Perang di Ukraina Mendorong Komunitas Sherlocks di Twitter Makin Berkembang

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 06 Mei 2022 | 10:37 WIB
Perang di Ukraina Mendorong Komunitas Sherlocks di Twitter Makin Berkembang
DW

Suara.com - Ribuan detektif amatir berbagi temuan mereka tentang kejahatan perang dan pergerakan pasukan. Mereka berharap apa yang mereka lakukan, suatu hari nanti bisa digunakan di pengadilan. Mungkinkah menjadi kenyataan?

Justin Peden tinggal di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Invasi Rusia ke Ukraina telah mengguncang hidupnya. Dan sekarang, sosok Peden adalah seseorang yang para jurnalis ingin wawancarai.

Bukan anak kuliah biasa

"Ini nyata, aku hanya anak kuliahan biasa dari Alabama!" Peden terus mengulang. Selain bergaul dengan saudara-saudaranya dan mempersiapkan ujian yang akan datang, pria berusia 20 tahun itu merupakan salah satu detektif Twitter yang paling menonjol.

Peden belum pernah ke Eropa Timur, tapi tidak menyurutkan minatnya mengetahui seluk-beluk informasi kawasan tersebut.

Sejak berusia 13 tahun, ketika Rusia mencaplok semenanjung Krimea pada 2014, dia tertarik mendalami konflik Ukraina. Dia menghabiskan sebagian besar waktu luangnya "terbang menggunakan Twitter" di atas wilayah yang disengketakan di Ukraina timur tersebut.

"Jika saya memainkan kuis Jeopardy tentang geografi Ukraina, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat baik!" katanya sambil tertawa.

Sumber yang dapat diakses secara gratis Peden, yang menggunakan "Intel Crab" di Twitter, menjelajahi internet untuk mencari citra satelit, lintasan penerbangan, dan video TikTok.

Dia kemudian berbagi temuan tersebut dengan 255.000 pengikutnya, memposting analisis pergerakan pasukan atau koordinat yang tepat dari serangan rudal Rusia.

baca juga

Selain Peden, ada Kyle Glen. Pada siang hari, orang Wales itu bekerja di bidang penelitian medis. Di malam hari, ia menjadi detektif Twitter dengan melakukan OSINT atau Open Source Intelligence, praktik mengumpulkan informasi dari sumber yang dipublikasikan atau tersedia untuk umum.

Bagian inti dari pekerjaan detektif amatir ini adalah geolokasi. Setiap kali mendapatkan video atau gambar konflik, mereka yang menggemari OSINT akan menyisir bahan tersebut untuk menentukan lokasi yang tepat dari kejadian yang ditampilkan.

Hal ini memungkinkan mereka untuk memverifikasi keakuratan materi atau untuk menyanggah laporan palsu. Kembali pada tahun 2014, jaringan OSINT, Bellingcat, hanya menggunakan sumber yang dapat diakses secara bebas seperti gambar satelit dan ponsel untuk membuktikan bahwa pesawat penumpang MH17 ditembak jatuh oleh unit anti-pesawat Rusia.

Menggali informasi di Twitter

Sejak saat itu, komunitas "Sherlocks Twitter" menjadi lebih banyak akal. Pada awal perang Rusia di Ukraina, penggemar OSINT melacak pergerakan konvoi militer Rusia menggunakan video dari Tiktok.

Sementara 'detektif' lainnya mendaftarkan diri di aplikasi kencan seperti Tinder untuk memancing anggota militer Rusia di dekat perbatasan di Belgorod. Mereka menggunakan profil pribadi palsu untuk menipu agar bisa mencari informasi.

"OSINT benar-benar berkembang pesat dalam enam bulan terakhir," kata Glen, yang mencatat bahwa setelah delapan tahun menekuni kegiatan ini dia tidak pernah dimintai wawancara oleh media arus utama, tetapi sekarang hal itu terjadi setiap hari.

Pemerintah dan badan-badan intelijen juga menghargai masukan dari jenis intelijen yang baru ini. Melalui aplikasi pemerintah Ukraina bernama Diia, warga sekarang dapat mengunggah gambar dan video yang diberi tag geo dari pergerakan pasukan Rusia. "Kami menerima puluhan ribu pesan setiap hari," kata Menteri Transformasi Digital Ukraina Mikhailo Fedorov kepada The Washington Post. "Mereka sangat, sangat berguna."

Jadi bukti persidangan? Apa yang memotivasi para penyelidik digital tersebut? Sulit untuk mengatakannya.

Peden menyebut komunitas itu "terdesentralisasi dan kolaboratif, tetapi juga agak kacau." Banyak anggota memiliki keahlian militer atau mantan tentara. Sedangkan yang lain tetap merahasiakan identitas mereka yang sebenarnya.

Bagaimanapun, Peden merasa sangat terhubung dengan rakyat Ukraina. "Saya melihat video-video ini dan mereka terlihat seperti ibu saya, seperti saudara perempuan saya, dan teman-teman saya," katanya.

Dia bermimpi suatu hari nanti bisa melihat cuitannya digunakan sebagai bukti dalam pengadilan kriminal internasional. Itu bukan mimpi yang mustahil. "Kelompok-kelompok di Pengadilan Kriminal Internasional, apakah mereka pengacara pengadilan atau penyelidik, telah benar-benar mulai mengeksplorasi potensi investigasi open source,” kata Alexa Koenig, Direktur Eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia di University of California, Berkeley, dalam wawancara dengan DW.

Tantangan bagi para penyelidik, katanya, adalah banyaknya informasi. Dalam perang Ukraina, Facebook dan Twitter telah bergabung dengan platform lain: Tiktok, Telegram, situs media sosial Rusia VKontakte, dan banyak lagi.

Siapa yang bertanggung jawab? "Siapa pun dapat menyebut diri mereka akun OSINT dan memposting informasi apa pun yang mereka inginkan," kata Glen. "Tidak seperti media arus utama, tidak ada konsekuensi untuk menerbitkan informasi palsu atau menyesatkan."

Namun, cuitan palsu berpotensi memiliki konsekuensi di kehidupan nyata. Peden menceritakan bahwa dia pernah menerima video dari Kherson, Ukraina selatan, pada awal Maret lalu.

Seorang wanita merekam aktivitas patroli polisi pendudukan Rusia dari balkonnya dan membagikan videonya.

"Saya terkesima bahwa 'oh Tuhan, ini adalah seorang wanita, orang yang nyata.' Saya mengutip cuitannya," katanya.

Setelah enam menit, postingan itu tersebar dan telah dibagikan ratusan kali. Bagi Peden, itu hanya satu klik, tetapi untuk wanita di Kherson, menjadi masalah hidup dan mati. Sejak saat itu, Peden lebih memikirkan konsekuensi dari pekerjaannya, untuk dirinya sendiri dan orang lain. Itulah alasan lain dia ingin tampil dengan nama aslinya.

Terlepas dari tanggung jawab besar untuk seorang anak berusia 20 tahun, Peden tidak berpikir untuk berhenti. "Bahkan jika saya kehilangan semua pengikut saya, saya akan melanjutkan," katanya. Dia ingin menjadi saksi — dan membuat kabut perang setidaknya sedikit berkurang. (ha/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Stres Keuangan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik dan Mental, Ini Kata None Jakarta 2026

Stres Keuangan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik dan Mental, Ini Kata None Jakarta 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

×