Stafsus Menkes: Banyak Dokter Bilang Alat Kesehatan Dalam Negeri Kurang Bermutu

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 09 April 2022 | 07:23 WIB
Stafsus Menkes: Banyak Dokter Bilang Alat Kesehatan Dalam Negeri Kurang Bermutu
Karyawan memproduksi alat diagnostik kesehatan di pabrik PT Standard Biosensor Healthcare, kawasan Kertamukti, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Suara.com - Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang Ketahanan Industri Obat dan Alat Kesehatan, Laksono Trisnantoro, membeberkan beberapa alasan masyarakat dan penyedia layanan kesehatan lebih suka membeli alat kesehatan impor daripada produk lokal.

Pertama, kata Laksono, belum banyak kampanye bangga membeli produk Indonesia untuk alat kesehatan.

"Meski tidak semua, banyak dokter yang bilang, alat dalam negeri kurang bermutu. Di sini perlunya kampanye bangga beli produk alat kesehatan Indonesia kepada para dokter sebagai pelayan kesehatan," ujar Laksono seperti diberitakan Antara, Jumat (8/4/2022).

Menurutnya, persepsi brand terhadap alat kesehatan dalam negeri dari dokter itu sangat penting.

"Kalau pasien kan ikut anjuran dokter saja," ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bidang Kesahatan Charles Honoris mengatakan Indonesia perlu melihat pengalaman negara lain yang sudah lebih dahulu punya kemandirian alat kesehatan.

Ia mencontohkan seperti China, Taiwan dan Korea Selatan.

Negara-negara tersebut, menurut dia, menerapkan dua strategi umum, yaitu pembukaan jalur pemasaran dan pembentukan ekosistem alat kesehatan.

"Negara-negara tersebut memulai kemandirian dengan memiliki komitmen yang kuat untuk membeli alat kesehatan dalam negeri sebanyak mungkin dan tetap memperhatikan unsur keamanan, kualitas dan ketersediaan," katanya.

Ia menambahkan dengan terbukanya jalur pemasaran, maka ekosistem alat kesehatan nasional akan terbentuk.

“Produsen komponen, bahan baku, sarana pengujian dan lain-lain juga akan terbentuk seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk alat kesehatan dalam negeri," katanya, dalam diskusi berjudul "Mengapa Alat Kesehatan Indonesia Belum Mandiri Juga?" yang digelar secara daring, Jumat.

Sementara Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia mengatakan industri hulu alat kesehatan yang belum memadai menjadi salah satu faktor Indonesia belum mandiri.

Rizka mengatakan belum memadainya industri hulu alat kesehatan membuat terbatasnya ketersediaan bahan baku dalam negeri.

Selain itu, katanya, ekosistem investasi di bisnis alat kesehatan juga belum terbentuk.

"Laboraturium uji alat kesehatan terbatas," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Mengejutkan Ada Gelas dalam Perut Pria di Jember yang Viral

6 Fakta Mengejutkan Ada Gelas dalam Perut Pria di Jember yang Viral

News | Jum'at, 08 April 2022 | 12:03 WIB

Ramai Testimoni Terapi Cuci Otak Dokter Terawan, Ahli Samakan Dengan Fenomena 'Batu Ponari'

Ramai Testimoni Terapi Cuci Otak Dokter Terawan, Ahli Samakan Dengan Fenomena 'Batu Ponari'

Health | Jum'at, 08 April 2022 | 12:02 WIB

Gelas Kaca di Perut Nurlasiadi Warga Jember Berhasil Diangkat Dokter, Warga Sebut karena Santet

Gelas Kaca di Perut Nurlasiadi Warga Jember Berhasil Diangkat Dokter, Warga Sebut karena Santet

News | Jum'at, 08 April 2022 | 11:34 WIB

Dokter Gizi Menyarankan Ini Waktu Terbaik untuk Makan Sahur Bagi Warga Indonesia, Jangan Sampai Telat!

Dokter Gizi Menyarankan Ini Waktu Terbaik untuk Makan Sahur Bagi Warga Indonesia, Jangan Sampai Telat!

Kaltim | Jum'at, 08 April 2022 | 02:20 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×