Suara.com - PayLater mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial terutama Twitter. Tagar #Paylater secara cepat menjadi trending topic lantaran diperdebatkan oleh warganet terkait pro dan kontra yang menyelimutinya. Perdebatan tersebut diduga diawali dari cuitan seorang warganet yang menghimbau publik untuk tidak tergiur dengan kemudahan berbelanja melalui PayLater.
"Jgn pernah nyoba pakai paylater, apapun itu bentuknya. Repeat. Jgn pernah nyoba pake paylater. Suatu saat tar nyesel.," cuit seorang warganet yang mendapatkan ribuan likes dan retweet.
Lantas, bagaimana cara kerja PayLater dan seperti apa jenis-jenisnya?
Cara kerja PayLater
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga yang mengatur PayLater menjelaskan bahwa metode tersebut merupakan sistem layanan pembayaran yang dibebankan di kemudian hari. OJK lebih lanjut juga menyederhanakan penjelasan PayLater sebagai sebuah sistem utang.
"Pada dasarnya paylater adalah layanan untuk menunda pembayaran atau berutang yang wajib dilunasi di kemudian hari.," tulis akun resmi twitter resmi OJK, @ojkindonesia dikutip Suara.com pada Sabtu (7/5/2022).
Layanan PayLater disediakan oleh berbagai lembaga seperti bank hingga penyedia jasa fintech untuk membayar pembelian barang maupun jasa.
"Paylater merupakan sebuah istilah yang merujuk pada transaksi pembiayaan barang atau jasa. Di Indonesia, paylater dapat difasilitasi melalui beberapa lembaga jasa keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan, atau Fintech Peer-to-Peer Lending.," lanjut penjelasan akun resmi OJK.
Cara menggunakan PayLater
Salah satu keuntungan PayLater terletak di cara penggunaannya, yakni tidak perlu mendaftarkan rekening atau kartu kredit di sebuah bank. Pengguna cukup mendaftarkan rekening PayLater melalui berbagai aplikasi yang menyediakan jasa tersebut. Pendaftaran umumnya perlu menyertakan data diri seperti KTP.
Setelah pendaftaran selesai, pengguna dapat melakukan pembayaran seperti untuk membeli produk di toko online maupun menggunakan jasa seperti ojek online. Biaya yang harus dibayarkan akan diakumulasikan dan wajib dilunasi sebelum jatuh tempo.
Beberapa jenis PayLater menyediakan fitur cicilan, yakni total biaya yang terhitung dapat dibayar secara cicilan, yakni membayar sebagian dari total biaya yang kita belanjakan.
Pengguna juga dapat mengatur limit atau batasan yang dapat dibelanjakan. Pengguna harus melakukan pelunasan ketika dana yang dibelanjakan mencapai limit sebelum berbelanja kembali.
Jenis-jenis PayLater
Jenis umum PayLater yang digunakan oleh masyarakat adalah melalui aplikasi ponsel yang menyediakan fitur e-wallet. Pasalnya, PayLater juga terintegrasi dengan dompet elektronik tertentu.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Trending Topic! 9 Curhat Warganet Pamer Tagihan Paylater, Bikin Ngelus Dada
News | Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:46 WIB
Suka Pakai Paylater? Ketahui 4 Hal Ini sebelum Menyesal!
Your Say | Sabtu, 07 Mei 2022 | 08:30 WIB
OK Bank Gandeng Commerce Finance untuk Salurkan Kredit SPayLater
Bisnis | Kamis, 28 April 2022 | 09:11 WIB
5 Pertimbangan Sebelum Belanja Pakai PayLater, Jangan Sampai Berakhir Menyesal
Your Say | Minggu, 24 April 2022 | 19:29 WIB
Belanja Ramadhan Semakin Mudah dan Praktis dengan Atome
Press Release | Jum'at, 22 April 2022 | 20:39 WIB
Gara-Gara Pernah Diduduki Lewis Hamilton, Harga Kursi Plastik Ini Tembus Rp 20 Juta
Otomotif | Rabu, 13 April 2022 | 14:00 WIB
Beli Lemari Seharga Rp 130.000 Pakai Paylater, Penampakannya Bikin Ngakak
Tekno | Minggu, 27 Maret 2022 | 07:09 WIB
Terkini
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB