Keduanya ditawari tempat duduk di sekoci, tetapi Isidor menolak — selama ada anak-anak dan perempuan berada di kapal yang tenggelam, dia tidak mau naik ke sekoci.
Istrinya Ida, tidak ingin diselamatkan tanpa suaminya dan dilaporkan telah berkata, "Saya tidak akan berpisah dari suami saya. Seperti yang kita jalani hingga kini, kita akan mati bersama."
Beberapa plakat memperingati pasangan ini, termasuk satu di department store Macy di New York City.
Mengapa tidak ada cukup sekoci?
Titanic seharusnya memiliki 32 sekoci, tetapi perusahaan pelayaran yakin bahwa kapal itu aman dan membawa sekoci sebanyak itu hanya akan menghabiskan ruang di geladak.
Perusahaan memang tidak melanggar undang-undang keselamatan yang berlaku saat itu, karena menurut peraturan, jumlah sekoci penyelamat kapal didasarkan pada berat kapal, bukan pada jumlah penumpangnya.
Titanic hanya membawa 16 sekoci dan empat perahu lipat, jadi hanya 700 orang yang bisa diselamatkan.
Sebelumnya sudah jadi cerita novel
Mungkin sebelum menamai kapal, perusahaan pelayaran White Star Line seharusnya membaca buku penulis Morgan Robertson "Futility" yang diterbitkan tahun 1898.
Baca Juga: Spiderman hingga Titanic, Ini 7 Rekomendasi Film Box Office Terbaik Sepanjang Masa
Novel tersebut menceritakan kisah sebuah kapal besar dan mewah bernama Titan yang menabrak gunung es saat berlayar antara AS dan Inggris — persis seperti yang terjadi pada Titanic.