Pilpres Prancis: Kalahkan Le Pen, Macron Lanjutkan Masa Jabatan Presiden

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 25 April 2022 | 16:53 WIB
Pilpres Prancis: Kalahkan Le Pen, Macron Lanjutkan Masa Jabatan Presiden
DW

Suara.com - Emmanuel Macron yang berhaluan tengah mengalahkan saingan sayap kanannya, Marine Le Pen, dalam putaran kedua pemilihan presiden Prancis.

Mayoritas pemilih Prancis pada Minggu (24/04) mendukung Emmanuel Macron kembali melanjutkan masa jabatan keduanya dalam pemilihan presiden negara itu, setelah mengalahkan saingan sayap kanannya, Marine Le Pen.

Berdasarkan hasil resmi awal, tercatat Macron memenangkan 58,5 persen suara sedangkan Le Pen 41,5 persen.

Dengan angka tersebut, Macron menjadi pemimpin Prancis pertama yang memenangkan pilpres kembali dalam dua dekade sejak Jacque Chirac pada 2002.

Kepada para pendukungnya di depan Menara Eiffel, Macron mengatakan jika ia akan menjadi "presiden untuk semua" dan masa jabatan keduanya "tidak akan menjadi kelanjutan dari mandat saya sebelumnya."

Bagaimana Macron terpilih kembali?

Macron, seorang liberal pro-Eropa, mengklaim dirinya sebagai kekuatan penstabil selama masa krisis, yang dibuktikannya lewat kepemimpinannya selama pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

Menjelang pemungutan suara, Macron berjanji mereformasi sistem pensiun untuk membujuk pemilih dari kiri.

Macron memenangkan pemilihan kedua meski mengalami pasang surut pada masa jabatan pertamanya, termasuk gerakan rompi kuning pada 2018 di mana terjadi unjuk rasa besar-besaran atas kebijakan ramah bisnisnya dan pemotongan pajak untuk orang kaya.

baca juga

Indikasi keberhasilannya muncul dua pekan lalu, ketika Macron memimpin hampir 5 poin atas Le Pen di putaran pertama jajak pendapat, yang membuat persaingan lebih ketat.

Kampanye pada putaran kedua juga didukung beberapa surat kabar Prancis, yang menyebutkan beberapa peringatan jika kemenangan Le Pen akan membuat Prancis menjadi mitra yang tidak dapat diandalkan di luar negeri dan akan mengganggu persatuan nasional.

Macron mengakui ada pertempuran yang terkadang pahit melawan Le Pen dan tawaran pesan persatuan kepada para pendukungnya dengan mengatakan: "Kita sekarang harus menghormati karena kita memiliki begitu banyak perpecahan dan keraguan."

Mengapa pendekatan Le Pen gagal?

Le Pen, seorang populis sayap kanan dari Partai National Rally (RN), dianggap mengancam kekacauan besar dalam politik Prancis dan Eropa jika ia terpilih.

Secara historis, RN dituduh mendukung kebijakan rasis, anti-semitisme dan anti-Islam. Namun, pada bulan-bulan menjelang putaran kedua hari Minggu (24/04), dia berusaha melunakkan citra partainya terkait imigrasi sebagai upaya merayu lebih banyak pemilih.

Le Pen berkampanye untuk menegakkan identitas tradisional Prancis, sementara janjinya mengatasi krisis biaya hidup juga menuai kritikan.

Banyak pendukung menyambut sikapnya yang lebih lembut ke UE — tidak lagi mengancam untuk keluar dari blok tersebut.

Namun, kritiknya terhadap NATO pada invasi Rusia ke Ukraina mungkin telah membuat beberapa orang menjauh.

Tuduhan baru terhadapnya dan anggota partai yang diduga menggelapkan dana UE selama menjadi anggota parlemen Eropa mendorong penurunan kepercayaan para pemilih, meskipun dia telah membantah tuduhan itu.

Le Pen kepada para pendukungnya mengatakan, "tidak memiliki perasaan sedih" atas kekalahan tersebut.

Namun, dia memperingatkan masa jabatan Macron berikutnya kemungkinan akan menunjukkan "penghinaan dan kebrutalan" bagi pemilih Prancis, seperti masa jabatan sebelumnya.

Pemimpin Eropa menghela nafas lega

Beberapa pemimpin dan politisi Eropa memberi ucapan selamat kepada Macron atas kemenangan masa jabatan keduanya, termasuk Kanselir Jerman Olaf Scholz.

"Konstituen Anda juga mengirimkan komitmen kuat ke Eropa hari ini. Saya senang kami akan melanjutkan kerja sama baik kami," tulis Scholz di Twitter.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mencuitkan dalam bahasa Prancis, "bersama-sama kita akan membuat Prancis dan Eropa maju."

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte berharapan untuk dapat "melanjutkan kerja sama kami yang luas dan konstruktif di UE dan NATO."

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengirimkan ucapan selamatnya, dengan mengatakan Prancis adalah salah satu "sekutu terdekat dan terpenting" Inggris.

"Saya berharap untuk terus bekerja sama dalam isu-isu yang paling penting bagi kedua negara kita dan bagi dunia," tambahnya.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberi selamat kepada Macron dan mengatakan harapannya untuk melanjutkan kerja sama yang erat.

Dia menulis di Twitter bahwa Prancis adalah "sekutu tertua dan mitra utama AS dalam mengatasi tantangan global."

"Saya menantikan kerja sama erat kami yang berkelanjutan, termasuk dalam mendukung Ukraina, membela demokrasi, dan melawan perubahan iklim," kata Biden. rw/ha (AFP, AP, dpa, Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Bukan Cuman Beli Software Mahal, Begini 3 Tahap Wajib Perusahaan Patuh UU PDP

Bukan Cuman Beli Software Mahal, Begini 3 Tahap Wajib Perusahaan Patuh UU PDP

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Rakorda PSI Kota Depok Dihadiri Kaesang, Targetkan 6 Kursi DPRD

Rakorda PSI Kota Depok Dihadiri Kaesang, Targetkan 6 Kursi DPRD

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×