Suara.com - Banyak peristiwa terjadi di palang perlintasan kereta api karena ketidaksabaran masyarakat Indonesia dalam menunggu. Bahkan kadang palang sudah menutup namun orang-orang tetap memaksa lewat karena ogah menunggu.
Hal itulah yang terlihat di sebuah video viral unggahan akun Twitter @jowoshitpost. Video tersebut memperlihatkan sejumlah besar kendaraan bermotor roda dua yang memaksa melewati sebuah perlintasan kereta api, padahal palang pengamannya sudah diturunkan.
Bukan hanya itu, suara penanda kereta api akan lewat pun masih terdengar nyaring, namun para pengendara itu tidak peduli dan tetap berusaha untuk menyerobot melewati perlintasan.
Mereka saling berebut untuk segera lewat di sela-sela area yang tak tertutup palang. Namun seorang wanita melakukan hal yang lebih nekat, yakni mengangkat palang lantaran tidak betah mengantre.
Tampak di video berdurasi 11 detik itu seorang ibu-ibu pengendara sepeda motor berusaha melewati palang yang sudah ditutup seperti pengendara lain.
Namun karena terus diserobot oleh yang lainnya, ibu-ibu yang terlihat membawa belanjaan itu pun nekat mengangkat palang yang sudah melintang.
Dengan susah payah ia mengangkat palang itu menggunakan tangan kirinya lalu menjalankan sepeda motornya untuk lewat. Nahas, tangannya ternyata tidak cukup kuat untuk menahan sehingga palang itu kembali turun sebelum ia sempat berlalu.

Alhasil palang itu mendorong sang ibu hingga jatuh terjungkal dari sepeda motornya. Bukan hanya dirinya, sepeda motor serta barang belanjaannya juga ikut jatuh di jalan dan memicu kepanikan pengendara lain.
Video yang belum diketahui direkam di mana ini sontak menyita perhatian banyak warganet. Kebanyakan tentu menyayangkan sikap si ibu-ibu yang tidak sabaran dan malah berujung mencelakai diri sendiri.
"Yahhh bu, sabar napa sih kann jadi sakitt. lain kali jangan gitu ya buu," komentar warganet.
"Emak-emak tiada lawan memang," kata warganet lain.
"Lagian kenapa ga nunggu dengan sabar dulu sih buu," imbuh warganet.
"Salah satu kelompok terkuat dan tidak bisa dikalahkan di bumi, ibu-ibu pengendara roda dua," celetuk warganet.
"Walahhhh kakean polah (kebanyakan tingkah) seh," gerutu warganet lain.
"Kui nasibe blanjaane piyee," ujar warganet, lebih fokus pada nasib barang-barang yang dibeli si ibu-ibu bandel.