Telkom Konsisten Dukung Pelestarian Lingkungan Melalui Program Reboisasi dan Konservasi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 26 April 2022 | 18:08 WIB
Telkom Konsisten Dukung Pelestarian Lingkungan Melalui Program Reboisasi dan Konservasi
Telkom turut serta berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi pelestarian lingkungan. (Dok: Telkom)

Suara.com - Perubahan iklim terjadi, salah satunya karena peningkatan konsentrasi gas karbondioksida yang menyebabkan efek gas rumah kaca dan berakibat pada perubahan lingkungan di dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) turut serta berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam penanggulangan kondisi tersebut melalui berbagai program pelestarian lingkungan guna membangun kembali ekosistem yang seimbang dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Sebagai motor penggerak percepatan digitalisasi Indonesia, Telkom menginisiasi digitalisasi di bidang lingkungan melalui program reboisasi dan konservasi hutan binaan berbasis digital dengan penggunaan Geographic Information System (GIS) sebagai sistem monitoring tumbuh kembang pohon.

Inisiatif restorasi dan konservasi berbasis digital ini diawali di dua titik lokasi, yaitu Taman Buru Masigit Kareumbi dan Karangtengah di Kabupaten Garut. GIS mampu meningkatkan data inventarisasi hutan, memudahkan proses perbaikan kondisi hutan, merencanakan perbaikan dalam jangka pendek secara memadai, memperbaiki pertumbuhan hutan, pendataan jumlah dan jenis pohon serta pelaporan tumbuh kembang hasil reboisasi secara berkala.

Selain itu, Telkom menyelenggarakan program konservasi terumbu karang di kawasan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, dengan melibatkan nelayan dan komunitas alam setempat. Program ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya, dimana Telkom mendukung perluasan wilayah konservasi terumbu karang dengan menyediakan sekitar 500 rak laba-laba sebagai media tanam.

Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam melindungi ekosistem terumbu karang yang merupakan komponen penting dalam pelestarian ekosistem laut dan bagi kelangsungan dan pertumbuhan ekosistem pesisir.

Pada Maret lalu, Telkom juga menggelar aksi penanaman 20.000 bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Mangunharjo, Semarang. Acara yang mengusung tagline “Cegah Abrasi Selamatkan Generasi” ini dilaksanakan dalam rangka membangun perisai di daerah pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus sebagai bagian dari program Sustainable Development Goals (SDGs) dari Telkom bagi masyarakat sekitar.

Manager Community Development Center (CDC) Divisi Telkom Regional IV Jateng-DIY Siwi Widiarto mengatakan, kegiatan penghijauan di pesisir ini selaras dengan program unggulan Telkom.

”Telkom selalu berupaya untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, salah satunya melalui program pencegahan abrasi yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi efek rumah kaca guna mendukung penanggulangan perubahan iklim yang efektif”, ujar Siwi.

Secara khusus, Senior General Manager Community Development Center (SGM-CDC), Hery Susanto menyampaikan, ”Gerakan tersebut merupakan respons simultan Telkom terhadap dampak perubahan iklim yang berakibat pada ekosistem pesisir dan laut, termasuk di dalamnya adalah mangrove dan terumbu karang. Diharapkan melalui program ini, Telkom dapat berkontribusi secara aktif dalam mendukung penanggulangan perubahan iklim.”

baca juga

Ia menambahkan, terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai sumber pangan, tempat pemijahan, pengasuhan, dan mencari makan bagi biota laut. Selain itu terumbu karang juga menurutnya berfungsi sebagai sumber plasma nutfah serta tempat rekreasi dan pelindung pantai.

Sedangkan hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup yaitu sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai, dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai dan mengenai reboisasi.

"Reboisasi menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan area hijau kembali. Reboisasi juga bukan sekadar solusi untuk memperbaiki keadaan hutan, tapi juga menjadi solusi untuk mengatasi perubahan iklim di dunia," pungkas Hery.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengatasi Perubahan Iklim dan Polusi Udara Perlu Berjalan Bersamaan

Mengatasi Perubahan Iklim dan Polusi Udara Perlu Berjalan Bersamaan

Bisnis | Selasa, 26 April 2022 | 16:01 WIB

Dukung Pengusaha Lokal Naik Kelas, Leap-Telkom Digital Sapa Kota Khatulistiwa

Dukung Pengusaha Lokal Naik Kelas, Leap-Telkom Digital Sapa Kota Khatulistiwa

News | Selasa, 26 April 2022 | 14:16 WIB

3 Penyebab Bumi Alami Perubahan Iklim, Pergantian Cuaca Jadi Sulit Diprediksi

3 Penyebab Bumi Alami Perubahan Iklim, Pergantian Cuaca Jadi Sulit Diprediksi

Lifestyle | Selasa, 26 April 2022 | 13:20 WIB

Prioritas Isu Perubahan Iklim dari Dimensi Politik dan Sosial

Prioritas Isu Perubahan Iklim dari Dimensi Politik dan Sosial

Your Say | Senin, 25 April 2022 | 21:28 WIB

Inggris Buat Aturan Baru, Tiap Perusahaan Wajib Punya Rencana 'Perubahan Iklim'

Inggris Buat Aturan Baru, Tiap Perusahaan Wajib Punya Rencana 'Perubahan Iklim'

Bisnis | Senin, 25 April 2022 | 11:28 WIB

Mengetahui Proses Terjadinya Perubahan Iklim di Momen Hari Bumi Sedunia

Mengetahui Proses Terjadinya Perubahan Iklim di Momen Hari Bumi Sedunia

News | Sabtu, 23 April 2022 | 08:50 WIB

Terkini

Fadh A Rafiq dan Arif Sugiyanto Bungkam Ditanya Soal Dugaan Uang ke Nusron Wahid

Fadh A Rafiq dan Arif Sugiyanto Bungkam Ditanya Soal Dugaan Uang ke Nusron Wahid

News | Senin, 21 September 2026 | 18:11 WIB

Kementerian Kehutanan Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla

Kementerian Kehutanan Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:10 WIB

4 Rekomendasi Sunscreen Gel Lokal di Bawah Rp40 Ribu, Cek Klaimnya

4 Rekomendasi Sunscreen Gel Lokal di Bawah Rp40 Ribu, Cek Klaimnya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 18:08 WIB

BGN Siapkan Sistem Baru untuk Evaluasi Program MBG

BGN Siapkan Sistem Baru untuk Evaluasi Program MBG

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:08 WIB

Ulasan Series Sugar Daddy: Cinta yang Tumbuh dari Hubungan Tak Biasa

Ulasan Series Sugar Daddy: Cinta yang Tumbuh dari Hubungan Tak Biasa

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:07 WIB

Mulai Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

Mulai Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

News | Senin, 21 September 2026 | 18:05 WIB

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

News | Senin, 21 September 2026 | 18:02 WIB

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

News | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

News | Senin, 21 September 2026 | 17:54 WIB

×