Jerman: Jalan Panjang Tinggalkan Pasifisme

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 03 Mei 2022 | 08:19 WIB
Jerman: Jalan Panjang Tinggalkan Pasifisme
DW

Suara.com - Jerman sepakat mengirimkan persenjataan berat ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Proses menuju apa yang disebut sebagai "pergantian era" itu tidak mudah karena kuatnya tradisi pasifisme. Analisa oleh Sabine Kinkartz

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, sedang berada di Jepang ketika di Berlin parlemen bermufakat untuk mengirimkan senjata berat kepada Ukraina, Kamis (28/4).

Tahun ini Jerman memegang kursi kepresidenan kelompok negara maju G7. Kunjungan ke negara-negara anggota merupakan kewajiban protokoler yang sudah direncanakan sejak lama. Namun begitu, ketidakhadiran sang kanselir mendulang kritik.

Sebuah "pidato kenegaraan" oleh Scholz dianggap "sebuah keharusan," kata anggota fraksi Uni Kristen Demokrat dan Uni Kristen Sosial Jerman (CDU/CSU), Johann Wadephul.

Beberapa hari silam dia menuduh kanselir Jerman "ikut bertanggungjawab atas ketidakberdayaan Ukraina."

Oleh kelompok oposisi, Scholz dituduh mengabaikan perdebatan soal pengiriman senjata berat kepada Ukraina selama berpekan-pekan.

"Perilakunya itu menandakan keraguan, kebimbangan dan rasa takut," kata Ketua Umum CDU, Friedrich Merz.

Tradisi pasifisme di Partai Sosial Demokrat

Apakah kritik Merz beralasan? Nyatanya kerumitan mewarnai proses politik yang digagas Scholz dua bulan lalu, ketika dia mengusulkan "pergantian era" dalam kebijakan luar negeri Jerman, termasuk di dalamnya adalah pengiriman senjata kepada Ukraina dan alokasi anggaran khusus bagi militer Jerman senilai 100 miliar Euro.

Untuk memahami kerumitan politik di baliknya, kita perlu mengurai ideologi politik Partai Sosial Demokrat-SPD, partai sang kanselir.

SPD banyak menampung politisi anti-perang di jajarannya. Di parlemen, mereka menginduk kepada Rolf Mützenich.

Dia adalah seorang pasifis sejati yang, serupa dengan banyak kader SPD lainnya, meyakini perdamaian di Eropa hanya bisa dicapai dengan bekerjasama, bukan memerangi Rusia. Ketika Rusia menumpuk pasukannya di perbatasan Ukraina beberapa bulan silam, Mützenich menuduh "perlombaan senjata yang tidak terkontrol dan liar" sebagai penyebab eskalasi konflik.

Dia mengaku bisa "memahami", bahwa Rusia merasa terancam oleh NATO. SPD dan Rusia Menurut Mützenich, Jerman harus membina hubungan yang baik dengan Rusia, sebagaimana dengan Amerika Serikat.

Pandangan ini melandasi kebijakan eks Kanselir Gerhard Schröder yang juga kader SPD hampir dua dekade silam. Dengan moto "Perubahan melalui Perdagangan," Berlin ingin mengikat Rusia lebih erat lewat kerjasama ekonomi.

Tapi hasilnya malah kebergantungan besar Jerman terhadap suplai energi dari Rusia. Ketika Rusia mengumumkan invasi terhadap Ukraina Februari lalu, SPD harus mengkaji ulang ideologi politiknya dalam dua hal sekaligus, yakni relasi dengan Rusia dan nilai strategis militer dalam hubungan luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rangkuman Hasil Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026 Hari Ini: Argentina, Inggris, Jerman, Portugal

Rangkuman Hasil Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026 Hari Ini: Argentina, Inggris, Jerman, Portugal

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:06 WIB

Peta Kekuatan Grup E Piala Dunia 2026: Jalur Terjal Nagelsmann Pecah Dominasi Raksasa Afrika

Peta Kekuatan Grup E Piala Dunia 2026: Jalur Terjal Nagelsmann Pecah Dominasi Raksasa Afrika

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:55 WIB

Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar

Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:17 WIB

Hajar Finlandia Empat Gol, Julian Nagelsmann Puji Performa Pemain Jerman

Hajar Finlandia Empat Gol, Julian Nagelsmann Puji Performa Pemain Jerman

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB

Tim Panser Jerman Panaskan Mesin! Libas Finlandia Jelang Piala Dunia 2026

Tim Panser Jerman Panaskan Mesin! Libas Finlandia Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 09:44 WIB

Ada Miracle of Bern, Ini 8 Comeback Gila yang Terjadi di Piala Dunia

Ada Miracle of Bern, Ini 8 Comeback Gila yang Terjadi di Piala Dunia

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:53 WIB

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:59 WIB

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB

Wolfsburg Resmi Degradasi dari Bundesliga setelah 28 Tahun

Wolfsburg Resmi Degradasi dari Bundesliga setelah 28 Tahun

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:56 WIB

Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa

Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 14:14 WIB

Terkini

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:04 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo

Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:47 WIB

Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax

Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:47 WIB

MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total

MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41 WIB

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:36 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:31 WIB

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:30 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:24 WIB