Pentingnya Pemantauan dan Pengukuran Udara Ambien, Cegah Kerusakan Lingkungan dan Risiko Penyebaran Virus

Iwan Supriyatna

Sabtu, 02 April 2022 | 07:23 WIB
Pentingnya Pemantauan dan Pengukuran Udara Ambien, Cegah Kerusakan Lingkungan dan Risiko Penyebaran Virus
Pemantauan kualitas udara Ambien adalah proses pengukuran polutan yang ada di atmosfer berdasarkan jumlah dan jenisnya sesuai standar kualitas udara.

Suara.com - Sehubungan dengan adanya standar persyaratan standar baku mutu udara ambien menurut Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 Lampiran VII mengenai Baku Mutu Udara Ambien, pemantauan kualitas udara Ambien sangat diperlukan bagi setiap perusahaan untuk memantau tingkat polusi, baik di kawasannya sendiri maupun kawasan yang berpotensi terkena dampak akibat kegiatan.

Pemantauan kualitas udara Ambien adalah proses pengukuran polutan yang ada di atmosfer berdasarkan jumlah dan jenisnya sesuai standar kualitas udara. Rincian polutan yang ada di atmosfer yang ditampilkan nantinya dapat membantu kita mengambil tindakan untuk meningkatkan kualitas udara dan memelihara keamanan lingkungan.

Partikulat, gas, atau unsur-unsur berbahaya lainnya di atmosfer dapat menyebabkan kerusakan pada organisme hidup dan lingkungan, yang dapat berdampak serius pada kesehatan manusia. Menerapkan sistem pemantauan kualitas udara Ambien merupakan salah satu langkah tepat dalam meningkatkan kualitas udara.

Menurut persyaratan yang tertuang dalam PP No.22 Tahun 2021 Lampiran VII terkait Baku Mutu Udara Ambien; pemantauan udara Ambien untuk partikulat seperti debu berukuran kurang dari 2,5 µm (PM2.5), partikel atau debu berukuran kurang dari 10 µm (PM10), dan Total Suspended Particle (TSP) memerlukan durasi pengukuran selama 24 jam dengan metode aktif kontinu, dan salah satu alat pemantauan kualitas udara Ambien yang memenuhi persyaratan tersebut ialah Aeroqual S500.

Aeroqual S500 merupakan alat pengukuran udara Ambien yang disediakan perusahaan Lensa Lingkungan; bagian dari PT Lensa Makmur Sejahtera yang bergerak di bidang penjualan maupun penyewaan alat ukur udara, baik untuk udara Ambien maupun emisi. Di samping itu, Lensa Lingkungan juga menyediakan peralatan terkait pengelolaan air bersih dan air limbah; serta meteorologi seperti arah dan kecepatan angin, kebisingan, suhu, ataupun sinar matahari.

Mengukur partikulat dan polutan, baik gas maupun debu, seringkali menuntut perusahaan ataupun laboratorium uji untuk membeli alat khusus yang mana akan membengkakkan biaya operasional. Lensa Lingkungan menyediakan alternatif berupa Aeroqual S500 yang disewakan kepada perusahaan-perusahaan untuk mengukur gas dan debu, baik TSP, PM10, dan PM2,5 sesuai standar Peraturan Pemerintah.

“Pemantauan kualitas udara Ambien telah menjadi prioritas bagi setiap perusahaan, apalagi setelah pandemi COVID-19 melanda. Mengingat kualitas udara dan parameter udara utama seperti suhu dan kelembaban relatif memainkan peran penting dalam penyebaran polutan dan virus. Dari masalah tersebut, Aeroqual S500 pun telah disewakan dan digunakan puluhan kali oleh berbagai perusahaan, lembaga penelitian, dan laboratorium pengukuran lingkungan untuk memantau tingkat polusi sesuai standar Peraturan Pemerintah,” kata Arie selaku Owner Lensa Lingkungan ditulis Sabtu (2/4/2022).

Selain TSP, PM10, dan PM2.5, pengguna dapat menambah hingga pengukuran 20 polutan gas yang berbeda seperti CO, CO2, NO2, VOC, O3, SO2, H2S, dan banyak lagi pada Aeroqual S500. Pengguna juga dapat mengunduh data langsung ke PC melalui USB karena ada fasilitas simpan data (logging).

Di samping untuk memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah, pemantauan kualitas udara Ambien juga diperlukan untuk menunjukkan kepada para pekerja bahwa pemimpin perusahaan menghargai kesehatan mereka sekaligus meningkatkan produktivitas mereka dengan mengurangi risiko kesehatan.

baca juga

Dengan menggunakan Aeroqual S500, perusahaan bisa menjaga kesehatan karyawan serta bebas dari biaya pemeliharaan alat. Pengiriman pengganti pun juga akan dilakukan apabila ada gangguan pada alat atau aksesorisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Akibat Pencemaran Debu Batu Bara, Tiga Anak di Rusun Marunda Derita Ulkus Kornea Mata

Diduga Akibat Pencemaran Debu Batu Bara, Tiga Anak di Rusun Marunda Derita Ulkus Kornea Mata

News | Jum'at, 01 April 2022 | 12:16 WIB

Jakarta Macet Lagi, Wagub DKI Duga Jadi Salah Satu Penyebab Kualitas Udara di Jakarta Tak Sehat

Jakarta Macet Lagi, Wagub DKI Duga Jadi Salah Satu Penyebab Kualitas Udara di Jakarta Tak Sehat

Jakarta | Jum'at, 01 April 2022 | 07:30 WIB

Jakarta Macet Lagi Karena Pelonggaran, Wagub DKI: Itu Salah Satu Penyebab Kualitas Udara Tidak Sehat

Jakarta Macet Lagi Karena Pelonggaran, Wagub DKI: Itu Salah Satu Penyebab Kualitas Udara Tidak Sehat

News | Jum'at, 01 April 2022 | 03:25 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

×