Array

Kritik Habis Menteri yang Ngotot Gaungkan Isu Jokowi 3 Periode, Petinggi PDIP: Cukup Sudah Pak Harto Dikorbankan Harmoko

Rabu, 13 April 2022 | 10:40 WIB
Kritik Habis Menteri yang Ngotot Gaungkan Isu Jokowi 3 Periode, Petinggi PDIP: Cukup Sudah Pak Harto Dikorbankan Harmoko
Ilustrasi perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Sejumlah menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Maruf Amin sedang disorot karena lebih sibuk menggelindingkan isu perpanjangan masa jabatan Jokowi tiga periode. Terkait hal itu,  cerita lengsernya pemerintahan rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto pun dikait-kaitkan dengan ulah para pembantu Jokowi yang gencar menggaungkan isu perpanjangan masa jabatan presiden

Kritik itu disampaikan Ketua DPP PDI-Perjuangan atau PDIP bidang Kehormatan, Komarudin Watubun. Awalnya,  Komarudin mengingatkan agar para menteri atau pembantu presiden tidak menunggangi agenda nasional demi kepentingan pribadi. 

"Jadi itu yang saya bilang, menteri-menteri ini jangan punya agenda-agenda pribadi lalu ikut dibonceng-bonceng ini agenda nasional," kata Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4/2022) kemarin. 

Dia mangatakan, agar menteri-menteri kabinet Jokowi-Maruf itu tetap fokus bekerja ketimbang memikirkan atau melakukan hal-hal yang lain di luar kewanangannya sebagai pembantu kepala negara. 

Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai PDIP, Komarudin Watubun [KabarPapua.co]
Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai PDIP, Komarudin Watubun [KabarPapua.co]

"Menteri-menteri teknis ini.harusnya serius bantu presiden supaya tidak terjadi seperti saat ini urusan minyak goreng saja jadi masalah serius harus presiden yang turun tangan, untuk apa ada menteri?" katanya.  

Menteri-menteri di Kabinet juga diminta agar tidak hanya sekedar membuat presiden senang. Menurutnya, cukup sudah Presiden Suharto dikorbankan oleh Harmoko. 

"Cukup sudah Pak Harto dulu dikorbankan oleh pak Harmoko. Cukup sudah sampai di situ, keledai sekalipun tidak mau jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya apalagi manusia yang berakal katanya lebih mulia," tuturnya. 

"Pak Harto dulu perjalanannya sudah bagus. Tetapi Harmoko yang mendorong terus pak Harto sampai kemudian semua jasa pak Harto itu berakhir dengan demo besar 1998 yang medesak pak Harto mundur dari jabatan Presiden."

Baca Juga: Kinerja Menteri Jokowi Disorot, Sudah Saatnya Lakukan Reshuffle Kabinet?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI