Polandia Serahkan "Pusat Spionase" Rusia di Warsawa untuk Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 23 April 2022 | 10:20 WIB
Polandia Serahkan "Pusat Spionase" Rusia di Warsawa untuk Ukraina
DW

Suara.com - Polandia telah menyita sebuah kompleks diplomatik Rusia yang ditinggalkan. Pihak berwenang mengatakan situs itu, yang menurut beberapa orang digunakan untuk kegiatan spionase, akan diserahkan kepada komunitas Ukraina.

Wali Kota Warsawa Rafal Trzaskowski pada Senin (11/04) mengatakan, telah menyita sebuah kompleks berpagar pengaman yang pernah digunakan oleh petugas diplomatik Rusia dan sekarang tampaknya kosong.

Trzaskowski lebih jauh mengatakan, properti itu akan digunakan komunitas Ukraina untuk kemungkinan menampung para pengungsi yang datang ke Polandia setelah invasi Rusia. Apa saja yang dikatakan Wali Kota Warsawa?

Gedung apartemen yang dibangun oleh Rusia pada 1970-an di Warsawa telah memicu sengketa antara Polandia dan Rusia yang berlangsung selama beberapa dekade.

"Ini sangat simbolis bahwa kami sekarang menutup proses (sengketa hukum) panjang ini, di era agresi Rusia," cuit Trzaskowski.

"Kami telah mengambil kembali apa yang disebut sebagai "sarang mata-mata" dan ingin menyerahkannya kepada tamu Ukraina kami," kata Wali Kota Trzaskowski kepada wartawan, yang menggunakan nama panggilan Polandia - "Szpiegowo" - untuk situs tersebut.

"Saya senang dengan cara simbolis kami dapat menunjukkan, Warsawa membantu teman-teman Ukraina kami," tambahnya. Trzaskowski sendiri memasuki tempat itu bersama dengan juru sita dan duta besar Ukraina untuk Polandia.

Seorang diplomat Rusia juga berada di lokasi untuk memprotes tindakan tersebut. Wali Kota Warsawa juga memposting gambar bangunan kompleks apartemen itu di Twitter.

Kompleks ini dibangun dalam perjanjian pertukaran tanah antara Polandia dan Uni Soviet pada tahun 1974. Meskipun Moskow menerima sembilan properti baru di Warsawa, pihak Soviet tidak pernah memberi balasan pertukaran tanah kepada Polandia, dan gedung-gedung tersebut menjadi kosong pada 1990-an.

baca juga

Pada tahun 2008, Warsawa mengakhiri perjanjian dan menuntut kompensasi, serta menuduh Moskow telah menduduki lahan tersebut secara ilegal. Rusia pun menolak perintah pengadilan untuk membayar sewa tanah atau menyerahkannya. Diplomat Rusia memprotes penyitaan Duta Besar Rusia untuk Polandia, Sergey Andreyev, menuduh pihak berwenang Polandia menyita properti diplomatik Rusia.

"Pagi (11/04) ini, petugas pengadilan datang ke properti diplomatik kami di 100 Sobieskiego Street di Warsawa dan memerintahkan pemindahan pemilikan gedung ke Kas Negara Polandia atas nama Balai Kota Warsawa," kata Andreyev seperti dikutip oleh kantor berita Rusia, RIA.

"Perwakilan Polandia memotong kunci gerbang dan ... pada dasarnya telah menduduki fasilitas itu," kata Andreyev. Ukraina menyambut peralihan kompleks apartemen Duta Besar Ukraina untuk Polandia, Andrii Deshchytsia mengatakan, kompleks bangunan itu "pasti akan melayani Ukraina dan warga Ukraina." Dia mengatakan properti itu bisa digunakan untuk sekolah, pusat budaya, atau akomodasi.

Deshchytsia mengatakan, para pejabat akan menunggu formalitas hukum diselesaikan sebelum mengambil alih situs tersebut. "Kami ingin melakukannya secara legal, tidak seperti Rusia," kata Deshchytsia. "Kami tidak ingin menduduki apa pun sebelum secara hukum dialihkan." Polandia telah menerima lebih dari 2,6 juta pengungsi dari negara tetangganya di tenggara, sejak perang dimulai — jumlah yang lebih banyak dari negara lain mana pun yang menampung pengungsi Ukraina. ha/as (AFP, AP, Reuters, dpa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Terkini

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

×