Perlindungan Iklim Adalah Kunci Keamanan Energi Jerman

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 20 April 2022 | 15:21 WIB
Perlindungan Iklim Adalah Kunci Keamanan Energi Jerman
DW

Suara.com - Jerman harus melakukan segala cara untuk mengakhiri ketergantungannya pada bahan bakar fosil dari Rusia. Bergerak menuju perlindungan iklim adalah cara terbaik. Opini Sherri Goodman.

Ahli meteorologi Ukraina Svitlana Krakovska mengatakan apa yang kita semua sudah tahu: perubahan iklim dan perang di Ukraina keduanya berakar pada bahan bakar fosil, dan ketergantungan kita pada mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada langkah signifikan dalam mengenali hubungan iklim dengan keamanan nasional. Tapi itu saja belum bisa membebaskan negara ini dari tambatan minyak dan gas Rusia.

Namun konflik ini mempercepat transisi yang sulit tetapi krusial bagi Jerman. Invasi Rusia, yang dibiayai dari pasar bahan bakar fosil dunia, menunjukkan bahwa keamanan nasional Jerman bergantung pada ketahanan energi dan kemandirian yang lebih besar.

Ketahanan dan kemandirian energi yang lebih besar hanya dapat terjadi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan pasar global. Sementara sanksi ekonomi bertujuan untuk membatasi Rusia, pejabat Jerman sebelumnya memperkirakan bahwa masih diperlukan waktu hingga 2024 untuk sepenuhnya mengakhiri ketergantungan pada gas alam Rusia.

Gazprom, produsen gas yang dikendalikan negara Rusia, adalah pemasok gas terbesar di Eropa dan melaporkan rekor pendapatan tahun lalu. Pendapatan minyak Rusia bahkan lebih besar lagi.

Penelitian dari lembaga think tank Transport & Environment menunjukkan bahwa ketergantungan Eropa pada minyak Rusia menempatkan $285 juta dolar per hari ke kantong Putin.

Sebagai importir minyak Rusia terbesar di Eropa, Jerman bertanggung jawab atas 65 juta dolar per hari. Segudang ancaman Menghentikan aliran uang ini akan menciptakan masalah seismik bagi Rusia di bawah Putin, dan akan menambah dampak embargo minyak AS terhadap Rusia.

Tapi ketergantungan Jerman pada bahan bakar fosil Rusia adalah yang terbesar di Eropa. Ini mengingatkan kita bahwa ketergantungan yang berlebihan terhadap bahan bakar fosil adalah pengganda ancaman: Perang mengancam keamanan energi Jerman, memicu krisis biaya hidup, dan keraguan tentang kemakmuran jangka panjang.

baca juga

Pada saat yang sama, ketergantungan Jerman pada bahan bakar fosil Rusia seperti api yang mempercepat perang di Ukraina dan membuatnya lebih sulit untuk dihentikan. Langkah keamanan cerdas adalah pertumbuhan pesat energi terbarukan dan teknologi lain, yang akan mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas Rusia.

Tentu saja, Jerman dan negara-negara lain di Eropa memiliki kebutuhan jangka pendek untuk mengganti gas Rusia dengan pemasok yang lebih andal untuk memenuhi kebutuhan energi dengan segera.

(Bagan yang menunjukkan impor batubara Jerman) Pengurangan segera dalam permintaan gas melalui efisiensi energi, serta menjauhi bahan bakar fosil, harus menjadi prioritas.

Pendekatan ini juga akan membantu menghindari skenario risiko bencana dari perubahan iklim, dari banjir yang telah menelan banyak korban jiwa di Jerman hingga gelombang panas yang melanda benua ini dalam beberapa tahun terakhir. Komisi UE telah mengumumkan rencana untuk memotong impor gas Rusia hingga dua pertiga tahun ini, sambil dengan cepat meningkatkan energi terbarukan, inovasi energi bersih, dan langkah-langkah efisiensi energi.

Berpikir dan bertindak hijau Karena semakin banyak negara menyadari hal ini, sepertinya Kesepakatan Hijau UE akan semakin kuat, menuai dukungan dari militer dan pendukung iklim. Dewan Militer Internasional untuk Iklim dan Keamanan (IMCCS) telah mengakui peran sentral Kesepakatan Hijau dalam mendorong diplomasi energi internasional, sementara juga mendorong UE untuk mengambil pendekatan keamanan iklim yang lebih terintegrasi.

Jerman telah membuat awal yang baik dalam perjalanannya menuju dekarbonisasi penggunaan dan sumber energinya. Pengumuman Menteri Keuangan Christian Lindner bahwa "energi hijau adalah energi kebebasan," dan investasi keamanan dan pertahanan senilai €100 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersama pendorong iklim €90 miliar di atas anggaran perlindungan iklim €110 miliar yang sudah ada, adalah tanda-tanda positif.

Kerja sama transatlantik akan sangat penting. Saat mengejar energi dekarbonisasi, Jerman akan membutuhkan AS untuk bergabung dalam mendorong inovasi dalam energi terbarukan.

Investasi yang dipimpin AS dalam energi bersih, dan mayoritas untuk rencana nasional yang disetujui, akan memberikan kepastian pasar yang diperlukan untuk meningkatkan energi angin dan matahari serta teknologi hidrogen hijau.

Perang di Ukraina adalah bencana kemanusiaan, dan tampilan menakutkan dari ancaman Rusia di bawah Putin bagi dunia. Ini adalah peringatan yang menunjukkan kepada Eropa apa yang perlu dilakukan untuk memungkinkan masa depan yang aman terhadap iklim, dan Eropa yang lebih aman.

Jika koalisi pemerintahan merespons dengan tegas untuk mengakhiri ketergantungannya pada bahan bakar fosil Rusia, itu juga bisa menjadi katalisator untuk Jerman yang lebih aman, juga dalam isu iklim.

Sherri Goodman adalah Ahli Strategi Senior dan anggota Dewan Penasihat di Pusat Iklim dan Keamanan, Ketua di Dewan Risiko Strategis, dan Sekretaris Jenderal Dewan Militer Internasional untuk Iklim dan Keamanan. Pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan AS (dan Keamanan Lingkungan) yang pertama dari 1993-2001. (hp/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Bos Bali United Bongkar Alasan Gelontorkan Dana Segini Demi Rekrut Anak John Herdman

Bos Bali United Bongkar Alasan Gelontorkan Dana Segini Demi Rekrut Anak John Herdman

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:50 WIB

UPH Festival 2026 Ditutup, Mahasiswa Baru Diajak Menemukan Panggilan dan Membawa Dampak

UPH Festival 2026 Ditutup, Mahasiswa Baru Diajak Menemukan Panggilan dan Membawa Dampak

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:48 WIB

BRImo Beri Cashback 30 Persen Pembelian Tiket JCO Run 2026, Segera Klaim Sekarang!

BRImo Beri Cashback 30 Persen Pembelian Tiket JCO Run 2026, Segera Klaim Sekarang!

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Fathimah Azzahra Semprot Polisi di Plaza UOB: Jangan Provokasi Massa dengan Mobil Komando!

Fathimah Azzahra Semprot Polisi di Plaza UOB: Jangan Provokasi Massa dengan Mobil Komando!

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Anggaran Subsidi Energi Naik di RAPBN 2027, Program B50 Dinilai Belum Sukses

Anggaran Subsidi Energi Naik di RAPBN 2027, Program B50 Dinilai Belum Sukses

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Yaqut Tantang KPK Buktikan Soal Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji

Yaqut Tantang KPK Buktikan Soal Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan

Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:35 WIB

RAPBN 2027: Target Penerimaan PPN dan PPnBM Naik Jadi Rp 1.126,1 Triliun, Tumbuh 13,4%

RAPBN 2027: Target Penerimaan PPN dan PPnBM Naik Jadi Rp 1.126,1 Triliun, Tumbuh 13,4%

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Anggaran Subsidi Energi 2027 Ditambah, Harga LPG 3 Kg dan Tarif Listrik Tak Naik

Anggaran Subsidi Energi 2027 Ditambah, Harga LPG 3 Kg dan Tarif Listrik Tak Naik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×