistan: Apakah Islam Ajarkan Menyakiti Perempuan Seperti Ini?
BBC

Suara.com - Pagi-pagi sekali pada hari Rabu (23/03), di sebuah rumah di kota Kabul, Marzia mengemas buku-buku dan alat tulisnya di dalam tas sebelum pergi sekolah untuk pertama kalinya sejak Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu.

"Saya sangat, sangat senang ketika saya dengar sekolah akan dimulai kembali," kata remaja putri berusia 15 tahun itu kepada BBC. "Itu membuat saya berharap lagi tentang masa depan."

Sekitar 200 murid perempuan lainnya juga berangkat ke sekolah menengah Sayed ul Syuhada. Jumlahnya lebih sedikit dari biasanya, karena banyak siswa dan keluarga mereka belum yakin akan benar-benar ada kegiatan belajar-mengajar. Mereka juga masih memperdebatkan apakah itu aman.

Sejak Agustus, di sebagian besar wilayah Afghanistan, hanya sekolah dasar untuk anak perempuan yang tetap buka, serta sekolah untuk anak laki-laki.

Hari ini, awal tahun ajaran baru, sekolah menengah perempuan diharapkan akan kembali dibuka beserta institusi-institusi lainnya.

Baca juga:

Momen ini terasa mengharukan terutama bagi para siswa di Sayed ul Syuhada. Tahun lalu, lebih dari 90 siswa dan staf sekolah tewas dalam serangan oleh kelompok lokal yang berafiliasi dengan ISIS.

"Bom bunuh diri pertama terjadi sangat dekat dengan saya," kata Sakina, sambil berurai air mata. "Ada banyak orang mati di depan saya... Saya pikir saya juga akan mati."

Ia berhenti bicara sejenak, dikuasai oleh emosi, sebelum melanjutkan, "Pembalasan kami kepada orang-orang yang melakukan ini, adalah dengan meneruskan pendidikan kami. Kami ingin sukses dalam hidup, sehingga kami dapat mewujudkan mimpi kawan-kawan kami yang mati syahid."

Namun sementara para murid masuk ke dalam kelas dan membersihkan debu dari meja-meja mereka; beberapa guru bergumam bahwa, tak dinyana, sekolah harus tutup kembali.

Pejabat dinas pendidikan Taliban setempat, yang memberi kami izin untuk mengambil gambar di sekolah awal pekan ini, meneruskan sebuah pesan WhatsApp kepada kepala sekolah, yang mengatakan bahwa sekolah menengah perempuan akan tetap tutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Para siswi merasa syok dan ngeri. Beberapa mulai menangis. "Kami hanya ingin belajar dan melayani masyarakat," kata Fatima. "Negara macam apa ini? Apa dosa kami?"

Remaja perempuan itu tampak putus asa. Ia pun bertanya, kepada Taliban, "Kalian selalu bicara tentang Islam, apakah Islam mengajarkan untuk menyakiti perempuan seperti ini?"

Sulit untuk memahami alasan Taliban. Upacara Kementerian Pendidikan yang menandai awal tahun ajaran baru tetap berlangsung kendati perkembangan terbaru ini.

Aziz-ur-Rahman Rayan, juru bicara kementerian, mengatakan semua persiapan sudah dilakukan untuk pembukaan kembali sekolah, namun kepemimpinan sentral Taliban memerintahkan sekolah tetap ditutup sampai, "rencana yang komprehensif sudah disiapkan berdasarkan Syariah dan budaya Afghanistan".

Namun, bahkan sebelum Taliban berkuasa, sekolah-sekolah menengah di Afghanistan sudah dipisahkan berdasarkan gender, dengan seragam perempuan terdiri dari pakaian hitam panjang dan kerudung putih.

Lebih dari itu, di beberapa provinsi pemerintahan lokal Taliban sudah mengizinkan sekolah menengah untuk perempuan dibuka kembali sejak tahun lalu, meskipun belum ada kebijakan dari pusat.

Secara pribadi, tokoh-tokoh Taliban mengakui bahwa pendidikan perempuan adalah perkara kontroversial di antara elemen-elemennya yang berpaham paling keras.

Kekacauan putar balik kebijakan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan pusat Taliban memutuskan, pada menit-menit terakhir, untuk membatalkan kebijakan Kementerian Pendidikan mereka sendiri, khawatir akan mengasingkan anggota-anggota ultra-konservatif mereka.

https://twitter.com/BBCYaldaHakim/status/1506592231666368523


Perbedaan pandangan di dalam Taliban sendiri kadang-kadang berkorelasi dengan lokasi geografis mereka.

Di satu daerah yang lebih kosmopolitan, di bagian utara Afghanistan, bahkan di bawah "pemerintahan bayangan" yang didirikan Taliban selama pemberontakan mereka, seorang pemimpin lokal pernah dengan bangga menunjukkan kepada saya sekolah anak perempuan yang masih berfungsi dalam suatu kunjungan.

Sebaliknya, di daerah pedesaan di provinsi Helmand yang lebih konservatif di selatan, seorang kombatan Taliban yang saya tanya mengenai pandangannya tentang pendidikan perempuan, menjawab sambil tersenyum, "kalau anak perempuan ingin belajar, saudara-saudara laki-laki mereka bisa pergi sekolah dan kemudian mengajari mereka di rumah".

Tetapi bahkan di wilayah-wilayah paling konservatif, kebanyakan keluarga Afghanistan sekarang tampaknya mendukung pendidikan perempuan.

Sudah lama banyak yang bertanya apakah Taliban sudah berubah sejak terakhir kali mereka berkuasa pada tahun 90-an, ketika semua perempuan dipaksa mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuh, dan bahkan sekolah dasar bagi anak-anak perempuan ditutup?

Hari ini, gambarannya lebih bernuansa.

Studi terbaru dari Bank Dunia menemukan bahwa malah ada peningkatan jumlah murid di sekolah dasar perempuan sejak Taliban mengambil alih, seiring Afghanistan menjadi semakin aman. Sementara itu, Taliban telah mengizinkan perempuan untuk belajar di universitas selama kelasnya dipisah.

Namun keputusan hari ini untuk tetap menutup sekolah menengah perempuan, tampaknya menunjukkan adanya jurang yang masih memisahkan kepemimpinan Taliban dan masyarakat Afghanistan kontemporer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Salat Id di Paris, Seskab Teddy: Perkuat Posisi Indonesia di Eropa

Prabowo Salat Id di Paris, Seskab Teddy: Perkuat Posisi Indonesia di Eropa

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:37 WIB

Sungai di Belakang Rumah dan Hilangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Sampah

Sungai di Belakang Rumah dan Hilangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Sampah

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:36 WIB

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:36 WIB

Bukan Sekadar Game, Bima Azriel Ceritakan Pesan Mendalam di Film Nobody Loves Kay

Bukan Sekadar Game, Bima Azriel Ceritakan Pesan Mendalam di Film Nobody Loves Kay

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:35 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Selebgram Brunei Woodyrman Akui Mabuk saat Hantam Rekannya Pakai Botol hingga Tewas

Selebgram Brunei Woodyrman Akui Mabuk saat Hantam Rekannya Pakai Botol hingga Tewas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih

Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO

Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:55 WIB

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Prabowo Salat Id di Paris, Seskab Teddy: Perkuat Posisi Indonesia di Eropa

Prabowo Salat Id di Paris, Seskab Teddy: Perkuat Posisi Indonesia di Eropa

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:37 WIB

Selebgram Brunei Woodyrman Akui Mabuk saat Hantam Rekannya Pakai Botol hingga Tewas

Selebgram Brunei Woodyrman Akui Mabuk saat Hantam Rekannya Pakai Botol hingga Tewas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Militer Jadi Petani Hingga Pejabat, Doktrin Pertahanan Negara Sedang Disalahgunakan?

Militer Jadi Petani Hingga Pejabat, Doktrin Pertahanan Negara Sedang Disalahgunakan?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:20 WIB

PKB Sambut Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen: Kami Sudah Konsisten

PKB Sambut Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen: Kami Sudah Konsisten

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:08 WIB

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:34 WIB

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB