Terbesar di Dunia, Pemerintah Diminta Kembangkan Sagu Sebagai Pangan Nasional

Erick Tanjung

Rabu, 30 Maret 2022 | 22:16 WIB
Terbesar di Dunia, Pemerintah Diminta Kembangkan Sagu Sebagai Pangan Nasional
Ilustrasi--Dokumen foto sagu dalam proses pengolahan. (pusat-pkkp.bkp.deptan.go.id/Antara)

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong pemerintah mengembangkan sagu sebagai bahan pangan nasional. Sebab, sagu memiliki potensi sangat besar di Indonesia yaitu mencapai 5,4 juta hektar sehingga menjadi yang terbesar di dunia.

"Sementara total luas lahan sagu dunia 6,5 juta hektare. Sekitar 95 persen luas lahan sagu di Indonesia berada di Papua yaitu seluas 5,3 juta hektare," kata Daniel dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Dia mengatakan, sagu adalah salah satu hasil bumi di Asia Tenggara yang banyak tumbuh di area rawa atau daerah dengan sumber air yang melimpah seperti di Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Papua.

Menurut dia, tanaman sagu dapat menjadi penunjang kebutuhan pangan karena memiliki sumber karbohidrat yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai berbagai macam produk turunan.

"Sagu selain sebagai bahan pangan, juga dapat dijadikan sebagai bahan industri. Di Indonesia sagu telah dijadikan sebagai pangan utama sejak jaman dahulu terutama di bagian Indonesia timur," ujarnya.

Daniel menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi sagu Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 381.065 ton. Jumlah tersebut menurut dia naik sebesar 4,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar 365.665 ton.

"Kontribusi subsektor tanaman pangan sagu menurut catatan Kementan menyerap tenaga kerja atau petani sagu mencapai 286.007 kepala keluarga. Sedangkan dalam hal kontribusi ekspor nilai ekspor sagu di tahun 2019, sebesar Rp47,52 miliar dan total volume 13.892 ton," paparnya.

Menurut Daniel, saat ini Indonesia masih belum memaksimalkan potensi sagu yang dimiliki, padahal apabila dimanfaatkan dengan baik maka Indonesia mendapatkan nilai plus dari sagu sebagai bahan pangan maupun mendatangkan devisa bagi negara.

Dia meyakini pangan dari sagu menjadi sumber kekuatan pangan nasional yang harus perkuat negara melalui anggaran untuk pengolahan sehingga pemanfaatan sagu bisa menyebar di seluruh Indonesia.

baca juga

Dia menilai, dengan memaksimalkan potensi sagu akan memberikan dampak ekonomi bagi daerah penghasil sagu, dan pangan nasional akan terjamin tidak hanya bergantung pada beras.

Politisi PKB itu menilai perlu ada program budi daya, pascapanen, membangun industri hingga pemasaran ke konsumen, sehingga dirinya akan dorong pemerintah lebih memperhatikan prospek sagu menjadi pangan alternatif masyarakat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlibat Pembunuhan Kepala BIN Papua, Pimpinan OPM Toni Tabuni Ditembak Mati

Terlibat Pembunuhan Kepala BIN Papua, Pimpinan OPM Toni Tabuni Ditembak Mati

Riau | Rabu, 30 Maret 2022 | 14:53 WIB

Penembak Kepala BIN Papua Tertangkap, Polisi Pastikan Pelaku Anggota KKB

Penembak Kepala BIN Papua Tertangkap, Polisi Pastikan Pelaku Anggota KKB

News | Rabu, 30 Maret 2022 | 14:31 WIB

Ditembak Mati, Toni Tabuni Terlibat Penembakan Kabinda Papua hingga Tewas

Ditembak Mati, Toni Tabuni Terlibat Penembakan Kabinda Papua hingga Tewas

Sumut | Rabu, 30 Maret 2022 | 14:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×