Piala Dunia 2022: Bagaimana Qatar Memperlakukan Pekerja Stadion?

Siswanto, BBC

Sabtu, 02 April 2022 | 14:17 WIB
Piala Dunia 2022: Bagaimana Qatar Memperlakukan Pekerja Stadion?
BBC

Suara.com - Hasil undian putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar telah diumumkan. Dengan ini, turnamen akbar sepak bola itu siap untuk digelar mulai dari 21 November sampai 18 Desember.

Piala Dunia tahun ini dibayangi berbagai kontroversi mulai dari bagaimana Qatar bisa memenangkan persaingan untuk menjadi tuan rumah, apakah Qatar memang cocok untuk menggelar perhelatan turnamen sepak bola paling akbar, hingga masalah bagaimana negara ini memperlakukan puluhan ribu pekerja yang membangun stadion.

Perlakuan terhadap pekerja migran

Untuk menggelar Piala Dunia 2022, Qatar membangun tujuh stadion, satu bandar udara baru, jaringan kereta dan sejumlah ruas jalan baru.

Tak kurang dari 30.000 pekerja migran dikerahkan untuk membangun proyek ini dan Qatar dikecam pada 2016 oleh organisasi hak asasi manusia, Amnesty International karena "menerapkan kerja paksa".

Amnesty mengatakan para pekerja tinggal di akomodasi yang buruk, membayar mahal biaya perekrutan, gaji ditahan dan paspor disita.

Sejak 2017, pemerintah Qatar menerapkan sejumlah kebijakan untuk melindungi buruh migran agar tidak bekerja dalam kondisi temperatur yang sangat panas, membatasi jam kerja dan meningkatkan kualitas akomodasi.

Tetapi, organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) dalam laporan pada 2021 mengatakan pekerja migran "masih mengalami praktik ilegal pemangkasan gaji" dan "tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, padahal sudah bekerja berat dengan jam kerja yang panjang".

Amnesty International juga mengatakan meski sistem "kafala" atau sponsor telah dihapus namun para buruh tetap saja menerima tekanan yang berat. Selama ini, sistem kafala melarang buruh meninggalkan pekerjaan tanpa izin majikan atau perusahaan.

Juru bicara pemerintah mengatakan kepada BBC, "Sudah ada kemajuan besar untuk memastikan reformasi benar-benar diterapkan."

baca juga

Ia juga mengatakan, jumlah perusahaan yang melanggar aturan perburuhan "terus menurun".


Hasil undian Piala Dunia 2022

Ada 32 negara yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2022. Mereka dibagi ke dalam delapan grup.

Tujuh negara menempati unggulan teratas berdasarkan peringkat FIFA Brasil, Belgia, Prancis, Argentina, Inggris, Spanyol, dan Portugal tidak akan bertemu satu sama lain di babak penyisihan grup. Sebagai tuan rumah, Qatar, juga otomatis masuk dalam "kelompok elite" ini.

Berikut ini pembagian grupnya:

  • Grup A: Qatar, Ekuador, Senegal, Belanda
  • Grup B: Inggris, Iran, AS, Wales/Skotlandia/Ukraina
  • Grup C: Argentina, Arab Saudi, Meksiko, Polandia
  • Grup D: Prancis, UEA/Australia/Peru, Denmark, Tunisia
  • Grup E: Spanyol, Kosta Rika/Selandia Baru, Jerman, Jepang
  • Grup F: Belgia, Kanada, Maroko, Kroasia
  • Grup G: Brasil, Serbia, Swiss, Kamerun
  • Grup H: Portugal, Ghana, Uruguay, Korea Selatan

Masih ada tiga tempat yang belum terisi karena penundaan beberapa pertandingan play-off, akibat invasi Rusia ke Ukraina dan pandemi virus corona.

Dua laga final antarbenua akan dilangsungkan di Qatar pada 13 dan 14 Juni. Kosta Rika akan melawan Selandia Baru, dan Peru akan melawan pemenang Uni Emirat Arab versus Australia, yang bertemu di play-off Asia di Doha pada 7 Juni.

Pertandingan-pertandingan itu dipindahkan dari bulan Maret karena efek domino pandemi virus corona di setiap benua. Seluruh pertandingan kualifikasi Oseania dilangsungkan pada 1730 Maret dalam mini turnamen di Qatar.

Wales, yang berusaha untuk mencapai Piala Dunia pertama mereka sejak 1958, harus melawan pemenang Skotlandia versus Ukraina pada babak final play-off pada bulan Juni. Namun, babak semi-final itu yang awalnya dijadwalkan pada 24 Maret ditunda karena invasi Rusia ke Ukraina.


Berapa pekerja yang tewas?

Pada Februari 2021, surat kabar Inggris The Guardian memberitakan 6.500 pekerja migran dari India, Pakistan, Nepal, Bangladesh dan Sri Lanka meninggal di Qatar sejak negara ini memenangkan persaingan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kematian tersebut, yang diumumkan oleh lima negara Asia ini, tidak dikategorikan sebagai kematian di tempat kerja.

Namun, kelompok hak buruh, FairSquare, mengatakan ada kemungkinan banyak dari mereka yang tewas sebelumnya bekerja di proyek-proyek Piala Dunia.

Baca juga:

Pemerintah Qatar mengatakan, angka kematian tersebut berlebihan karena "mencakup ribuan warga asing yang meninggal setelah tinggal dan bekerja di sana selama bertahun-tahun".

Dikatakan pula, "banyak di antaranya yang bekerja bukan di sektor bangunan".

Qatar mengatakan antara 2014 hingga 2020, 37 orang tewas saat bekerja membangun stadion-stadion Piala Dunia, 34 di antaranya "tidak terkait dengan pekerjaan mereka".

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan tidak menghitung kematian mendadak di antara para pekerja, misalnya mereka yang tewas akibat serangan jantung dan kegagalan sistem pernapasan, yang dipicu oleh kondisi suhu udara yang sangat panas.

Oleh pemerintah Qatar kematian ini digolongkan sebagai kematian biasa, bukan kematian yang terkait dengan kondisi kerja.

ILO mengumpulkan sendiri data kematian yang didapat dari rumah-rumah sakit pemerintah dan layanan ambulans di Qatar, mendata semua kematian yang terkait dengan Piala Dunia.

Menurut ILO, 50 pekerja tewas dan lebih 500 lainnya cedera parah di Qatar selama tahun 2021 saja. Di luar itu, 37.000 orang cedera ringan hingga tak terlalu berat.

Penyebab utama kematian dan cedera adalah jatuh dari ketinggian, kecelakaan lalu lintas, dan terkena benda yang jatuh.

Bagaimana Qatar bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia?

Sorotan langsung tertuju ke Qatar sejak negara diumumkan oleh FIFA sebagai penyelenggara Piala Dunia pada tahun 2010.

Banyak yang kaget dengan keberhasilan Qatar memenangkan persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia, karena negara ini tak punya sejarah sepak bola yang mengesankan.

Juga tak pernah lolos ke putaran final. Tapi Qatar berhasil menyingkirkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Korea Utara, dan Jepang.

Keputusan ini memunculkan dugaan para pengurus FIFA "menerima suap dari Qatar" meski penyelidikan independen yang dibentuk FIFA tidak menemukan bukti kecurigaan tersebut.

Qatar membantah tuduhan telah membeli suara namun penyelidikan oleh pihak berwenang Prancis masih berlangsung dan pada 2020 Amerika menuduh tiga pejabat FIFA menerima bayaran.

Mengapa Piala Dunia 2022 digelar November-Desember?

Putaran final Piala Dunia biasanya dihelat pada Juni hingga Juli.

Namun, temperatur pada bulan-bulan ini di Qatar mencapai 41C dan bisa mencapai 50C, terlalu panas untuk berada di luar, apalagi bermain di lapangan selama 90 menit.

Baca juga:

Dalam proses pencalonan menjadi tuan rumah, Qatar menjanjikan teknologi pendinginan udara yang akan dipasang di stadion, arena latihan dan zona untuk pecinta sepak bola. Dikatakan, suhu udara di tempat-tempat ini akan diatur di kisaran 23C.

Tetapi pada 2015, FIFA memutuskan Piala Dunia 2022 digelar saat belahan Bumi utara mengalami musim dingin.

Diputuskan, Piala Dunia resmi dibuka pada 21 November dan laga final digelar pada 18 Desember. Namun, jadwal ini bertabrakan dengan jadwal liga domestik di banyak negara.

Itu artinya, Liga Primer di Inggris harus meliburkan kompetisi antara 13 November hingga 26 Desember.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Pantang Dilupakan! Ini 9 Final Piala Dunia Paling Dramatis Sepanjang Masa

Pantang Dilupakan! Ini 9 Final Piala Dunia Paling Dramatis Sepanjang Masa

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:22 WIB

Wow! Piala Dunia 2026: Buka 824 Ribu Lapangan Pekerjaan, Sumbang Rp656 T untuk Ekonomi Dunia

Wow! Piala Dunia 2026: Buka 824 Ribu Lapangan Pekerjaan, Sumbang Rp656 T untuk Ekonomi Dunia

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 09:57 WIB

Gareth Bale Ketakutan Bangkrut meski Dapat Kucuran Rp650 M per Tahun dari El Real

Gareth Bale Ketakutan Bangkrut meski Dapat Kucuran Rp650 M per Tahun dari El Real

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:41 WIB

Punya 5 Kemiripan dengan Argentina, Timnas Indonesia U-23 Bisa Juara Piala Asia U-23 2024

Punya 5 Kemiripan dengan Argentina, Timnas Indonesia U-23 Bisa Juara Piala Asia U-23 2024

Bola | Sabtu, 27 April 2024 | 19:00 WIB

Menantikan Tuah Al Thumama Stadium, Venue Laga Penentuan Indonesia vs Jepang

Menantikan Tuah Al Thumama Stadium, Venue Laga Penentuan Indonesia vs Jepang

Your Say | Rabu, 24 Januari 2024 | 14:10 WIB

Sama-sama Tantang Uji Coba Negara Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Full Senyum, Malaysia Meringis

Sama-sama Tantang Uji Coba Negara Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Full Senyum, Malaysia Meringis

Bola | Rabu, 13 Desember 2023 | 08:14 WIB

Breakingnews Angel Di Maria Pensiun dari Timnas Argentina

Breakingnews Angel Di Maria Pensiun dari Timnas Argentina

Bola | Jum'at, 24 November 2023 | 07:15 WIB

Kamboja Bikin Kejutan Agendakan Laga Uji Coba Lawan Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Kamboja Bikin Kejutan Agendakan Laga Uji Coba Lawan Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Bola | Senin, 30 Oktober 2023 | 13:51 WIB

Louis van Gaal Tuding Piala Dunia 2022 Diatur untuk Menangkan Lionel Messi

Louis van Gaal Tuding Piala Dunia 2022 Diatur untuk Menangkan Lionel Messi

Bola | Selasa, 05 September 2023 | 13:33 WIB

Terkini

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:07 WIB

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:45 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:42 WIB

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×