Hidup di Penjara Korea Utara: Dipukuli dan Dipaksa Aborsi

Siswanto, BBC

Selasa, 29 Maret 2022 | 10:58 WIB
Hidup di Penjara Korea Utara: Dipukuli dan Dipaksa Aborsi
BBC

Suara.com - Setelah merangkak ke selnya, Lee Young-joo diperintahkan untuk duduk bersila dengan tangan di lutut.

Dia tidak diizinkan bergerak hingga 12 jam sehari.

Sedikit bergerak atau berbisik pelan kepada teman satu selnya, dia akan dihukum berat.

Young-joo hanya diberi sedikit akses mendapat air dan sedikit sekam jagung untuk dimakan.

"Saya merasa seperti binatang, bukan manusia," katanya.

Baca juga:

Young-joo juga mengaku kepada BBC bahwa dia berjam-jam diinterogasi karena melakukan sesuatu yang mungkin banyak dari kita menganggap remeh - pergi meninggalkan negaranya.

Dia melarikan diri dari Korea Utara pada tahun 2007 tapi ditangkap di China dan dikirim pulang.

Dia sudah tiga bulan mendekam di Pusat Penahanan Onsong di Korea Utara dekat perbatasan China, menunggu untuk dihukum.

baca juga

Saat duduk di selnya, dia mendengarkan bunyi "klak klak klak" dari ujung logam sepatu bot penjaga yang berpatroli di luar.

Petugas itu berjalan mondar-mandir. Saat suara itu semakin jauh, Young-joo mengambil kesempatan dan berbisik ke salah satu teman satu selnya.

"Kami akan bicara soal rencana pembelotan lagi, rencana untuk bertemu dengan broker, ini adalah pembicaraan rahasia."

Penjara itu ada agar orang-orang kapok melarikan diri dari Korea Utara - namun jelas itu tidak membuat Young-joo maupun teman satu selnya jera.

Sebagian besar tahanan menunggu untuk dihukum karena mencoba meninggalkan negara itu.

Tapi rencana Young-joo telah terdengar.

"Penjaga akan meminta saya untuk datang ke jeruji sel sambil mengulurkan tangan. Lalu dia mulai memukuli tangan saya dengan gantungan kunci sampai bengkak dan memar. Aku tidak ingin menangis karena bangga. Penjaga ini menganggap kami yang mencoba meninggalkan Korea Utara sebagai pengkhianat.

"Kami bisa mendengar orang lain dipukuli di sel-sel lain karena berada di koridor yang sama. Saya berada di sel tiga tetapi saya bisa mendengar pemukulan dari sel 10."

Penindasan sistematis

Young-joo termasuk lebih dari 200 orang yang telah berkontribusi pada penyelidikan terperinci oleh Korea Future atas dugaan pelanggaran hukum internasional dalam sistem penjara di Korea Utara.

Organisasi nirlaba itu telah mengidentifikasi 597 pelaku terkait dengan 5.181 pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan terhadap 785 tahanan di 148 fasilitas pemasyarakatan.

Bukti-bukti telah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam basis data dengan harapan suatu hari mereka yang bertanggung jawab dapat diadili.

Korut selalu membantah ada tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. BBC telah berusaha menghubungi perwakilan dari Korea Utara untuk menanggapi penyelidikan ini tetapi tidak mendapat jawaban.

Kelompok tersebut juga telah membuat model tiga dimensi di pusat penahanan Onsong untuk memungkinkan publik melihat langsung kondisi penjara itu.

Seorang pimpinan Korea Future di Seoul, Suyeon Yoo, mengatakan kepada BBC bahwa sistem penjara itu dan kekerasan di dalamnya digunakan untuk "menekan populasi 25 juta orang".

"Dalam setiap wawancara yang kami lakukan, kami menyaksikan bagaimana ini berdampak pada kehidupan manusia. Seorang yang diwawancarai menangis ketika dia menceritakan menyaksikan pembunuhan bayi yang baru lahir."

Berbagai tuduhan pelanggaran

Korea Utara saat ini lebih terisolasi dari dunia daripada sebelumnya.

Negara ini telah diperintah oleh keluarga Kim selama tiga generasi, dan warganya diminta untuk menunjukkan pengabdian penuh kepada keluarga itu dan pemimpinnya saat ini, Kim Jong-un.

Pandemi Covid telah menyebabkan kontrol yang lebih ketat, baik di dalam negeri maupun di perbatasan.

Hukuman penjara yang lebih berat telah dijatuhkan pada mereka yang mencoba melihat dunia luar - termasuk mereka yang menonton drama atau film asing.

Pola kekerasan dalam sistem itu selalu muncul dalam kesaksian demi kesaksian dan di tiap-tiap penjara.

Ada banyak tuduhan pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya. Para penyintas juga mengatakan kepada organisasi itu bahwa mereka dipaksa untuk melakukan aborsi.

Dalam satu kasus di Pusat Penahanan Provinsi Hamgyong Utara, seseorang yang diwawancarai menyaksikan sesama tahanan dipaksa melakukan aborsi saat hamil delapan bulan.

Dia mengklaim bayinya tetap hidup, tetapi ditenggelamkan di baskom air.

Ada lima kasus di mana para saksi menggambarkan jalannya eksekusi.

Selangkah lebih dekat ke keadilan

Young-joo akhirnya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara.

"Saya khawatir apakah masih hidup saat saya menyelesaikan hukuman," katanya.

"Ketika pergi ke tempat-tempat ini, kita harus menyerah menjadi manusia untuk kuat menjalaninya dan bertahan hidup," katanya.

Saerom juga berada di Pusat Penahanan Onsong pada 2007, tetapi dia ingat bahwa kekerasan di penjara Keamanan Negara lebih parah.

"Mereka memukuli paha Anda dengan tongkat kayu. Anda masuk tapi merangkak keluar. Saya tidak tahan melihat orang lain dipukuli dan jika saya memalingkan muka, mereka akan membuat saya melihatnya. Mereka membunuh semangatmu."

"Jika dimungkinkan, saya ingin mereka dihukum," kata Saerom kepada kami saat dia menceritakan mimpi buruk yang berulang kali dia alami di penjara.

Dia mengaku kini menikmati setiap momen bahagia dalam kehidupan barunya di Korea Selatan.

Menggugat kasus-kasus itu akan sulit, namun penyelidikan ini telah mendapat masukan dari para ahli Mahkamah Pidana Internasional.

Buktinya juga akan dapat diterima di pengadilan dan bisa diakses bebas.

Saerom dan Young-joo sama-sama memberi tahu kami bahwa mereka berharap laporan ini akan membawa mereka selangkah lebih dekat ke keadilan yang mereka dambakan.

Anda mungkin juga tertarik dengan tayangan berikut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Mengetahui Motor Bekas Pernah Turun Mesin, Cek Baut dan Lem Paking Termasuk

7 Cara Mengetahui Motor Bekas Pernah Turun Mesin, Cek Baut dan Lem Paking Termasuk

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:09 WIB

Jangan Hanya Kejar Cuan, Investor Perlu Miliki Strategi dan Manajemen Risiko

Jangan Hanya Kejar Cuan, Investor Perlu Miliki Strategi dan Manajemen Risiko

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Kenali Fitur Pusat Bantuan BRImo untuk Akses Kontak Resmi

Kenali Fitur Pusat Bantuan BRImo untuk Akses Kontak Resmi

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Gus Yaqut Diduga Terima Uang USD 271.500 dari Kasus Kuota Haji

Gus Yaqut Diduga Terima Uang USD 271.500 dari Kasus Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Erick Thohir Tantang John Herdman Bangkit: Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Tantang John Herdman Bangkit: Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Investasi Pariwisata Tembus Rp39 Triliun: Warga Lokal Ikut Kaya atau Cuma Jadi Penonton?

Investasi Pariwisata Tembus Rp39 Triliun: Warga Lokal Ikut Kaya atau Cuma Jadi Penonton?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Lebih Murah, Perahu Wisata di Ramang-Ramang Beralih dari BBM ke Listrik

Lebih Murah, Perahu Wisata di Ramang-Ramang Beralih dari BBM ke Listrik

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Detik-Detik Menegangkan, Tim SAR Evakuasi Bayi 6 Bulan dari Reruntuhan Gempa Kolombia

Detik-Detik Menegangkan, Tim SAR Evakuasi Bayi 6 Bulan dari Reruntuhan Gempa Kolombia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Quarter Life Crisis dan Makna Kemerdekaan Gen Z: Merdeka Bekerja Belum Tentu Merdeka Hidup

Quarter Life Crisis dan Makna Kemerdekaan Gen Z: Merdeka Bekerja Belum Tentu Merdeka Hidup

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz

Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×